Vincent Kompany Puji Mental Bayern Munchen Usai Singkirkan Real Madrid dalam Laga Dramatis

Vincent Kompany memuji mental dan keyakinan Bayern usai menyingkirkan Real Madrid di Liga Champions. Ia menilai semangat tim jadi kunci kemenangan dramatis.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 16 April 2026, 16:34 WIB
Pelatih Bayern Munchen Vincent Kompany berjalan memasuki lapangan menjelang laga leg pertama perempat final Liga Champions antara Real Madrid vs Bayern Munchen di Madrid, Spanyol, Selasa, 7 April 2026. (AP Photo/Jose Breton)

Liputan6.com, Jakarta - Vincent Kompany memuji mentalitas Bayern Munchen setelah menyingkirkan Real Madrid di Liga Champions. Ia menilai keyakinan penuh menjadi kunci kemenangan dramatis timnya.

Bayern berhasil menang 4-3 atas Real Madrid pada leg kedua perempat final, Kamis (16/4/2026) dini hari WIB. Hasil itu memastikan mereka lolos ke semifinal dengan agregat 6-4.

Pertandingan berlangsung sengit dengan Bayern harus bangkit dari ketertinggalan hingga tiga kali. Tim asuhan Kompany menunjukkan ketangguhan mental dalam menghadapi tekanan sepanjang laga.

Meski sempat tertinggal cepat, Bayern mampu menjaga fokus hingga akhirnya mencetak gol penentu di menit akhir. Kemenangan ini sekaligus membawa mereka ke semifinal Liga Champions.


Mental Kuat dan Keyakinan Jadi Kunci

Selebrasi Harry Kane dalam laga Bayern Munchen vs Real Madrid di leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026, Kamis (16/4/2026). (AP Photo/Lennart Preiss)

Bayern menunjukkan karakter kuat saat mampu bangkit dari situasi sulit sepanjang pertandingan. Kompany menilai ketenangan dan dukungan suporter membantu timnya tetap percaya diri.

Menurutnya, kebersamaan dalam tim menjadi faktor penting dalam meraih kemenangan besar ini. Ia juga menegaskan bahwa para pemain pantas mendapatkan hasil tersebut.

"Para pemain sangat kuat secara mental hari ini untuk bangkit dari situasi sulit," ujar Kompany.

"Para penggemar juga membantu kami. Kami tetap tenang dan selalu merasa bahwa momen kami akan datang. Para pemain pantas mendapatkan kemenangan ini. Yang paling saya ingat adalah kebersamaan total yang kami tunjukkan.

"Itulah yang kami bawa dari pertandingan ini. Kami menunjukkan keyakinan penuh dan keinginan untuk berjuang kembali ke dalam permainan," lanjutnya.


Fokus dan Pengalaman Jadi Pembeda

Sementara itu, di semifinal Liga Champions 2025/2026, Bayern Munchen akan berhadapan dengan juara musim lalu, Paris Saint-Germain (PSG). Tampak dalam foto, pemain Bayern Munchen asal Inggris, Harry Kane (tengah-kiri), Manuel Neuer (tengah-kanan), dan para rekan setimnya menyapa para penggemar setelah berakhirnya pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 melawan Real Madrid di Allianz Arena, Jerman Selatan, pada Rabu 15 April 2026 waktu setempat atau Kamis (16/4/2026) dini hari WIB. (Karl-Josef HILDENBRAND/AFP)

Kompany menilai pengalaman dan kualitas pemain Bayern membantu mereka menghadapi tekanan di laga besar. Ia menyebut timnya mampu merespons situasi sulit dengan tetap fokus pada permainan.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga konsentrasi setelah kebobolan cepat. Bayern dinilai mampu mengatur ulang permainan dan tetap berada dalam jalur yang benar.

"Selama pertandingan, tim kami memiliki banyak talenta dan pengalaman untuk menghadapi situasi seperti ini," kata Kompany.

"Setelah kebobolan gol hanya dalam 35 detik, Anda harus segera mengatur ulang. Kami tetap fokus pada permainan kami," tegasnya.


Laga Emosional dan Ancaman Real Madrid

Hasil ini membuat skor agregat menjadi 6-4 untuk kemenangan Die Roten setelah menang 2-1 di laga leg pertama di Santiago Bernabeu, Madrid, pekan lalu. Tampak dalam foto, bek Bayern Munchen asal Jerman, Jonathan Tah (kiri), berebut bola dengan bek Real Ferland Mendy (Real Madrid) saat pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 di Allianz Arena, Jerman Selatan, pada Rabu 15 April 2026 waktu setempat atau Kamis (16/4/2026) dini hari WIB. (Alexandra BEIER/AFP)

Pertandingan melawan Real Madrid disebut Kompany sebagai laga yang penuh emosi. Ia menilai timnya tampil dominan dalam penguasaan bola, namun tetap mewaspadai ancaman lawan.

Menurutnya, Real Madrid tetap berbahaya dengan kecepatan para pemainnya. Hal itu membuat Bayern harus tetap waspada hingga peluit akhir.

"Itu adalah pertandingan yang sangat emosional," ucap Kompany.

"Kami memiliki banyak penguasaan bola dan selalu merasa bisa mencetak gol. Namun Real Madrid tetaplah Real Madrid. Mereka memiliki pemain yang sangat cepat dan selalu menjadi ancaman," pungkasnya.

Sumber: Flashscore


Persaingan Sengit di Liga Champions

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya