Marak Aksi Premanisme, Aparat Gabungan Akan Siapkan Hal Ini di Tanah Abang

Satpol PP DKI Jakarta menyiapkan pembentukan posko pengawasan terpadu bersama aparat TNI dan Polri demi menanggulangi premanisme.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 12 April 2026, 16:38 WIB
Aktivitas sejumlah orang di depan gedung pasar Blok A Tanah Abang, Jakarta, yang tutup pada Kamis (23/5/2019). Pengelola Pasar Tanah Abang menutup sementara aktivitas perdagangan demi mengantisipasi dampak kericuhan Jakarta dalam beberapa hari ini. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta menyiapkan pembentukan posko pengawasan terpadu bersama aparat TNI dan Polri. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memperkuat pengawasan dan respons cepat terhadap gangguan ketertiban di kawasan tersebut, salah satunya aksi premanisme.

Terlebih marak aksi premanisme yang terjadi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat belakangan menjadi sorotan usai ramai di media sosial.

“Ada beberapa upaya seperti mendirikan posko bersama tiga pilar, TNI dan Polri serta Satpol PP,” kata Satriadi kepada Liputan6.com, Minggu (12/4/2026).

Satriadi menjelaskan, saat ini pihaknya masih menunggu laporan teknis dari jajaran di kawasan Tanah Abang terkait konsep dan titik lokasi pendirian posko tersebut.

Ia menegaskan, penanganan premanisme di DKI Jakarta tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Oleh karenanya, koordinasi lintas sektor terutama dengan pihak kepolisian menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan padat aktivitas seperti Tanah Abang.

“Ya memang kolaborasinya itu yang paling penting sih sebenarnya antara tiga pilar itu ya, kepolisian, Satpol PP, TNI, ya Dishub juga termasuk, Lurah, Camat, RT, RW semuanya ya harus sama-sama gitu loh,” ucapnya.

 

Gangguan Kamtibmas Tanah Abang

Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan. Antara.

Menurut dia, potensi gangguan ketertiban di kawasan Tanah Abang tergolong cukup tinggi. Pasalnya, kawasan tersebut merupakan pusat perdagangan besar dengan aktivitas masyarakat yang padat.

“Kalau Tanah Abang itu kan memang dia pusat perdagangan se-Asia Tenggara paling terbesar kan, di situ namanya proses niaga kan, pasti ada potensi-potensi ya kerawanan terhadap keamanan, ketertiban, itu pastilah paling tinggi di situ,” kata Satriadi.

Meski begitu, ia menilai kondisi keamanan di Jakarta secara umum masih relatif kondusif. Satpol PP, kata dia, terus mendorong upaya pencegahan gangguan ketertiban melalui sejumlah langkah meliputi patroli, koordinasi, serta peningkatan kesadaran masyarakat.

“Sebenarnya yang penting respons cepat kita sih, tapi ya antisipasi sebenarnya ya kembali lagilah kesadaran masyarakatnya yang harus ditingkatkan,” ujar dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya