Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung prihatin terhadap kejadian pembegalan yang dialami oleh petugas pemadam kebakaran (damkar) di sekitar kawasan Gambir, Jakarta Pusat (Jakpus).
Dia meminta Satpol PP DKI segera mengambil langkah koordinasi dan melaporkan kejadian itu kepada aparat penegak hukum.
Advertisement
“Saya baru mendengar ini, tetapi kalau memang betul ada petugas Damkar yang dikeroyok oleh begal dan preman ya, yang ada di Gambir, maka saya minta untuk Satpol PP memberikan support bantuan dan juga melaporkan kepada aparat penegak hukum,” kata Pramono di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (7/4/2026).
Pramono juga mengecam tindakan kekerasan yang semena-mena tersebut. Ia menekankan agar kejadian seperti itu tidak boleh terjadi kembali, terlebih terhadap petugas yang tengah menjalankan tugas pelayanan publik.
“Yang seperti ini tidak boleh terjadi karena ini main hakim sendiri. Apa pun negara kita adalah negara hukum,” ujarnya.
Diketahui video viral menunjukkan gerombolan begal beraksi di Jalan KH Hasyim Ashari, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat. Korban, pegawai Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) dihajar batu hingga alami luka parah.
Akibat insiden ini, sepeda motor dan ponselnya korban juga raib dibawa kabur oleh pelaku. Aksi pembegalan sempat terekam kamera CCTV dan videonya viral di media sosial. Dalam rekaman, korban berkemeja lengan panjang sempat melawan pelaku hingga terjatuh.
Korban terlihat berlari menghindari pelaku lain yang mengejar dengan sepeda motor. Salah satu pelaku bahkan mengarahkan motor ke arah korban. Tak lama terjadi perkelahian, hingga akhirnya sepeda motor korban dibawa kabur.
Korban diketahui atas nama Bimo Margo Hutomo (29). Korban diserang begal saat pulang dari rumah temannya pada Kamis, 2 April 2026 sekitar pukul 04.30 WIB.
Kronologi Damkar Dibegal di Gambir
Video viral menunjukkan gerombolan begal beraksi di Jalan KH Hasyim Ashari, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat. Korban, pegawai Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) dihajar batu hingga alami luka parah.
Akibat insiden ini, sepeda motor dan ponselnya korban juga raib dibawa kabur oleh pelaku. Aksi pembegalan sempat terekam kamera CCTV dan videonya viral di media sosial. Dalam rekaman, korban berkemeja lengan panjang sempat melawan pelaku hingga terjatuh.
Korban terlihat berlari menghindari pelaku lain yang mengejar dengan sepeda motor. Salah satu pelaku bahkan mengarahkan motor ke arah korban. Tak lama terjadi perkelahian, hingga akhirnya sepeda motor korban dibawa kabur.
Plt Kanit Reskrim Gambir Iptu Heri Moko membenarkan kejadian ini. Korban atas nama Bimo Margo Hutomo (29). Dia menjelaskan kronologinya. Korban diserang saat pulang dari rumah temannya pada Kamis, 2 April 2026 sekitar pukul 04.30 WIB.
korban dipepet pelaku saat melintas di lokasi. Serangan demi serangan dilancarkan tanpa ampun oleh para pelaku.
"Lalu pelaku menendang korban hingga terjatuh dan korban ditendang serta dipukul dengan batu di TKP, kemudian sepeda motor dan handphoen korban dibawa kabur oleh pelaku," kata Heri kepada wartawan, Selasa (7/4/2026).
Bawa Kabur Motor
Pelaku kemudian membawa kabur motor dan ponsel milik korban. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di kepala, lecet di wajah, serta luka di pergelangan tangan. Polisi langsung membawa korban ke RS Tarakan untuk mendapatkan pertolangan medis.
"Kerugian satu unit ponsel Samsung S20 Plus, 1 unit ponsel Samsung A55, dan 1 Unit Sepeda Motor Honda Scoopy tahun 2020 warna merah hitam," ujar dia.
Polisi telah melakukan cek TKP awal untuk memburu pelaku. "Kasus ditangani Polsek Gambir dan Satreskrim Polres Metro Jakpus," ucapnya.