Fatou Gorila Tertua di Dunia Merayakan Ulang Tahun ke-69, Kuenya Curi Perhatian

Di alam liar, gorila dataran rendah barat seperti Fatou umumnya hidup hingga usia 35 sampai 40 tahun.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 16 April 2026, 07:00 WIB
Gorila dataran rendah betina bernama Fatou difoto pada 13 April 2026 di kandangnya di kebun binatang Zoologischer Garten di Berlin, saat ulang tahunnya yang ke-69 dirayakan. (Tobias SCHWARZ/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Suasana hangat terasa di Kebun Binatang Berlin, Jerman, saat seekor penghuni istimewa merayakan hari jadinya. Fatou, gorila tertua di dunia yang hidup dalam penangkaran, genap berusia 69 tahun pada 13 April 2026.

Melansir The Independent, Rabu, 15 April 2026, perayaan itu berlangsung sederhana, namun penuh perhatian—tanpa kue manis seperti perayaan pada umumnya, melainkan momen tenang yang menyesuaikan dengan kondisi sang primata senior.

Sebagai gantinya, Fatou menikmati hidangan khusus berupa tomat ceri, bit, daun bawang, dan selada segar. Menu ini tidak dipilih secara acak.

Di usianya yang kini sangat lanjut, ia sudah kehilangan gigi sehingga membutuhkan makanan bertekstur lembut dan mudah dikunyah. Para perawat juga menghindari kandungan gula untuk menjaga kesehatannya tetap stabil, sekaligus mencegah risiko penyakit yang bisa muncul pada usia tua.

Perjalanan hidup Fatou terbilang panjang dan penuh liku. Ia diperkirakan lahir di Afrika Barat sekitar tahun 1957. Dua tahun kemudian, ia sudah berada jauh dari habitat aslinya setelah tiba di pelabuhan Marseille, Prancis.

Menurut catatan yang dihimpun Guinness World Records, ia sempat dimiliki seorang pelaut Prancis yang kemudian menyerahkannya sebagai pembayaran di sebuah bar. Dari tangan ke tangan, Fatou akhirnya dibawa ke Berlin dan menetap di kebun binatang tersebut—tempat yang kemudian menjadi rumahnya selama lebih dari enam dekade.

Sebagai gorila dataran rendah barat, usia Fatou tergolong sangat luar biasa. Di alam liar, spesies ini umumnya hidup hingga usia 35 sampai 40 tahun.

Melampaui Usia pada Umumnya

Ekspresi Gorila Fatou saat menikmati kue ulang tahunnya saat berusia 61 tahun di kebun binatang Zoologischer Garten di Berlin, Jerman (13/4). Fatou adalah gorila tertua dari jenisnya yang hidup di Eropa. (AFP Photo/John Macdougall)

Bahkan dalam penangkaran dengan perawatan optimal, mencapai usia 50 tahun sudah dianggap sangat tua. Fatou melampaui angka tersebut dengan selisih yang signifikan, menjadikannya simbol keberhasilan perawatan jangka panjang, sekaligus pengecualian langka dalam dunia satwa.

Sejak 2024, ia juga menyandang status sebagai penghuni tertua di kebun binatang tersebut setelah wafatnya Ingo the Flamingo yang sebelumnya memegang rekor usia. Status ini tidak hanya menempatkannya sebagai yang tertua, tapi juga sebagai saksi hidup perjalanan panjang kebun binatang dalam merawat berbagai spesies dari generasi ke generasi.

Seiring bertambahnya usia, perubahan fisik Fatou menjadi hal yang tidak terhindarkan. Ia mengalami radang sendi yang membuat pergerakannya lebih terbatas, serta penurunan pendengaran.

 

Kepribadian yang Kuat

Gorila dataran rendah betina bernama Fatou difoto pada 13 April 2026 di kandangnya di kebun binatang Zoologischer Garten di Berlin, saat ulang tahunnya yang ke-69 dirayakan. (Tobias SCHWARZ/AFP)

Meski demikian, para penjaga menyebutnya tetap memiliki kepribadian yang kuat. Ia dikenal tenang, mudah berinteraksi dengan perawat, namun tetap menunjukkan sisi keras kepala yang menjadi ciri khasnya.

Kini, Fatou menempati kandang pribadi yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhannya. Lingkungannya dibuat lebih tenang dibandingkan area gorila lain agar ia bisa beristirahat dengan nyaman.

Ia jarang terlibat dalam aktivitas kelompok dan lebih sering menghabiskan waktu dengan duduk santai sambil mengamati gorila lain bermain dari kejauhan. Kontribusinya dalam sejarah kebun binatang juga tidak kecil.

Pada 1974, Fatou melahirkan seekor anak bernama Dufte, yang menjadi gorila pertama yang lahir di Kebun Binatang Berlin. Meski Dufte telah meninggal, garis keturunan Fatou tetap berlanjut melalui cucu dan cicitnya yang masih hidup hingga sekarang, memperpanjang warisan biologisnya.

 

Dedikasi Panjang

Gorila Fatou menikmati kue ulang tahunnya saat berusia 61 tahun di kebun binatang Zoologischer Garten di Berlin, Jerman (13/4). Fatou adalah gorila tertua dari jenisnya yang hidup di Eropa. (AFP Photo/John Macdougall)

Direktur kebun binatang, Andreas Knieriem, pernah menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian tersebut, melansir DW. Ia menilai keberhasilan merawat Fatou hingga usia setua ini mencerminkan dedikasi panjang dalam menjaga kesejahteraan satwa. Di usianya yang ke-69, Fatou mungkin tidak lagi aktif seperti dulu.

Namun kehadirannya tetap bermakna. Ia bukan sekadar penghuni lama, melainkan simbol ketahanan, perawatan, dan perjalanan hidup yang melintasi waktu serta benua.

Perayaan ulang tahunnya yang sederhana justru menjadi pengingat bahwa di balik usia panjang itu, ada perhatian dan dedikasi yang terus terjaga. Bahkan di usia senja, setiap hari bagi Fatou menjadi bukti bahwa perawatan yang tepat mampu memperpanjang kualitas hidup satwa secara signifikan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya