Ruang Ganti Real Madrid Memanas: Konflik Alvaro Arbeloa vs Raul Asencio, Alarm Bahaya?

Konflik Alvaro Arbeloa dan Raul Asencio memanaskan ruang ganti Real Madrid. Performa tim menurun, isu internal jadi ancaman serius musim ini.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 09 April 2026, 22:30 WIB
Raul Asencio mengontrol bola dalam pertandingan Liga Champions antara Kairat Almaty dan Real Madrid di Stadion Ortalyk, Almaty, Kazakhstan, Selasa, 30 September 2025. (AP Photo/Alikhan Sariyev)

Liputan6.com, Jakarta - Situasi Real Madrid musim 2025/2026 tidak sepenuhnya stabil. Performa tim di lapangan mulai menunjukkan penurunan yang mengkhawatirkan.

Di tengah tekanan hasil, muncul isu internal yang memperkeruh keadaan. Hubungan antara pelatih Alvaro Arbeloa dan bek muda Raul Asencio menjadi sorotan.

Ketegangan ini muncul di momen krusial. Real Madrid tengah berjuang menjaga konsistensi di La Liga dan Liga Champions.

Kondisi ruang ganti kini menjadi perhatian utama. Stabilitas internal menjadi faktor penting dalam menjaga performa tim.

Kasus Asencio membuka sisi lain dari dinamika skuad. Ini bukan sekadar soal taktik, tetapi juga manajemen pemain.


Akar Konflik: Ketidakpuasan dan Keputusan Kontroversial

Bek Real Madrid, Raul Asencio, keluar lapangan usai dikartu merah di laga lawan Pachuca di Piala Dunia Antarklub 2025, Senin (23/06/2025). (AP Photo/Chris Carlson)

Raul Asencio sudah enam laga beruntun tidak bermain. Padahal, kondisi fisiknya dilaporkan dalam keadaan fit. Terakhir kali ia tampil adalah saat melawan Celta Vigo pada 6 Maret. Setelah itu, namanya hilang dari lapangan.

Sumber masalah muncul dari keputusan Arbeloa. Ia tidak memainkan Asencio saat menghadapi Manchester City di Liga Champions.

Arbeloa lebih memilih duet Antonio Rudiger dan Dean Huijsen. Keputusan ini memicu ketidakpuasan dari Asencio.

Asencio merasa layak menjadi starter. Ia sebelumnya bermain dalam kondisi tidak ideal demi membantu tim.

Situasi semakin memanas saat Asencio mundur dari laga melawan Elche. Ia berdalih mengalami masalah otot. Keputusan itu membuat Arbeloa frustrasi. Ia harus memainkan Rudiger yang kondisinya juga belum sepenuhnya fit.

Konflik pun tak terhindarkan. Arbeloa bahkan meminta Asencio meminta maaf kepada tim atas sikapnya.


Damai di Permukaan, Risiko Masih Mengintai

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, memantau situasi dari bangku cadangan sebelum leg kedua play-off Liga Champions melawan Benfica di Santiago Bernabeu, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Setelah ketegangan memuncak, Asencio akhirnya meminta maaf. Ia melakukannya secara terbuka di depan rekan setim. Langkah ini meredakan konflik. Arbeloa kembali memasukkan namanya ke dalam skuad.

Namun, Asencio belum kembali bermain. Ia hanya menjadi cadangan saat melawan Mallorca dan Bayern Munchen.

Hal ini menimbulkan pertanyaan baru. Apakah masalah benar-benar selesai atau hanya mereda sementara?

Situasi ini menunjukkan adanya retakan di dalam tim. Konflik kecil bisa berdampak besar pada performa kolektif. Apalagi, Real Madrid sedang dalam tekanan hasil.

Di luar lapangan, Asencio juga menghadapi masalah serius. Kasus hukum yang menjeratnya turut memengaruhi situasi. Jika tidak dikelola dengan baik, konflik ini bisa menjadi bom waktu. Real Madrid butuh stabilitas, bukan bara di ruang ganti.

Sumber: Madrid Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya