Liputan6.com, Jakarta - Pemain Timnas Indonesia, Nathan Tjoe A-On ikut bersuara mengenai kasus paspor dan izin kerja (passportgate) yang menimpa dirinya. Ia menyindir NAC Breda, klub yang pertama kali membuat masalah.
Nathan Tjoe-A-On jadi salah satu korban dari drama passportgate. Dia harus rela diparkir oleh klubnya, Willem II Tilburg dan absen di dua laga Eerste Divisie 2025/2026 saat melawan PSV U-21 serta Roda JC.
Advertisement
Penyebabnya adalah Nathan Tjoe-A-On masih didaftarkan sebagai pemain dengan paspor Belanda, padahal sudah dinaturalisasi dan menjadi warga negara Indonesia (WNI). Harusnya Nathan terdaftar sebagai pemain non uni Eropa.
Nathan Tjoe-A-On yang menerima kabar itu cukup terkejut. Apalagi dirinya tengah memperkuat Timnas Indonesia pada FIFA Matchday Maret 2026 untuk FIFA Series 2026 melawan Saint Kitts and Nevis dan Bulgaria.
“Itu sangat aneh. Di sisi lain, semua keributan itu bertepatan persis dengan jeda internasional, ketika saya berada di Indonesia," kata Nathan Tjoe-A-On dikutip dari Brabants Dagblad.
"Jadi saya pikir semuanya dibesar-besarkan di Belanda dibandingkan dengan apa yang saya rasakan. Terlebih lagi: ketika saya berada di sana, sudah mulai jelas bahwa solusi akan ditemukan," sambungnya.
Senang Masalah Beres
Untungnya, masalah yang dialami Nathan Tjoe-A-On tidak berlarut-larut. Memasuki pekan kedua April, dia sudah bisa bermain lagi karena surat izin kerjanya telah beres.
Nathan tampil memperkuat Willem II Tilburg lagi saat menghadapi Almere City dalam laga lanjutan Eerste Divisie 2025/2026.
“Tapi seluruh masalah itu ditangani dengan baik, oleh orang-orang yang tahu apa yang mereka lakukan. Itu meyakinkan saya; saya tidak khawatir. Dan ketika saya kembali, semuanya berjalan cukup cepat," tuturnya.
"Meskipun libur akhir pekan Paskah menghalangi, jika tidak, mungkin akan berjalan lebih cepat lagi. Tapi saya senang bisa bermain lagi sekarang," ucap Nathan menambahkan.
Tak Menyangka Bermasalah
Diakui Nathan Tjoe-A-On, kasus ini membuat dirinya kaget. Dia tak menyangka masalah paspor jadi urusan besar di Liga Belanda karena dirinya tidak merasa hal itu akan menjadi masalah.
Tjoe-A-On pun hanya bisa pasrah selama polemik dan proses penyelesaian dilakukan. Di sisi lain dia tak senang dengan situasinya karena sedang Willem II lagi bersaing di papan atas, di mana mereka menempati posisi ketiga klasemen dan berpeluang promosi ke Eredivisie Belanda.