Pemuda di Surade Sukabumi Jadi Korban Begal, Dihantam Kayu Saat Cuci Motor

Seorang pelajar asal Kecamatan Bantargadung menjadi korban aksi pencurian dengan kekerasan (curas) saat sedang mencuci sepeda motornya di area persawahan.

oleh Fira SyahrinDiterbitkan 07 April 2026, 21:00 WIB
Ilustrasi begal motor. (Dok. Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Nasib malang dialami Farid (20), seorang pelajar asal Kecamatan Bantargadung. Ia menjadi korban aksi begal saat sedang mencuci sepeda motornya di area persawahan Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Minggu (5/4/2026).

Peristiwa bermula sekitar pukul 17.30 WIB. Saat asyik membersihkan motor Honda miliknya di pinggir jalan setapak dekat persawahan, Farid tiba-tiba didatangi dua orang tak dikenal yang berboncengan motor Honda Vario perak.

Kapolsek Surade, AKP Ade Hendra, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Petugas sudah mendatangi lokasi kejadian, membuat laporan polisi, memeriksa sejumlah saksi, serta mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut,” ujar AKP Ade Hendra, dikonfirmasi Selasa (7/4/2026).

Insiden itu berlangsung cepat, tanpa peringatan, salah satu pelaku langsung mengayunkan balok kayu ke arah kepala Farid.

Meski sempat menangkis pukulan kedua dan memberikan perlawanan dengan tangan kosong, korban akhirnya memilih lari menyelamatkan diri untuk menghindari serangan lebih lanjut.

Dalam sekejap, pelaku menggasak motor Honda bernopol F 3777 UCM milik korban dan kabur ke arah Pasar Surade. Akibat kejadian ini, Farid menderita luka memar di kepala serta luka lecet di tangan. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 25 juta.

Saat ini, Kepolisian Sektor Surade tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk memburu kedua pelaku.

 

Warga Diminta Waspada

AKP Ade juga meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berada di lokasi yang sepi.

“Kami masih melakukan pendalaman kasus ini. Masyarakat juga kami imbau agar lebih berhati-hati, khususnya ketika berada di tempat yang sepi,” terang dia.

Insiden ini sempat memicu kekhawatiran warga sekitar, mengingat aksi kriminalitas tersebut terjadi pada sore hari di jalur yang biasanya cukup sering dilalui masyarakat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya