Barcelona Tak Boleh Gampang Emosi Saat Hadapi Atletico Madrid

Barcelona bertemu dengan Atletico Madrid dalam laga leg pertama babak perempat finalLiga Champions, Kamis (9/4/2026) dini hari WIB.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 07 April 2026, 15:30 WIB
Lamine Yamal berjuang mengontrol bola dalam laga Liga Spanyol antara Barcelona vs Atletico Madrid di Camp Nou, 3 Desember 2025. (AP Photo/Joan Monfort)

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona dijadwalkan kembali bentrok dengan Atletico Madrid dalam laga krusial Liga Champions. Kedua tim akan saling berhadapan pada leg pertama babak perempat final yang berlangsung Kamis (9/4/2026) dini hari WIB.

Duel ini semakin memperpanjang catatan pertemuan sengit antara Barcelona dan Atletico sepanjang musim berjalan. Sebelumnya, kedua tim sudah empat kali saling berhadapan di ajang La Liga maupun Copa del Rey.

Intensitas pertemuan yang cukup sering itu membuat rivalitas kian memanas. Pelatih Barcelona, Hansi Flick, mulai mengambil langkah pencegahan agar faktor emosional tidak menjadi bumerang bagi timnya dalam laga penting tersebut.


Flick Ingatkan Pemain Soal Kontrol Emosi

Pelatih Barcelona asal Jerman, Hans-Dieter Flick, berbicara dengan penyerang Barcelona asal Spanyol nomor punggung 19, Lamine Yamal, dalam pertandingan Liga Spanyol antara Club Atletico de Madrid dan FC Barcelona di Stadion Metropolitano, Madrid, pada 16 Maret 2025. (OSCAR DEL POZO/AFP)

Berdasarkan laporan media Spanyol AS, rangkaian pertemuan Barcelona dan Atletico musim ini meninggalkan ketegangan yang terasa di antara para pemain kedua kubu. Kondisi itu dinilai berpotensi memicu konflik di atas lapangan.

Flick memandang situasi tersebut sebagai ancaman serius. Ia khawatir para pemain Barcelona kehilangan kendali emosi dalam pertandingan yang menentukan langkah menuju semifinal Liga Champions.

Untuk itu, ia memberikan arahan tegas kepada skuadnya jelang laga. Para pemain diminta untuk menghindari konfrontasi langsung dengan pemain Atletico Madrid selama pertandingan berlangsung.

Instruksi tersebut diberikan guna meminimalkan risiko kartu kuning maupun sanksi lain yang bisa merugikan tim dalam fase krusial kompetisi.


Insiden Terbaru Jadi Alarm

Barcelona dapat keuntungan jumlah pemain setelah Nicolas Gonzalez diganjar kartu merah oleh wasit akibat pelanggaran keras kepada Lamine Yamal. (AP Photo/Bernat Armangue)

Flick secara khusus menyoroti kejadian pada laga akhir pekan lalu. Dalam pertandingan tersebut, Fermin Lopez menerima kartu kuning usai terlibat ketegangan dengan Koke dan Giuliano Simeone.

Insiden itu bermula dari pelanggaran terhadap Dani Olmo yang kemudian memicu reaksi dari sejumlah pemain. Situasi tersebut langsung mendapat perhatian serius dari Flick di tepi lapangan.

Pelatih asal Jerman itu kemudian memutuskan menarik Fermin saat jeda turun minum. Langkah itu diambil untuk mencegah sang pemain kembali terpancing emosi dan memperkeruh situasi di lapangan.

Keputusan tersebut dinilai penting mengingat Fermin berada dalam posisi rawan akumulasi kartu. Jika kembali menerima kartu kuning, ia akan absen pada leg kedua perempat final Liga Champions.

Laga di Metropolitano akhir pekan lalu juga diwarnai ketegangan lain. Ferran Torres sempat terlibat adu argumen dengan pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, di area pinggir lapangan.

Berbagai insiden tersebut menjadi pelajaran penting bagi Barcelona. Flick berharap timnya tetap fokus pada permainan dan tidak terpancing provokasi saat menjalani laga fase gugur yang penuh tekanan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya