Liputan6.com, Jakarta - Bitcoin (BTC) masih diperdagangkan turun 43% dari level tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di USD 126.800 atau Rp 2,16 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.090). Hal ini meski terjadi pemulihan sementara pengumuman gencatan senjata Amerika Serikat (AS)-Iran pada 7 April 2026.
Mengutip Yahoo Finance, Kamis (9/4/2026), sejumlah penambang bitcoim terkemuka antara lain MARA Holdings dan Bitdeer telah melepas bitcoin dalam beberapa bulan terakhir. Langkah perusahaan penambangan bitcoin melepas bitcoin seiring melihat daya tarik kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Advertisement
Perusahaan-perusahaan ini memiliki infrastruktur yang siap, dan penurunan harga bitcoin hanya mendorong perusahaan tersebut beralih ke operasi AI.
Selain MARA Holdings dan Bitdeer, penambang bitcoin lain telah mengumumkan penjualan bitcoin besar-besaran dalam upayanya untuk beralih ke AI dan memangkas pinjaman.
Cango Inc menjual 2.000 bitcoin pada Maret 2026. Cango merupakan perusahaan penambangan bitcoin dengan operasi yang tersebar di Amerika Utara, Timur Tengah, Amerika Selatan dan Afrika Timur. Pada 8 April 2026, perusahaan merilis laporan operasional Maret dan mengungkapkan telah menjual 2.000 bitcoin bulan lalu.
Cango mengatakan bahwa penjualan strategis tersebut dilakukan untuk mengurangi pinjaman berbasis Bitcoin yang belum lunas. Per 31 Maret, total saldo pinjaman berbasis Bitcoin yang belum lunas adalah USD 30,6 juta dengan 1025,69 Bitcoin di kas perusahaan.
Cango menyebutkan, langkah ini secara signifikan memperkuat neraca perusahaan setelah investasi ekuitas sebesar USD 65 juta dari para pemimpin perusahaan dan obligasi konversi sebesar USD 10 juta dari DL Holdings.
Langkah-langkah ini memberikan landasan keuangan yang kuat untuk beralih ke energi dan infrastruktur AI seperti yang direncanakan.
Cango juga menginformasikan mereka mengurangi biaya produksi Bitcoin menjadi USD 68.215,82 per koin pada Maret, turun 19,3% dari USD 84.552 per koin pada kuartal keempat 2025.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
MARA Holdings Jual 15.133 Bitcoin, Nilainya Segini
Sebelumnya, MARA Holdings mengumumkan telah menjual 15.133 bitcoin (BTC) senilai USD 1,1 miliar atau Rp 18,61 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.920). Mara Holdings memakai dana hasil penjualan BTC untuk melunasi obligasi senior konvertibel yang jatuh tempo pada 2030 dan 2031.
Mengutip Yahoo Finance, Jumat, (27/3/2026), penjualan BTC yang dilakukan Mara Holdings itu terjadi pada 4 Maret dan 25 Maret, berdasarkan sebuah pernyataan.
Hal ini menyusul revisi kebijakan pada 3 Maret di mana MARA memperluas strategi manajemen aset digital untuk mengizinkan penjualan bitcoin yang dipegang dalam neraca keuangannya melampaui kebijakan sebelumnya yang membatasi penjualan hanya pada produksi yang baru ditambang.
Pada saat perubahan kebijakan itu, penambang bitcoin memegang 53.822 BTC dengan 28% dari total itu diaktifkan di bawah pengaturan pinjaman dan jamiinan.
Hasilkan Penghematan
MARA menyatakan telah menandatangani perjanjian pembelian kembali yang dinegosiasikan secara pribadi untuk membeli kembali pokok obligasi konvertibel 0,00% senilai USD 367,5 juta yang jatuh tempo pada 2030 seharga USD 322,9 juta dan pokok obligasi konvertibel 0,00% senilai USD 633,4 juta yang jatuh tempo pada tahun 2031 seharga USD 589,9 juta. Pembelian kembali tersebut diharapkan akan selesai pada 30 Maret dan 31 Maret.
Menurut pernyataan tersebut, transaksi tersebut menghasilkan penghematan tunai sebesar USD 88,1 juta sebelum biaya transaksi, yang mewakili diskon 9% dari nilai nominal. Setelah pembelian kembali, pokok obligasi 2030 senilai USD 632,5 juta dan pokok obligasi 2031 senilai USD 291,6 juta masih beredar.
"Transaksi ini meningkatkan fleksibilitas keuangan dan menambah pilihan strategis seiring kami berekspansi melampaui penambangan bitcoin murni ke energi digital dan infrastruktur AI/HPC," kata CEO MARA, Fred Thiel, dalam pernyataan tersebut.
MARA membukukan kerugian bersih sebesar USD 1,7 miliar pada kuartal keempat, berbalik dari laba bersih sebesar USD 528,3 juta pada tahun sebelumnya. Perusahaan mengatakan kerugian tersebut disebabkan oleh perubahan negatif sebesar USD 1,5 miliar pada nilai wajar aset digital karena harga bitcoin turun sekitar 30% pada kuartal tersebut. Pendapatan turun 6% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi USD 202,3 juta.