David Raya Buka Suara soal Keputusan Mikel Arteta di Final Carabao Cup

David Raya buka suara soal keputusan Mikel Arteta di final Carabao Cup. Ia tetap profesional dan siap membantu Arsenal bangkit.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 07 April 2026, 16:51 WIB
Kiper Arsenal, David Raya memberikan tepuk tangan setelah laga Liga Europa 2023/2024 melawan Atalanta di Atleti Azzurri d'Italia stadium, Bergamo, Italia, Jumat (20/09/2024) WIB. (AP Photo/Antonio Calanni)

Liputan6.com, Jakarta - David Raya akhirnya angkat bicara terkait keputusan Mikel Arteta yang mencadangkannya di final Carabao Cup. Ia mengaku hanya bisa menerima keputusan tersebut demi kepentingan tim.

Kiper asal Spanyol itu sebelumnya menjadi salah satu pemain paling konsisten Arsenal musim ini. Namun, ia tidak dimainkan saat kekalahan dari Manchester City di Wembley.

Arteta memilih menurunkan Kepa Arrizabalaga dalam dua laga terakhir. Keputusan itu diambil saat Arsenal menghadapi Manchester City dan Southampton.

Hasilnya tidak berjalan sesuai harapan, dengan Arsenal menelan dua kekalahan beruntun. Situasi tersebut membuat tekanan terhadap tim semakin meningkat.


Sikap Profesional Raya

Kiper Arsenal, David Raya mengumpan bola ke rekannya saat laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan Aston Villa di Villa Park, Birmingham, Inggris, Sabtu (24/08/2024) malam WIB. (AFP/Adrian Dennis)

Raya menegaskan bahwa keputusan pelatih adalah hal yang harus dihormati oleh setiap pemain. Ia memilih tetap mendukung tim meski tidak berada di lapangan.

Menurutnya, peran sebagai rekan setim tetap penting dalam situasi seperti ini. Ia berusaha menjaga kebersamaan di dalam skuad.

"Ini adalah bagian dari sepak bola. Terkadang Anda dimainkan, terkadang tidak," ujar Raya.

"Anda harus tetap ada untuk rekan setim Anda, dan untuk Kepa dalam situasi ini. Pelatih yang menentukan siapa yang bermain dan tidak, dan kami sudah terbiasa dengan keputusan seperti itu," lanjut Raya.


Respons Tim Usai Kekalahan

Apalagi, gol kedua Wolves terjadi pada menit injury time babak kedua yang berawal dari blunder David Raya. (AFP/Paul Ellis)

Raya juga menyoroti suasana di dalam tim setelah dua hasil buruk yang dialami. Ia menilai tidak banyak yang perlu dibicarakan setelah kekalahan tersebut.

Menurutnya, para pemain sudah memahami standar yang harus dijaga. Fokus utama adalah tetap solid sebagai tim.

"Setelah pertandingan melawan Man City, kami pergi dan dia tetap di sini. Setelah Southampton tidak banyak yang bisa dikatakan," kata Raya.

"Tim memahami standar yang kami tetapkan, jadi tidak ada pembicaraan panjang. Anda hanya berusaha menjadi rekan setim yang baik seperti yang kami lakukan," sambung Raya.


Fokus Bangkit di Laga Berikutnya

Pemain Arsenal David Raya, Martin Odegaard, Bukayo Saka, Ben White dan Declan Rice (kiri ke kanan melakukan selebrasi setelah memenangkan adu penalti pada pertandingan sepak bola leg kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Porto FC di Emirates Stadium, London utara, 12 Maret 2024. (Adrian DENNIS/AFP)

Arsenal kini bersiap menghadapi pertandingan penting berikutnya. Raya menilai setiap laga adalah kesempatan untuk memperbaiki keadaan.

Ia percaya timnya memiliki mentalitas untuk bangkit dari situasi sulit. Fokus penuh kini diarahkan ke pertandingan selanjutnya melawan Sporting CP di Liga Champions.

"Saya pikir setiap pertandingan adalah kesempatan dan pertandingan berikutnya adalah besok," ujar Raya.

"Akan ada pembicaraan tentang dua kekalahan, tetapi kami harus melihatnya sebagai kesempatan untuk menunjukkan siapa kami, dan ini adalah momen besar bagi tim," tutup Raya.

Sumber: Metro


Persaingan Sengit di Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya