Trik Hemat Listrik di Kamar Kos Agar Tagihan Tidak Membengkak

Trik hemat listrik di kamar kos agar tagihan tidak membengkak. Mulai dari cabut charger hingga atur pemakaian alat elektronik, hemat jadi lebih mudah!

oleh Woro Anjar VeriantyDiterbitkan 14 April 2026, 15:00 WIB
Trik Hemat Listrik di Kamar Kos Agar Tagihan Tidak Membengkak (Foto: Freepik/shayne_ch13)

Liputan6.com, Yogyakarta - Tinggal di kamar kos sering kali membuat pengeluaran terasa lebih besar dari yang diperkirakan, terutama untuk kebutuhan listrik. Banyak anak kos yang tidak menyadari bahwa penggunaan listrik sehari-hari bisa berdampak besar pada tagihan bulanan. Karena itu, penting memahami berbagai trik hemat agar pengeluaran tetap terkontrol.

Listrik menjadi kebutuhan utama di kamar kos, mulai dari penerangan, mengisi daya gadget, hingga penggunaan alat elektronik seperti kipas angin atau rice cooker. Jika digunakan tanpa perhitungan, konsumsi listrik bisa meningkat tanpa disadari.

Nur, seorang ibu kos di Jogja, mengungkapkan bahwa banyak penghuni kos yang sebenarnya bisa menghemat listrik jika lebih teliti dalam penggunaan sehari-hari.

“Kadang anak kos itu lupa cabut charger atau alat listrik, padahal itu tetap makan daya walaupun tidak dipakai,” ujar Nur yang sudah 8 tahun membuka bisnis sewa kamar kos.

Agar tagihan tidak membengkak, berikut beberapa trik hemat listrik yang bisa diterapkan di kamar kos.

1. Cabut Peralatan Listrik Saat Tidak Digunakan

Ilustrasi mencabut perangkat dari stop kontak. (dok HutchRock/pixabay.com)

Banyak perangkat elektronik tetap mengonsumsi listrik meskipun tidak digunakan, seperti charger yang masih terpasang di stop kontak. Hal ini dikenal sebagai “daya standby” yang jika dibiarkan terus-menerus bisa menambah konsumsi listrik.

Mencabut peralatan setelah digunakan adalah langkah sederhana tetapi sangat efektif. Selain menghemat listrik, cara ini juga mengurangi risiko korsleting.

2. Gunakan Lampu Secukupnya

Lampu yang menyala sepanjang hari akan meningkatkan penggunaan listrik secara signifikan. Biasakan untuk mematikan lampu saat tidak diperlukan, terutama di siang hari ketika cahaya alami masih cukup terang.

Jika memungkinkan, gunakan lampu LED yang lebih hemat energi dibanding lampu biasa. Lampu jenis ini juga memiliki عمر pakai lebih lama sehingga lebih ekonomis dalam jangka panjang.

3. Maksimalkan Ventilasi dan Sirkulasi Udara

Penggunaan kipas angin atau alat pendingin ruangan bisa ditekan jika kamar memiliki sirkulasi udara yang baik. Membuka jendela pada pagi atau sore hari dapat membantu udara segar masuk sehingga kamar tidak terlalu panas.

Dengan cara ini, kebutuhan penggunaan kipas angin bisa dikurangi dan listrik pun lebih hemat.

 

4. Gunakan Rice Cooker dengan Bijak

Ilustrasi nasi di rice cooker. (Foto: Freepik)

Rice cooker adalah salah satu alat yang paling sering digunakan di kamar kos. Namun, jika dibiarkan dalam mode “warm” terlalu lama, alat ini tetap mengonsumsi listrik.

Sebaiknya:

  • Masak nasi secukupnya.
  • Matikan rice cooker setelah nasi matang.
  • Hindari menyimpan nasi terlalu lama di dalamnya.

Menurut Nur, “Rice cooker itu paling sering jadi penyebab listrik boros kalau tidak dimatikan.”

5. Atur Waktu Penggunaan Perangkat Elektronik

Penggunaan gadget seperti laptop, televisi, atau speaker sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. Hindari menyalakan banyak perangkat secara bersamaan jika tidak diperlukan.

Selain itu, isi daya perangkat saat benar-benar dibutuhkan dan jangan terlalu sering mengisi baterai dalam waktu lama.

Kebiasaan kecil ini dapat membantu menekan konsumsi listrik secara keseluruhan.

6. Pilih Peralatan Hemat Energi

Jika memiliki pilihan, gunakan perangkat elektronik dengan label hemat energi. Peralatan ini dirancang untuk menggunakan daya lebih rendah dibandingkan perangkat biasa.

Meski harga awalnya mungkin sedikit lebih mahal, penggunaan jangka panjang justru lebih hemat.

 

7. Disiplin dalam Kebiasaan Sehari-hari

Ilustrasi pompa galon elektrik. Foto: Ilustrasi AI

Kunci utama penghematan listrik sebenarnya terletak pada kebiasaan. Hal-hal sederhana seperti mematikan lampu sebelum tidur, mencabut charger, dan tidak menyalakan alat tanpa kebutuhan akan memberikan dampak besar jika dilakukan secara konsisten.

Nur menambahkan, “Kalau anak kos disiplin, biasanya listrik tidak akan boros. Semua tergantung kebiasaan.”

Menghemat listrik di kamar kos bukan hal yang sulit, tetapi membutuhkan kesadaran dan kedisiplinan. Dengan menerapkan kebiasaan sederhana seperti mencabut peralatan listrik, menggunakan lampu secukupnya, dan mengatur penggunaan alat elektronik, tagihan listrik bisa ditekan.

Selain menghemat pengeluaran, kebiasaan ini juga membantu menjaga keamanan dan kenyamanan di kamar kos. Dengan begitu, hidup sebagai anak kos tetap terasa lebih ringan dan teratur.     

QnA: Trik Hemat Listrik yang Efektif dan Realistis

1. Kenapa tagihan listrik bisa terasa cepat membengkak?

Banyak orang mengira penyebabnya hanya karena pemakaian berlebihan, padahal sering kali justru karena penggunaan yang tidak efisien. Misalnya, alat elektronik tetap menyedot listrik meskipun tidak digunakan secara aktif, atau penggunaan perangkat dengan daya besar dalam waktu lama tanpa disadari. Kebiasaan kecil yang dianggap sepele justru jika dikumpulkan bisa berdampak signifikan pada tagihan.

2. Apakah mencabut colokan benar-benar bisa menghemat listrik?

Ya, dan ini bukan mitos. Banyak perangkat tetap menggunakan listrik dalam kondisi standby, seperti TV, charger, atau rice cooker. Meskipun dayanya kecil, jika dibiarkan terus-menerus, konsumsi ini akan terakumulasi. Jadi, mencabut colokan atau menggunakan stop kontak dengan saklar bisa menjadi langkah sederhana tapi cukup efektif.

3. Apakah alat elektronik hemat energi benar-benar berpengaruh?

Berpengaruh, tapi tidak instan. Peralatan dengan label hemat energi biasanya dirancang untuk menggunakan daya lebih efisien dalam jangka panjang. Namun, penghematan yang terasa biasanya baru terlihat setelah penggunaan rutin. Jadi, ini lebih ke investasi jangka panjang dibanding solusi cepat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya