Mengenal Ciri Kurma Israel dan Alasan di Balik Seruan Boikotnya

Meningkatnya kesadaran konsumen memicu perhatian terhadap ciri kurma Israel, terutama saat Ramadan. Pahami tanda-tanda produk ini dan konteks boikot global yang

oleh Fitriyani Puspa SamodraDiterbitkan 06 April 2026, 11:00 WIB
Ilustrasi kurma. (Dok. Pixabay/Pictavio)

Liputan6.com, Jakarta - Kurma merupakan buah yang sangat populer, terutama saat bulan Ramadan. Namun, di tengah meningkatnya kesadaran konsumen, muncul perhatian khusus terhadap ciri kurma Israel. Banyak orang kini mulai lebih teliti dalam memilih produk, termasuk mengetahui asal-usul kurma yang dikonsumsi.

Memahami ciri kurma Israel bukan hanya soal kualitas buah, tetapi juga berkaitan dengan isu ekonomi, politik, dan kemanusiaan. Sejumlah kampanye global mendorong konsumen untuk lebih kritis dalam membeli produk, termasuk kurma impor.

Liputan6.com akan mengulas secara lengkap bagaimana mengenali ciri-ciri kurma asal Israel serta alasan mengapa produk ini menjadi objek boikot di berbagai negara, Senin (6/4/2026)

Ciri Kurma Israel yang Perlu Diketahui

Bendera Israel berkibar di dekat Gerbang Jaffa di Kota Tua Yerusalem (20/3). Gerbang Jaffa adalah sebuah portal yang dibuat dari batu yang berada dalam deret tembok bersejarah Kota Lama Yerusalem. (AFP Photo/Thomas Coex)

Mengenali ciri kurma Israel sebenarnya tidak terlalu sulit jika Anda mengetahui beberapa karakteristik utama yang sering disebut dalam berbagai sumber, termasuk kampanye boikot internasional dan panduan konsumen.

1. Umumnya Berjenis Medjool (Jumbo)

Salah satu ciri kurma Israel yang paling menonjol adalah jenisnya. Kurma dari Israel umumnya merupakan varietas Medjool, yang dikenal sebagai kurma jumbo.

Menurut informasi dari situs boikot internasional (boicotisrael.net), kurma Medjool memiliki karakter:

  • Ukuran lebih besar dibanding kurma biasa
  • Tekstur daging tebal dan lembut
  • Warna cenderung lebih gelap
  • Harga relatif lebih mahal

Israel disebut sebagai salah satu produsen utama kurma Medjool di dunia, bahkan sebagian besar produksinya diekspor ke pasar internasional, terutama Eropa.

2. Label Asal Produk pada Kemasan

Ciri kurma Israel berikutnya bisa dikenali dari label pada kemasan. Biasanya tertulis:

  • “Made in Israel”
  • “Produce of Israel”
  • “Jordan Valley”

Namun, menurut laporan dari Sumud.fi, terdapat kasus di mana produsen mencantumkan label yang menyesatkan, misalnya produk dari wilayah pendudukan tetap dilabeli sebagai produk Israel.

Karena itu, konsumen disarankan untuk lebih teliti dan bahkan bertanya langsung kepada penjual jika asal produk tidak jelas.

3. Barcode Awal 729

Dalam kampanye BDS Australia (bdsaustralia.net.au), disebutkan bahwa salah satu ciri kurma Israel adalah barcode yang diawali dengan angka 729, yang merupakan kode negara Israel.

Ini menjadi salah satu cara cepat untuk mengidentifikasi produk di supermarket.

4. Nama Merek dan Perusahaan Ekspor

Beberapa perusahaan besar yang mengekspor kurma Israel antara lain:

  • Hadiklaim
  • Mehadrin
  • Carmel-Agrexco

Produk mereka sering dipasarkan dengan berbagai merek seperti:

  • Jordan River
  • King Solomon
  • Carmel
  • Red Sea

Menariknya, menurut boicotisrael.net, nama merek ini kerap berubah untuk menghindari boikot konsumen.

5. Distribusi Luas di Supermarket

Ciri kurma Israel lainnya adalah ketersediaannya yang luas di berbagai toko, mulai dari pasar tradisional hingga supermarket besar. Bahkan, beberapa produk juga dijual sebagai kurma organik di toko khusus.

Mengapa Kurma Israel Diboikot?

apa arti boikot ©Ilustrasi dibuat AI

Selain memahami ciri kurma Israel, penting juga mengetahui alasan di balik gerakan boikot yang berkembang secara global. Berikut penjelasan berdasarkan berbagai sumber terpercaya.

1. Terkait Permukiman Ilegal di Wilayah Palestina

Menurut boicotisrael.net, sebagian besar kurma Israel diproduksi di wilayah permukiman ilegal di Tepi Barat (West Bank), termasuk wilayah yang diakui secara internasional sebagai bagian dari Palestina.

Permukiman ini dianggap melanggar hukum internasional. Produksi kurma dari wilayah tersebut memberikan pemasukan besar yang digunakan untuk mendukung keberlanjutan permukiman tersebut.

2. Sumber Pendapatan Besar bagi Israel

Data dari Sumud.fi menyebutkan bahwa ekspor kurma Israel mencapai ratusan juta dolar per tahun. Bahkan:

  • Pada 2012, ekspor kurma mencapai 45 juta euro ke Uni Eropa
  • Pada 2022, nilainya mencapai sekitar 225 juta dolar

Pendapatan ini menjadi salah satu sumber ekonomi penting, termasuk bagi permukiman ilegal.

3. Dugaan Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Menurut laporan Human Rights Watch (dikutip dalam bdsaustralia.net.au), industri pertanian di permukiman Israel juga dikaitkan dengan:

  • Eksploitasi pekerja Palestina
  • Upah rendah di bawah standar minimum
  • Kondisi kerja yang berbahaya
  • Dugaan penggunaan tenaga kerja anak

Hal ini menjadi salah satu alasan utama seruan boikot dari berbagai organisasi internasional.

4. Manipulasi Label Asal Produk

Sumud.fi juga mengungkap bahwa beberapa perusahaan pernah tertangkap memalsukan atau memanipulasi label asal produk. Misalnya, kurma dari wilayah pendudukan dilabeli sebagai “produk Israel”.

Hal ini membuat konsumen sulit membedakan produk yang berasal dari wilayah yang dipermasalahkan.

5. Dampak Lingkungan dan Sumber Daya Air

Produksi kurma di wilayah pendudukan juga dikaitkan dengan masalah lingkungan. Disebutkan bahwa:

  • Israel menguasai sekitar 80% sumber air di wilayah tersebut
  • Pertanian kurma menggunakan air dalam jumlah besar
  • Hal ini menyebabkan kekurangan air bagi masyarakat Palestina

Selain itu, pembukaan lahan untuk perkebunan kurma menyebabkan kerusakan ekosistem dan hilangnya keanekaragaman hayati.

6. Bagian dari Gerakan BDS Global

Sejak tahun 2005, muncul gerakan internasional bernama Boycott, Divestment, and Sanctions (BDS). Kampanye ini terinspirasi dari gerakan anti-apartheid di Afrika Selatan.

Tujuannya adalah:

  • Menekan Israel agar mematuhi hukum internasional
  • Menghentikan pelanggaran hak asasi manusia
  • Mendorong keadilan bagi rakyat Palestina

Boikot kurma menjadi salah satu bentuk aksi konsumen dalam gerakan ini.

FAQ Seputar Kurma Israel

1. Apa ciri kurma Israel yang paling mudah dikenali?

Ciri paling mudah adalah ukuran besar (Medjool), label “Made in Israel”, dan barcode yang diawali angka 729.

2. Apakah semua kurma Medjool berasal dari Israel?

Tidak. Kurma Medjool juga diproduksi di negara lain seperti Yordania, Amerika Serikat, dan Maroko. Namun, Israel adalah salah satu produsen utamanya.

3. Mengapa penting mengetahui ciri kurma Israel?

Karena berkaitan dengan pilihan etis konsumen, terutama bagi yang ingin menghindari produk yang terkait dengan isu tertentu.

4. Apakah semua produk dari Israel pasti bermasalah?

Tidak semua, namun beberapa produk—terutama dari wilayah pendudukan—menjadi fokus kritik internasional.

5. Bagaimana cara memastikan kurma yang dibeli bukan dari Israel?

Periksa label, barcode, dan tanyakan langsung kepada penjual jika informasi tidak jelas.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya