Liputan6.com, Washington, DC - Wahana antariksa milik NASA yang membawa empat astronaut berhasil mendarat di laut sesuai rencana pada Jumat (10/4/2026) di lepas pantai California, Amerika Serikat (AS). Keberhasilan ini menandai berakhirnya misi uji coba berawak mengelilingi Bulan, yang merupakan penerbangan manusia pertama di sekitar Bulan dalam lebih dari 50 tahun terakhir.
Komandan misi Reid Wiseman melaporkan bahwa seluruh awak—dirinya bersama Christina Koch, Victor Glover, dan Jeremy Hansen—berada dalam kondisi stabil dan aman.
Advertisement
"Mereka dalam kondisi sangat baik," ujar pejabat hubungan masyarakat NASA, Rob Navias, yang memandu siaran langsung kepulangan mereka seperti dikutip dari CNA.
Setelah sempat mengalami gangguan komunikasi singkat yang menegangkan saat proses masuk kembali ke atmosfer Bumi, suara Wiseman akhirnya kembali terdengar, menandakan para astronaut dalam kondisi aman.
"Kami dapat mendengar Anda dengan jelas," kata Wiseman setelah melakukan pemeriksaan suara dengan pusat kendali misi.
NASA bersama militer AS kemudian membantu para astronaut keluar dari kapsul yang mengapung di laut. Setelah itu, mereka akan diterbangkan ke kapal penjemput di Samudra Pasifik, dekat San Diego.
Dalam perjalanan kembali ke Bumi, wahana mencapai kecepatan lebih dari 30 kali kecepatan suara dan menghadapi suhu ekstrem yang mencapai sekitar setengah dari panas permukaan Matahari. Kondisi ini menjadi uji penting bagi pelindung panas (heat shield) kapsul Orion, yang sebelumnya sempat mengalami masalah dalam misi uji coba tanpa awak.
Namun, proses masuk kembali pada misi Artemis II berjalan lancar tanpa kendala.
"Ini adalah proses masuk dan pendaratan yang sempurna," kata Navias.
Administrator NASA Jared Isaacman juga menyebut perjalanan ini sebagai "misi yang sempurna".
"Kami kembali menjalankan misi pengiriman astronaut ke Bulan," ungkapnya, "dan ini baru awal dari rangkaian misi berikutnya."
Ia menegaskan, "Kami akan kembali melakukan ini secara rutin, mengirim misi ke Bulan hingga kami mendarat di sana pada 2028 dan mulai membangun pangkalan."
Perjalanan Bersejarah
Misi yang berlangsung sekitar 10 hari ini dimulai dengan peluncuran dramatis dari Florida pada 1 April.
Ini merupakan misi berawak pertama dalam program Artemis milik NASA yang bertujuan membangun kehadiran berkelanjutan di Bulan, termasuk rencana pembangunan pangkalan.
Tahap kedua program ini merupakan misi uji untuk memastikan keandalan kapsul Orion, yang sebelumnya belum pernah membawa manusia.
Dalam perjalanan tersebut, keempat astronaut mencetak rekor sebagai manusia yang melakukan perjalanan terjauh dari Bumi, yakni mencapai jarak 406.771 kilometer.
Selama menjelajahi ruang angkasa dalam dan mengelilingi Bulan, para astronaut mengambil ribuan foto yang menghasilkan kumpulan gambar menakjubkan yang memikat perhatian publik di Bumi.
Mereka juga menyaksikan gerhana Matahari serta hantaman meteorit di permukaan Bulan yang membuat para ilmuwan NASA terkesima.
Misi ini mencatat sejumlah pencapaian penting: Victor Glover menjadi orang kulit berwarna pertama yang terbang mengelilingi Bulan, Christina Koch menjadi perempuan pertama, dan Jeremy Hansen menjadi warga non-Amerika pertama yang melakukan perjalanan tersebut.
Uji Penting Pelindung Panas
Proses masuk kembali ke atmosfer menjadi sorotan utama setelah pada misi Artemis I tahun 2022—yang tidak berawak—terjadi erosi tak terduga pada pelindung panas kapsul Orion.
Untuk meminimalkan risiko, NASA mengubah jalur masuk kembali dibandingkan misi sebelumnya, setelah menyimpulkan bahwa lintasan sebelumnya turut menyebabkan masalah.
Para astronaut kali ini kembali ke Bumi melalui lintasan yang lebih curam dan lebih singkat. NASA, setelah berdiskusi dengan para astronaut, menilai pendekatan ini mampu menurunkan risiko ke tingkat yang dapat diterima.
Meski demikian, situasi ini sempat memicu kekhawatiran dan perbandingan dengan tragedi pesawat ulang-alik Challenger (1986) dan Columbia (2003), di mana para astronaut tewas setelah tanda-tanda bahaya diabaikan.
Namun pada akhirnya, misi Artemis II berhasil kembali ke Bumi dengan selamat, memberikan kelegaan bagi NASA, para astronaut, keluarga mereka, serta masyarakat luas.
Selanjutnya, kapsul Orion akan diperiksa secara menyeluruh untuk mengevaluasi kinerjanya selama misi.
Sementara itu, keluarga para astronaut menyaksikan kepulangan tersebut dari pusat kendali misi di Houston.