Thierry Henry Kritik Kartu Merah Pau Cubarsi di Liga Champions: Tidak, Tidak, Tidak!

Thierry Henry kritik kartu merah Pau Cubarsi saat Barcelona kalah dari Atletico Madrid.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 09 April 2026, 21:42 WIB
Bek Barcelona, Pau Cubarsi, mendapatkan kartu merah dari wasit Istvan Kovacs saat menghadapi Atletico Madrid di leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026 di Camp Nou, Kamis (9/4/2026) dini hari WIB. (Lluis GENE / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Kontroversi kartu merah yang diterima Pau Cubarsi dalam laga antara Barcelona dan Atletico Madrid terus menjadi sorotan termasuk dari Thierry Henry. Insiden tersebut terjadi pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026.

Keputusan wasit mengusir Cubarsi menjadi titik balik pertandingan. Barcelona akhirnya kalah dengan skor 0-2 di Camp Nou.

Bermain dengan sepuluh orang membuat keseimbangan tim tuan rumah runtuh. Atletico Madrid mampu mengontrol ritme dan memanfaatkan situasi tersebut.

Kontroversi ini memicu banyak reaksi dari berbagai kalangan. Salah satu suara paling berpengaruh datang dari legenda sepak bola, Thierry Henry.

Mantan penyerang Barcelona itu secara terbuka mengkritik keputusan wasit. Ia menilai kartu merah tersebut tidak tepat dalam konteks pertandingan.


Thierry Henry Pertanyakan Keputusan Wasit

Legenda sepak bola asal Prancis, Thierry Henry, kini aktif sebagai pundit sepak bola dunia. (Frederic J. Brown / AFP)

Thierry Henry menyampaikan pandangannya saat tampil di CBS Sports. Ia langsung menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap keputusan tersebut.

“Tidak, tidak, tidak… menurut saya, itu bukan kartu merah. Maaf. Saya mengerti aturannya. Pemain terakhir, menggagalkan peluang mencetak gol, tetapi Anda harus melihat situasinya," ucap Thierry Henry.

“Bola tidak sepenuhnya terkendali, sudutnya tidak sempurna dan masih ada jarak ke gawang. Apakah kita yakin dia akan mencetak gol? Saya tidak yakin,” bantahnya.

Henry menilai bahwa situasi tersebut tidak memenuhi kriteria peluang emas. Ia menekankan pentingnya konteks dalam mengambil keputusan.

Menurutnya, keputusan tidak bisa hanya didasarkan pada posisi pemain sebagai bek terakhir. Faktor kontrol bola dan sudut serangan juga harus diperhitungkan.


Dampak Besar dari Satu Keputusan Krusial

Bek Barcelona, Pau Cubarsi, mencoba melewati penjagaan pemain Atletico Madrid pada lanjutan Liga Spanyol 2025/2026 di Stadio Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu (5/4/2026) dini hari WIB. (Pierre-Philippe MARCOU / AFP)

Lebih jauh, Henry menyoroti dampak besar dari kartu merah tersebut. Ia menilai keputusan itu mengubah arah pertandingan secara drastis.

“Menurut saya, itu kartu kuning, bukan kartu merah. Karena begitu dia dikeluarkan, seluruh jalannya pertandingan berubah.

“Dan di Liga Champions, Anda harus 100% yakin. Saya rasa wasit terlalu cepat dalam hal itu,” pungkasnya.

Bermain dengan sepuluh pemain membuat Barcelona kehilangan struktur permainan. Atletico Madrid dengan cepat memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.

Sumber: Barca Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya