Gabriel Martinelli Lolos dari Sanksi Tambahan Usai Dorong Wasit, FA Dinilai Kehilangan Momen Tegas

Gabriel Martinelli dipastikan terhindar dari hukuman tambahan dari FA usai insiden mendorong wasit dalam laga Piala FA Southampton vs Arsenal.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 06 April 2026, 09:46 WIB
Gabriel Martinelli dan Noni Madueke dari Arsenal merayakan gol selama pertandingan putaran ketiga Piala FA antara Portsmouth dan Arsenal di Portsmouth, Inggris, Minggu, 11 Januari 2026. (AP Photo/Kin Cheung)

Liputan6.com, Jakarta - Penyerang Arsenal, Gabriel Martinelli, dipastikan terhindar dari hukuman tambahan dari FA usai insiden mendorong wasit dalam laga Piala FA kontra Southampton.

Dalam pertandingan yang berakhir dengan kekalahan mengejutkan 1-2 bagi Arsenal di St Mary’s, Martinelli sempat melakukan kontak fisik dengan wasit Sam Barrott pada menit ke-94.

Insiden terjadi saat sang pemain berusaha mengambil tendangan bebas dengan cepat, namun justru mendorong lengan sang pengadil lapangan.

Wasit Barrott langsung memberikan kartu kuning kepada Martinelli atas aksinya tersebut. Karena keputusan sudah diambil di lapangan, laporan menyebut FA tidak akan menjatuhkan sanksi tambahan kepada pemain asal Brasil itu.


Kritik Tajam: Harusnya Kartu Merah

Selebrasi Gabriel Martinelli dalam laga Arsenal vs Olympiakos di Liga Champions, Kamis (2/10/2025). (AP Photo/Kin Cheung)

Keputusan tersebut menuai kritik, salah satunya dari mantan wasit Premier League, Mark Halsey. Ia menilai tindakan Martinelli sudah melewati batas dan seharusnya berujung kartu merah langsung.

Halsey menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi pemain yang menyentuh, apalagi mendorong wasit. Menurutnya, tindakan tersebut mencerminkan sikap tidak hormat terhadap perangkat pertandingan.

"Sekarang saya minta maaf, Gabriel Martinelli menunjukkan ketidak уваan total terhadap wasit Sam Barrott dalam situasi itu.

"Meskipun Sam mengeluarkan kartu kuning, bagi saya itu kartu merah. Anda tidak boleh menyentuh wasit, apalagi mendorongnya. Anda harus melihat ke seluruh negeri, ke mana-mana, Sabtu dan Minggu di mana kita memiliki wasit lapangan lokal yang keluar dan memimpin pertandingan mereka. Pesan apa yang disampaikan hal itu kepada wasit lapangan lokal kita?"

Ia juga menyoroti dampak lebih luas dari insiden tersebut, terutama bagi para wasit di level akar rumput. Halsey menilai keputusan hanya memberikan kartu kuning bisa memberikan contoh buruk bagi sepak bola secara keseluruhan.


Desakan Bertindak dari Komunitas Wasit

Gabriel Martinelli sudah menjadi pemain kunci Arsenal di bawah asuhan Mikel Arteta. Martinelli memakai nomor punggung 11 di Arsenal sejak musim 2021/2022. Kalau ingin mencoba nomor baru pada musim depan, Martinelli mungkin memakai nomor 10. (Glyn KIRK / AFP)

Organisasi pendukung wasit, Ref Support UK, turut angkat suara. Mereka menilai FA seharusnya tidak membiarkan insiden seperti ini berlalu tanpa tindakan lanjutan.

Menurut mereka, sudah terlalu banyak kasus pemain yang melakukan kontak fisik terhadap wasit. Jika tidak ditindak tegas, hal ini dikhawatirkan akan menjadi preseden buruk dan terus berulang di masa depan.

Ini bukan kali pertama Martinelli lolos dari potensi hukuman tambahan musim ini. Sebelumnya, ia juga sempat menjadi sorotan setelah mendorong pemain Conor Bradley dalam laga melawan Liverpool.

Dalam insiden tersebut, Bradley yang tengah mengalami cedera bahkan terdorong keluar lapangan. Meski mendapat kecaman, Martinelli kembali terhindar dari sanksi lanjutan.


Malam Buruk Arsenal

Ekspresi skuad Arsenal termasuk Kepa Arrizabalaga dalam laga versus Southampton di FA Cup 2025/2026, Minggu (5/4/2026). (AP Photo/Dave Shopland)

Kontroversi ini semakin melengkapi malam kelam bagi Arsenal. Kekalahan dari Southampton memastikan langkah mereka terhenti di Piala FA, sekaligus mengubur ambisi meraih treble musim ini.

Sebelumnya, The Gunners juga gagal di final Carabao Cup jelang jeda internasional. Harapan bangkit di Piala FA justru berakhir pahit, setelah gol telat dari Shea Charles memastikan kemenangan tuan rumah.

Southampton kini melaju ke semifinal dan akan menghadapi Manchester City di Wembley. Sementara itu, Arsenal harus mengalihkan fokus mereka ke kompetisi Premier League dan Liga Champions untuk menyelamatkan musim.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya