Liputan6.com, Jakarta - Mencari cara unik untuk mempercantik hunian sekaligus menghadirkan bahan makanan segar di dapur Anda? Konsep tanaman hias yang bisa dimakan menawarkan solusi inovatif yang semakin populer di kalangan pecinta berkebun dan kuliner. Tren ini memungkinkan Anda menggabungkan keindahan visual dengan manfaat praktis berupa sumber nutrisi dan cita rasa alami yang tak terduga.
Menanam tanaman hias yang bisa dimakan di pekarangan rumah atau dalam pot kini menjadi pilihan menarik, terutama bagi mereka yang ingin mengoptimalkan lahan terbatas. Selain mengurangi biaya belanja bahan makanan, memiliki tanaman-tanaman ini juga memastikan Anda mengonsumsi produk yang lebih segar dan bebas dari bahan kimia berbahaya, terutama jika ditanam secara organik.
Advertisement
Berikut ini telah Liputan6 ulas 17 jenis tanaman hias yang tidak hanya memanjakan mata tetapi juga lidah, lengkap dengan tips penting untuk konsumsi yang aman.
Bunga Hias Penuh Warna yang Lezat (Edible Flowers)
Bunga-bunga berikut ini tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi visual yang menawan, tetapi juga mampu menambah dimensi rasa dan aroma yang unik pada berbagai hidangan. Mengintegrasikan jenis tanaman hias yang bisa dimakan ini ke dalam masakan dapat menciptakan pengalaman kuliner yang berbeda dan lebih menarik.
1. Bunga Telang (Clitoria ternatea)
Tanaman rambat ini sangat dikenal karena bunganya yang berwarna biru cerah dan menarik. Bunga telang sering dimanfaatkan untuk menghasilkan pewarna alami yang indah pada minuman seperti teh, hidangan nasi seperti Nasi Kerabu, atau bahkan puding. Kehadirannya memberikan sentuhan warna eksotis yang memukau pada setiap sajian.
2. Mawar (Rosa)
Semua varietas mawar aman untuk dikonsumsi, menjadikannya pilihan yang serbaguna untuk dapur Anda. Kelopak mawar memiliki karakteristik rasa manis dan aroma yang khas, sering diolah menjadi sirup, selai, atau ditambahkan sebagai campuran dalam teh herbal. Ini memberikan sentuhan floral yang menenangkan dan mewah.
3. Kembang Sepatu (Hibiscus)
Kelopak bunga kembang sepatu menawarkan rasa asam yang menyegarkan, mirip dengan buah cranberry. Bunga ini sangat cocok untuk diolah menjadi teh dingin yang tidak hanya nikmat tetapi juga menyegarkan di kala cuaca panas. Minuman dari kembang sepatu juga dikenal kaya akan antioksidan.
4. Melati (Jasminum sambac)
Bunga melati yang berwarna putih dan beraroma khas ini sering digunakan untuk memberikan keharuman alami pada seduhan teh hijau. Selain itu, melati juga dapat menjadi penambah aroma yang lembut pada berbagai masakan penutup atau hidangan manis. Aroma khasnya memberikan sentuhan elegan pada kreasi kuliner.
5. Calendula (Marigold)
Dikenal juga sebagai "kunyit orang miskin," kelopak bunga calendula yang berwarna kuning cerah dapat memberikan warna alami pada masakan. Rasanya cenderung sedikit pedas dan pahit, menambah kompleksitas pada hidangan gurih maupun manis. Bunga ini juga memiliki khasiat obat tradisional.
6. Lavender
Tanaman lavender memiliki aroma yang sangat kuat dan khas, sehingga penggunaannya dalam kuliner biasanya dalam jumlah kecil. Bunga ini memberikan sensasi floral yang unik pada kue, roti, atau es krim, menciptakan pengalaman rasa yang berbeda dan mewah. Aroma lavendernya juga memberikan efek menenangkan.
7. Pansy
Bunga pansy yang kaya warna ini memiliki rasa yang ringan, menyerupai selada segar. Keindahannya menjadikannya pilihan yang sangat baik sebagai hiasan (garnish) yang cantik di atas kue atau salad. Pansy tidak hanya mempercantik tampilan tetapi juga menambahkan tekstur lembut pada hidangan.
8. Nasturtium
Tanaman nasturtium dikenal dengan rasa pedasnya yang khas, mirip dengan lobak atau selada air. Baik bunga maupun daunnya dapat dikonsumsi dan sangat cocok untuk ditambahkan pada salad guna memperkaya rasa dan memberikan sentuhan pedas yang menyegarkan. Nasturtium juga kaya akan vitamin C.
Daun dan Batang Hias Bernutrisi Tinggi
Selain bunga, beberapa tanaman hias yang bisa dimakan juga menawarkan daun dan batang yang lezat serta bergizi untuk meja makan Anda. Tanaman-tanaman ini dapat menjadi tambahan yang sehat dan menarik untuk berbagai resep masakan sehari-hari.
9. Krokot (Portulaca)
Krokot seringkali menjadi pilihan untuk memperindah taman karena bunganya yang berwarna-warni dan pertumbuhannya yang cepat. Daunnya kaya akan kandungan Omega-3 dan memiliki tekstur renyah yang sangat cocok untuk diolah menjadi tumisan, menjadikannya pilihan sehat dan lezat. Tanaman ini mudah tumbuh dan perawatannya sederhana.
10. Pegagan (Centella asiatica)
Tanaman merambat ini tumbuh rimbun di tanah atau dalam pot, menjadikannya penutup tanah yang cantik. Pegagan dikenal memiliki manfaat baik untuk daya ingat dan sangat enak dijadikan lalapan segar atau campuran dalam salad. Rasanya yang unik dan khasiat kesehatannya membuatnya populer.
11. Mint
Sebagai tanaman penutup tanah atau gantung, mint memiliki aroma yang sangat kuat dan menyegarkan. Daunnya merupakan bahan wajib untuk minuman segar, infused water, atau bahkan sebagai penghilang bau mulut alami. Berbagai varietas mint menawarkan nuansa aroma yang berbeda.
12. Sirih Merah
Selain tampil cantik sebagai tanaman rambat dengan motif daun perak-merah yang menarik, daun sirih merah juga memiliki khasiat obat. Daunnya dapat direbus dan airnya diminum untuk berbagai keperluan kesehatan tradisional. Tanaman ini sering digunakan dalam pengobatan herbal.
13. Basil (Kemangi Hias)
Beberapa varietas basil, seperti Purple Basil, memiliki warna ungu yang eksotis, menjadikannya dekorasi yang indah sekaligus bumbu masakan. Basil ini cocok untuk masakan Italia atau sebagai pelengkap dalam hidangan lokal seperti pepes. Aroma khasnya sangat menggugah selera.
14. Rosemary
Tanaman perdu ini memiliki daun berbentuk jarum yang sangat harum, menjadikannya pilihan yang menarik sebagai pagar rendah. Rosemary tidak hanya indah, tetapi juga merupakan bumbu utama yang sangat populer untuk masakan daging panggang. Aroma kuatnya memberikan cita rasa mediterania yang khas.
15. Bawang Kucai
Bawang kucai memiliki bunga ungu bulat yang menarik secara visual, menambah keindahan pada kebun mini Anda. Daunnya memberikan rasa bawang yang lembut dan ringan, sangat cocok untuk ditambahkan pada martabak telur atau sup. Tanaman ini mudah ditanam dan dirawat.
16. Seledri Jepang (Ashitaba)
Tanaman ini memiliki daun hijau segar yang tumbuh subur dan kaya akan nutrisi penting. Seledri Jepang sering diolah menjadi jus kesehatan atau tumisan, menjadikannya pilihan yang baik untuk mendukung gaya hidup sehat. Kandungan antioksidannya sangat tinggi.
17. Talas Hias (Keladi Sayur)
Beberapa jenis talas dengan corak daun yang indah juga menghasilkan umbi yang dapat dimakan. Penting untuk diingat bahwa umbi ini perlu diolah dengan benar untuk menghilangkan getah gatal sebelum dikonsumsi. Pengolahan yang tepat akan memastikan umbi aman untuk dinikmati.
Panduan Aman Mengonsumsi Tanaman Hias
Agar pengalaman Anda dalam mengonsumsi tanaman hias yang bisa dimakan tetap aman dan menyenangkan, ada beberapa tips penting yang perlu diperhatikan. Memastikan keamanan konsumsi adalah kunci untuk mendapatkan manfaat maksimal dari tanaman-tanaman ini.
Pastikan Organik
Sangat disarankan untuk tidak mengonsumsi tanaman hias yang baru dibeli dari toko bunga, karena kemungkinan besar telah disemprot dengan pestisida kimia. Cara terbaik adalah menanam sendiri menggunakan pupuk organik seperti kompos dari limbah dapur. Ini menjamin produk yang Anda konsumsi bebas dari bahan berbahaya.
Kenali Jenisnya dengan Tepat
Pastikan Anda menanam dan mengonsumsi varietas tanaman yang benar-benar aman dan dapat dimakan. Beberapa tanaman hias mungkin memiliki tampilan yang serupa dengan varietas yang dapat dimakan, namun sebenarnya beracun. Lakukan identifikasi yang cermat sebelum mengonsumsi untuk menghindari risiko.
Cuci Bersih
Selalu cuci setiap bagian tanaman yang akan dikonsumsi di bawah air mengalir sebelum diolah. Hal ini sangat penting, terutama jika tanaman ditanam di area yang mudah dijangkau oleh hewan peliharaan, untuk menghilangkan kotoran atau kontaminan lainnya. Mencuci bersih adalah langkah dasar kebersihan pangan.
QnA: Tanaman Hias yang Bisa Dimakan
1. Apa sebenarnya tanaman hias yang bisa dimakan itu?
Tanaman hias yang bisa dimakan adalah tanaman yang memiliki dua fungsi sekaligus: mempercantik ruangan dan bisa dikonsumsi. Biasanya, tanaman ini memang sudah dikenal dalam dunia kuliner atau pengobatan tradisional, hanya saja tampilannya yang cantik membuatnya juga populer sebagai dekorasi.
2. Kenapa tidak semua tanaman hias boleh dimakan?
Karena banyak tanaman hias mengandung zat beracun sebagai mekanisme perlindungan alami. Artinya, meskipun terlihat indah, tidak berarti aman untuk dikonsumsi. Inilah yang membuat pentingnya pengetahuan dasar sebelum mencoba mengonsumsi tanaman hias, karena kesalahan kecil bisa berdampak serius bagi kesehatan.
3. Apakah tanaman hias yang bisa dimakan lebih sehat dibanding sayuran biasa?
Tidak selalu lebih sehat, tapi sering kali memiliki keunggulan tertentu. Misalnya, beberapa bunga atau daun hias mengandung antioksidan tinggi atau senyawa alami yang memberi efek relaksasi. Namun, secara umum, manfaatnya tetap sebanding dengan sayuran lain jika dilihat dari kebutuhan nutrisi harian.
4. Bagaimana cara memastikan tanaman hias aman untuk dimakan?
Kuncinya ada pada identifikasi dan cara penanaman. Tanaman harus benar-benar dikenali jenisnya, bukan hanya berdasarkan tampilan. Selain itu, tanaman yang akan dikonsumsi sebaiknya ditanam sendiri atau berasal dari sumber yang jelas, karena tanaman hias yang dijual bebas sering terpapar pestisida atau bahan kimia.
5. Apakah semua bagian tanaman hias yang bisa dimakan itu aman?
Tidak. Dalam banyak kasus, hanya bagian tertentu yang aman. Ada tanaman yang bunganya bisa dimakan, tetapi daunnya tidak. Bahkan dalam satu tanaman yang sama, bisa ada bagian yang bermanfaat dan bagian lain yang justru berbahaya. Jadi, pemahaman detail sangat penting sebelum mengonsumsinya.