Liputan6.com, Jakarta - Usaha ternak tidak berisik di rumah subsidi menjadi pilihan tepat untuk menambah penghasilan tanpa mengganggu lingkungan sekitar. Jenis ternak yang minim suara sangat cocok diterapkan di area dengan lahan terbatas dan jarak rumah yang berdekatan.
Selain itu, usaha ternak tidak berisik di rumah subsidi umumnya tidak membutuhkan modal besar dan bisa dijalankan dengan peralatan sederhana. Hal ini membuatnya ideal bagi pemula yang ingin memulai usaha dari rumah.
Advertisement
Dengan perawatan yang mudah dan permintaan pasar yang stabil, usaha ternak tidak berisik di rumah subsidi memiliki peluang keuntungan yang cukup menjanjikan sebagai usaha sampingan.
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang usaha ternak tidak berisik di rumah subsidi, Minggu (12/4/2026).
1. Budidaya Ikan Hias
Budidaya ikan hias seperti cupang dan guppy menjadi salah satu usaha ternak yang tidak berisik dan sangat cocok untuk rumah subsidi dengan lahan terbatas. Usaha ini bisa dilakukan hanya dengan menggunakan stoples atau akuarium kecil tanpa memerlukan alat tambahan yang menimbulkan suara.
Selain itu, ikan hias memiliki daya tarik visual yang tinggi sehingga banyak diminati oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga kolektor. Dengan perawatan yang relatif mudah dan modal awal sekitar Rp200.000–Rp500.000, usaha ini berpotensi memberikan keuntungan yang stabil jika dikelola dengan baik.
2. Budidaya Maggot BSF
Maggot Black Soldier Fly (BSF) merupakan pilihan usaha ternak yang tidak berisik sekaligus ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah organik sebagai pakan. Hal ini membuat biaya operasional menjadi sangat rendah bahkan hampir gratis.
Jika dikelola dengan benar, budidaya maggot tidak akan menimbulkan bau menyengat. Selain menghasilkan keuntungan, usaha ini juga membantu mengurangi sampah rumah tangga, sehingga sangat cocok untuk dijalankan di lingkungan perumahan.
3. Budidaya Cacing Sutra
Cacing sutra dikenal sebagai pakan ikan berkualitas tinggi karena kandungan nutrisinya yang lengkap. Budidaya ini tidak menimbulkan suara dan bisa dilakukan di wadah sederhana seperti ember, nampan, atau kolam kecil.
Perawatan cacing sutra tergolong mudah dan tidak membutuhkan banyak biaya. Selain itu, permintaan pasar yang terus ada membuat usaha ini cukup menjanjikan sebagai sumber penghasilan tambahan di rumah.
4. Ternak Kelinci
Kelinci merupakan hewan yang jinak, tidak berisik, dan mudah dipelihara, sehingga cocok untuk lingkungan rumah subsidi. Hewan ini bisa dimanfaatkan sebagai ternak pedaging maupun hewan peliharaan yang memiliki nilai jual.
Keunggulan lainnya adalah kemampuan berkembang biak yang cepat. Dalam satu kali kelahiran, kelinci bisa menghasilkan beberapa anak sekaligus, sehingga potensi keuntungan dapat meningkat dalam waktu relatif singkat.
5. Budidaya Jangkrik
Budidaya jangkrik memiliki peluang pasar yang luas karena banyak dibutuhkan sebagai pakan burung dan ikan. Meskipun menghasilkan suara, tingkat kebisingannya relatif ringan dan dapat diminimalkan dengan penempatan kandang yang tepat.
Perawatan jangkrik juga cukup mudah dan tidak memerlukan modal besar. Dengan manajemen yang baik, usaha ini bisa menjadi sumber penghasilan yang stabil tanpa mengganggu lingkungan sekitar.
6. Budidaya Lebah Klanceng (Tanpa Sengat)
Lebah klanceng merupakan jenis lebah tanpa sengat yang aman dan tidak menimbulkan suara bising. Usaha ini sangat cocok dijalankan di pekarangan rumah karena tidak mengganggu tetangga.
Hasil utamanya berupa madu, propolis, dan produk lain yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran. Dengan perawatan yang relatif mudah dan modal yang masih terjangkau, usaha ini memiliki potensi keuntungan jangka panjang.
7. Budidaya Ulat Hongkong
Ulat Hongkong menjadi salah satu sumber protein tinggi yang banyak digunakan sebagai pakan hewan. Budidaya ini tidak menghasilkan suara dan dapat dilakukan di wadah sederhana seperti kotak plastik atau ember.
Proses perawatannya cukup mudah, hanya perlu menjaga kebersihan dan ketersediaan pakan. Permintaan pasar yang stabil membuat usaha ini cocok untuk dijalankan di rumah sebagai usaha sampingan.
8. Budidaya Belut
Budidaya belut dapat dilakukan di lahan sempit dengan menggunakan drum atau kolam terpal, sehingga sangat cocok untuk rumah subsidi. Usaha ini tidak menimbulkan suara bising dan perawatannya relatif sederhana.
Belut memiliki nilai jual yang cukup tinggi karena banyak dikonsumsi dan dikenal memiliki kandungan gizi yang baik. Dengan pengelolaan yang tepat, usaha ini bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.
9. Ternak Bekicot atau Siput
Bekicot merupakan hewan yang tidak berisik dan mudah dipelihara di lingkungan rumah. Hewan ini hanya membutuhkan tempat yang lembap dan teduh untuk tumbuh dengan baik.
Pakan bekicot sangat sederhana, seperti daun dan sayuran, sehingga biaya operasionalnya rendah. Dengan pasar yang cukup luas, mulai dari konsumsi hingga bahan kosmetik, usaha ini menawarkan peluang keuntungan yang menarik dengan risiko yang minim.
Q & A Seputar Topik
Apakah memungkinkan beternak di rumah subsidi dengan lahan sempit?
Sangat memungkinkan, asalkan memilih ternak yang tidak membutuhkan banyak ruang, tidak berisik, minim bau, dan mudah dikontrol.
Apa saja jenis usaha ternak yang tidak berisik dan minim bau untuk rumah subsidi?
Beberapa ide usaha ternak yang tidak berisik dan minim bau antara lain budidaya ikan hias, maggot BSF, cacing sutra, kelinci, jangkrik, lebah madu tanpa sengat, ulat Hongkong, belut, dan bekicot/siput.
Bagaimana cara memastikan usaha ternak di rumah subsidi tidak mengganggu tetangga?
Kunci utamanya adalah memilih jenis ternak yang tidak berisik dan minim bau, menjaga kebersihan kandang secara rutin, serta berkomunikasi dengan pengurus RT/RW setempat sebelum memulai usaha.
Berapa modal awal yang dibutuhkan untuk usaha ternak di rumah subsidi?
Modal awal bervariasi tergantung jenis ternak, misalnya budidaya ikan hias sekitar Rp200.000-Rp500.000 dan lebah madu tanpa sengat sekitar Rp600.000 untuk 4 kotak sarang.