Kandas di Liga Champions, Strategi Transfer Liverpool Makin Dipertanyakan

Pertarungan sengit Liverpool vs PSG di leg kedua perempat final Liga Champions diwarnai cedera serius Ekitike dan strategi transfer yang dipertanyakan.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 15 April 2026, 07:01 WIB
Pelatih asal Belanda Liverpool, Arne Slot, bereaksi setelah timnya kebobolan gol pertama dalam pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 antara Liverpool dan Paris Saint-Germain di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 14 April 2026. (Paul ELLIS / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Anfield menjadi saksi bisu pertarungan kelas berat Liverpool dan Paris Saint-Germain (PSG) dalam leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026, Rabu (15/4/2026).

Liverpool menghadapi tantangan berat setelah takluk 0-2 dari PSG pada leg pertama di Parc des Princes. Hasil tersebut menempatkan The Reds dalam posisi yang sulit, membutuhkan kemenangan dengan selisih minimal tiga gol untuk melaju ke babak semifinal tanpa melalui adu penalti.

Di bawah arahan pelatih Arne Slot, Liverpool dituntut untuk menemukan kembali 'mentalitas monster' mereka, yang disebut telah menguap. Sementara itu, PSG datang dengan kondisi fisik yang lebih bugar berkat penjadwalan ulang laga Ligue 1, memberikan keuntungan besar bagi pasukan Luis Enrique.


Kemitraan Ekitike dan Isak yang Penuh Risiko

Aksi Alexander Isak dalam laga Liverpool vs Atletico Madrid di Liga Champions 2025/2026, Kamis (18/9/2025). (AP Photo/Jon Super)

Sorotan tajam tertuju pada keputusan manajer Liverpool Arne Slot yang menurunkan Hugo Ekitike dan Alexander Isak sejak menit pertama. Ini baru kali ketiga mereaka memulai pertandingan bersama. Alexander Isak sendiri baru kembali bermain sebagai starter setelah absen selama lima bulan, sebuah keputusan yang disebut sebagai 'taruhan berani' dari Slot. 

Sang pelatih berharap kehadiran keduanya bakal membantu Liverpool tampil lebih baik, seperti pada duel melawan Eintracht Frankfurt.

Keputusan Slot untuk menarik Isak pada babak pertama, karena tidak berharap sang pemain bisa bermain penuh, menunjukkan risiko dari kemitraan ini. Sayangnya, kolaborasi mereka harus berakhir lebih cepat dari yang diharapkan.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas strategi Slot dalam memanfaatkan kedua penyerang tersebut. Terlebih, dengan cedera yang menimpa Ekitike, rencana jangka panjang tim semakin dipertanyakan.


Cedera Ekitike dan Bayang-bayang Piala Dunia

Pemain PSG Marquinhos menutup ruang gerak pemain Liverpool Hugo Ekitike pada laga leg pertama perempat final Liga Champions antara PSG vs Liverpool di Paris, Rabu, 8 April 2026. (AP Photo/Aurelien Morissard)

Laga ini juga diwarnai drama cedera serius yang menimpa Hugo Ekitiké. Meskipun ekspresi wajahnya lebih menunjukkan keterkejutan dan kebingungan daripada rasa sakit yang hebat, bahasa tubuh pemain lain dan staf medis mengindikasikan masalah serius.

Kekhawatiran terbesar adalah cedera ini dapat membahayakan partisipasinya di Piala Dunia mendatang. Momen saat Ekitike terbaring di lapangan, mungkin menyadari dampak cederanya, menjadi pemandangan yang menyentuh.

Hasil pemindaian medis diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih positif, namun absennya Ekitike tentu menjadi pukulan telak bagi Liverpool dalam upaya mereka mengejar ketertinggalan agregat.


Strategi Transfer dan Formasi Liverpool yang Dipertanyakan

Gelandang Liverpool asal Jerman #07, Florian Wirtz, mengontrol bola dalam pertandingan Liga Champions UEFA antara Eintracht Frankfurt dan Liverpool FC di Frankfurt, Jerman Barat, pada 22 Oktober 2025. (Kirill KUDRYAVTSEV/AFP)

Kemitraan yang jarang terjadi antara Ekitike dan Isak juga menyoroti pertanyaan besar mengenai strategi transfer Liverpool musim panas lalu. Apakah keduanya memang direncanakan sebagai pasangan penyerang utama, ataukah rencana tersebut terganggu oleh pramusim Isak yang terganggu dan cedera yang dialaminya? 

Formasi berlian dengan Florian Wirtz di depan lini tengah juga sempat dipertimbangkan sebagai ide utama. Ketiga pemain ini, Ekitike, Isak, dan Wirtz, direkrut pada musim panas dengan total biaya transfer fantastis mencapai 320 juta pounds. 

Namun, fakta bahwa ketiganya hanya bermain bersama selama total 117 menit menimbulkan keraguan tentang efektivitas investasi besar tersebut dan implementasi strategi tim secara keseluruhan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya