Declan Rice Tak Peduli Kritik, Fokus Rayakan Arsenal ke Semifinal Liga Champions

Declan Rice menegaskan tidak peduli kritik usai Arsenal lolos ke semifinal Liga Champions. Ia menilai pencapaian tim lebih penting dari opini publik.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 16 April 2026, 16:20 WIB
Gelandang Arsenal, Declan Rice bersiap mengambil tendangan sudut selama pertandingan perempat final Liga Champions 2025/2026 leg kedua antara Arsenal dan Sporting Lisbon di Stadion Emirates di London utara pada 15 April 2026. (Ben STANSALL / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Declan Rice menegaskan tidak peduli dengan opini luar setelah Arsenal memastikan tempat di semifinal Liga Champions. Ia memilih fokus pada pencapaian tim dibanding kritik yang berkembang.

Arsenal melaju ke empat besar usai bermain imbang tanpa gol melawan Sporting CP di Emirates Stadium, Kamis (16/4/2026) dini hari WIB. Hasil itu cukup membawa mereka unggul agregat 1-0 berkat gol Kai Havertz di leg pertama.

Laga berlangsung minim peluang dengan kedua tim kesulitan menciptakan ancaman berarti. Meski demikian, Arsenal mencatat sejarah dengan mencapai semifinal Liga Champions secara beruntun untuk pertama kalinya.

Performa lini depan yang belum tajam kembali menjadi sorotan. Namun, kekuatan lini belakang menjadi kunci keberhasilan Arsenal dalam menjaga keunggulan agregat.


Fokus pada Pencapaian, Bukan Kritik

Gelandang Arsenal, Declan Rice, berbicara kepada rekan-rekan setimnya dalam pertandingan leg kedua perempat final UEFA Champions League antara Arsenal dan Sporting CP di Emirates Stadium, London utara, pada 15 April 2026. (Adrian Dennis / AFP)

Rice menilai tidak ada alasan untuk merasa frustrasi setelah timnya berhasil mencapai semifinal. Ia menegaskan bahwa hasil tersebut merupakan pencapaian yang patut dibanggakan.

Menurutnya, yang terpenting adalah pandangan internal tim dan pelatih. Ia menilai kebersamaan dan keyakinan dalam skuad jauh lebih penting dibanding suara dari luar.

"Frustrasi? Tidak, kami baru saja mencapai semifinal, semuanya positif," ujar Rice.

"Siapa peduli dengan apa yang orang pikirkan? Yang penting adalah apa yang dipikirkan kelompok ini, apa yang dipikirkan pelatih, dan kami berada di semifinal lagi. Saya sangat senang. Kami akan terus melangkah, terus bermain dengan baik, terus melewati rintangan dan hadapi semuanya," tambahnya.


Mentalitas Kuat Hadapi Tekanan

Manajer Arsenal asal Spanyol, Mikel Arteta (kiri ke kanan), memberikan instruksi dari pinggir lapangan kepada gelandang Arsenal asal Inggris bernomor punggung 41, Declan Rice, gelandang Arsenal asal Brasil bernomor punggung 11, Gabriel Martinelli, dan bek Arsenal asal Spanyol bernomor punggung 36, Martin Zubimendi, selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Bayer 04 Leverkusen vs Arsenal di Leverkusen, Jerman barat, pada 12 Maret 2026. (INA FASSBENDER/AFP)

Rice mengakui bahwa tekanan dan kritik merupakan hal yang tidak terpisahkan dari klub sebesar Arsenal. Ia menilai tim harus mampu tetap fokus dan tidak terpengaruh oleh situasi tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa Arsenal siap menghadapi tantangan besar ke depan, termasuk persaingan di Liga Inggris dan Liga Champions. Baginya, konsistensi menjadi kunci untuk menjaga momentum tim.

"Seperti di klub besar lainnya, selalu ada suara di luar," kata Rice.

"Ini Arsenal, selalu ada sorotan di setiap pertandingan. Jika Anda tidak bermain baik, terima saja dan lanjutkan. Jalani beberapa pekan terakhir ini, ini seperti rollercoaster. Tidak ada yang akan memberi Anda apa pun dalam sepak bola. Kami harus terus melangkah dan tetap kuat," pungkasnya.

Sumber: FotMob


Persaingan Panas di Liga Champions

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya