Alasan Viktor Gyokeres Soal Lapangan Dipertanyakan Usai Kekalahan Arsenal

Danny Murphy menilai Arsenal gagal beradaptasi saat kalah dari Bournemouth. Ia juga menanggapi alasan Viktor Gyokeres soal kondisi lapangan.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 13 April 2026, 18:59 WIB
Viktor Gyokeres awalnya berhasil mencetak gol penyeimbang 1-1 pada menit ke-35 melalui tendangan penalti. (AP Photo/PA/Adam Davy)

Liputan6.com, Jakarta - Danny Murphy memberikan sorotan tajam terhadap performa Arsenal setelah kekalahan dari Bournemouth. Mantan pemain Liverpool itu menilai tim asuhan Mikel Arteta gagal menunjukkan kecerdasan bermain dalam situasi sulit.

Arsenal harus menelan kekalahan 1-2 dalam lanjutan Liga Inggris. Hasil tersebut menjadi kekalahan ketiga dalam empat pertandingan di semua kompetisi.

Bournemouth tampil lebih dominan sepanjang laga dan mampu memanfaatkan kesalahan yang dilakukan Arsenal. Tim tamu juga sukses mengontrol permainan di sebagian besar pertandingan.

Situasi ini membuat posisi Arsenal dalam perburuan gelar mulai terancam. Manchester City kini memiliki peluang untuk memangkas jarak di papan klasemen.


Arsenal Dinilai Gagal Beradaptasi dengan Situasi

Duel sengit antara Marcos Senesi dari Bournemouth dan Viktor Gyokeres dari Arsenal dalam laga Premier League di Emirates Stadium, London, 11 April 2026. (AFP/Gyln Kirk)

Murphy menyoroti ketidakmampuan Arsenal dalam menyesuaikan permainan saat menghadapi tekanan Bournemouth. Ia menilai tim tidak cukup fleksibel dalam mengambil keputusan di lapangan.

Menurutnya, jika kondisi lapangan menjadi masalah seperti yang disebut Viktor Gyokeres, Arsenal seharusnya mampu mencari solusi alternatif. Namun, hal itu tidak terlihat sepanjang pertandingan.

“Lucunya, meskipun lapangannya kering, saya rasa mereka tidak cukup sering memainkan bola panjang,” kata Murphy.

“Jika lapangan memang kering, Anda punya pemain internasional yang seharusnya bisa mengambil keputusan berbeda,” lanjut Murphy.


Arsenal Terlalu Mudah Kehilangan Kendali Permainan

Duel sengit Edmond Tapsoba dan Viktor Gyokeres dalam laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions antara Arsenal vs Leverkusen di Emirates Stadium, 18 Maret 2026. (AP Photo/Ian Walton)

Murphy juga menilai Bournemouth bermain dengan pressing tinggi yang efektif. Arsenal kesulitan keluar dari tekanan dan gagal memanfaatkan opsi serangan yang ada.

Ia menyoroti kurangnya variasi permainan, terutama dalam memanfaatkan pemain sayap. Hal ini membuat Arsenal mudah dipatahkan oleh strategi lawan.

“Bournemouth menekan tinggi dan bermain satu lawan satu di lini belakang,” ujar Murphy.

“Anda punya Martinelli dan Madueke yang bermain sejak awal, tetapi saya tidak melihat mereka mencoba bola panjang atau memainkan peluang sederhana,” tambah Murphy.


Arteta Akui Kekalahan Sangat Menyakitkan

Ekspresi Manajer Arsenal Mikel Arteta di pertandingan melawan Bournemouth di pekan ke-32 Liga Inggris 2025/2026 di Emirates Stadium, Sabtu (11/04/2026) malam WIB. (AP Photo/Dave Shopland)

Di sisi lain, Mikel Arteta mengakui hasil tersebut sangat mengecewakan bagi timnya. Ia menyebut kekalahan ini sebagai pukulan besar dalam perjalanan musim.

Arteta menilai timnya melakukan kesalahan mendasar yang berujung pada kekalahan. Hal itu membuat permainan menjadi sulit dikendalikan.

“Ini adalah pukulan besar dan sangat mengecewakan,” kata Arteta.

“Hari ini ada beberapa hal mendasar yang kami lakukan dengan sangat buruk. Ketika itu terjadi, lawan akan memanfaatkannya dan pertandingan menjadi kacau,” ujar Arteta.

Sumber: Metro


Persaingan Sengit di Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya