Dana Asing Kabur dari Indonesia, Net Sell Saham dan SBN Tembus Rp 45,14 Triliun

Investor asing membukukan net sell di pasar saham sebesar Rp 23,34 triliun secara bulanan (month to month).

oleh Tira SantiaDiterbitkan 06 April 2026, 14:44 WIB
Berdasarkan data perdagangan RTI Business, IHSG melemah 8,0 persen ke level 7.654,66. Tampak dalam foto, pengunjung berfoto di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tekanan global yang meningkat sepanjang Maret 2026 memicu arus keluar dana asing secara besar-besaran dari pasar keuangan domestik.

Investor non-residen tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) dalam jumlah signifikan, baik di pasar saham maupun Surat Berharga Negara (SBN).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa investor asing membukukan net sell di pasar saham sebesar Rp 23,34 triliun secara bulanan (month to month).

"Investor asing tercatat membukukan net sale di pasar saham senilai Rp 23,34 triliun month to month. Dengan tercatat lonjakan jual oleh investor asing yang disebabkan adanya transaksi di pasar negosiasi pada sejumlah saham di bursa efek," kata Hasan dalam RDKB OJK Maret 2026, Senin (6/4/2026).

Aksi jual ini turut berkontribusi terhadap pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi cukup dalam sepanjang Maret 2026.Lonjakan net sell tersebut antara lain dipengaruhi oleh adanya transaksi dalam jumlah besar di pasar negosiasi pada sejumlah saham di Bursa Efek.

Kondisi ini mencerminkan sikap wait and see investor global yang cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko di negara berkembang.

 

Dana Asing Keluar dari Pasar SBN

Karyawan berjalan di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Tidak hanya di pasar saham, arus keluar dana asing juga terjadi di pasar obligasi pemerintah. Investor non-residen mencatatkan net sell di pasar SBN sebesar Rp 21,80 triliun sepanjang Maret 2026.

"Seiring peningkatan persepsi risiko akibat terjadinya ketidakpastian global, investor non-residen membukukan net sale di pasar SBN sebesar Rp 21,80 triliun month to month," ujarnya.

Aksi ini sejalan dengan meningkatnya persepsi risiko global yang mendorong investor untuk mengalihkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya