AC Milan Butuh Striker Murni, Leao Bukan Solusi Ideal

Andriy Shevchenko nilai AC Milan butuh striker murni. Rafael Leao dinilai bukan penyerang tengah ideal di tengah persaingan Scudetto.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 05 April 2026, 20:44 WIB
Pemain AC Milan, Rafael Leao, mencetak gol melalui titik penalti dalam pertandingan Serie A antara Parma dan AC Milan di Parma, Italia, Sabtu, 8 November 2025. (Massimo Paolone/LaPresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Andriy Shevchenko memberi komentar tajam terkait lini depan AC Milan. Legenda Rossoneri asal Ukraina itu menilai penggunaan Rafael Leao sebagai striker bukan solusi ideal.

Pendapat tersebut muncul di tengah upaya AC Milan menjaga peluang dalam perebutan gelar Liga Italia musim ini. Eks striker Rossoneri itu juga menilai tim masih berada di bawah rival utama dalam perburuan Scudetto.

Dalam wawancara terbaru, Shevchenko memberikan analisis mendalam soal taktik, peran pemain, hingga peluang AC Milan hingga akhir musim. Ia menekankan pentingnya keseimbangan tim dibanding eksperimen posisi.


Leao Dinilai Bukan Striker Alami

Andriy Shevchenko memenangkan penghargaan Ballon d'Or usai membawa AC Milan meraih gelar Liga Italia dan Super Coppa Italia pada musim 2003/2004. Ia juga tercatat sebagai pencetak gol terbanyak di Serie A. Saat itu, nilai transfernya masih mencapai 25,2 juta euro. (AFP/Paco Serinelli)

Shevchenko menegaskan bahwa Leao bukanlah penyerang tengah murni meski sempat dimainkan di posisi tersebut. “Menurut saya, Leao bukan striker. Penyerang tengah bukan peran alaminya,” ujarnya.

Ia mengakui keputusan itu merupakan kebutuhan tim dan pelatih, tapi hasilnya belum konsisten. Dalam beberapa laga, Leao tampil baik, tapi di pertandingan lain, performanya belum stabil.

Shevchenko juga menekankan bahwa perubahan posisi membutuhkan waktu adaptasi yang tidak singkat. Ia meminta publik melihat komitmen pemain dalam membantu tim, bukan hanya hasil instan.


Adaptasi dan Mentalitas Jadi Kunci

Penyerang AC Milan, Rafael Leao, tampak kesal ketika ditarik keluar saat bersua Lazio pada laga pekan ke-29 Serie A di Stadio Olimpico, Roma, Senin (16/03/2026) dini hari WIB. (AFP/Alberto PIZZOLI)

Shevchenko menilai sikap Leao tetap harus dijaga meski mengalami kesulitan dalam peran baru. Ia menegaskan bahwa kesalahan dalam pertandingan adalah hal wajar selama pemain menunjukkan kemauan kuat.

“Dia bisa membuat kesalahan, itu tidak masalah, tetapi dia tidak boleh kehilangan sikap,” kata Shevchenko. Ia menambahkan bahwa Leao saat ini menjadi satu-satunya opsi realistis di posisi tersebut.

Terkait reaksi emosional Leao saat ditarik keluar dalam laga kontra Lazio, Shevchenko memakluminya. Situasi serupa pernah dialaminya saat masih aktif bermain.


Peluang Scudetto dan Kebutuhan Striker Baru

Rafael Leao dari AC Milan berduel dengan Manuel Akanji dari Inter Milan dalam laga Serie A di Milan, Italia, Minggu, 23 November 2025. (AP Photo/Antonio Calanni)

Dalam persaingan gelar, Shevchenko menilai Inter Milan masih lebih unggul dibanding AC Milan. Kedalaman skuad dan kualitas pemain menjadi faktor pembeda utama.

Meski begitu, ia tetap melihat musim AC Milan berjalan positif sejauh ini. Kemenangan penting atas Torino dinilai menjadi momentum kebangkitan setelah kekalahan sebelumnya.

Shevchenko menegaskan peluang masih terbuka jika AC Milan mampu menjaga jarak poin. Namun, ia menilai Inter saat ini lebih difavoritkan untuk mempertahankan posisi puncak.

Selain itu, kebutuhan akan striker murni kembali menjadi perhatian jelang bursa transfer musim panas. AC Milan sedang mempertimbangkan sejumlah nama untuk memperkuat lini depan mereka.

Sumber: Sempre Milan


Klasemen Serie A/Liga Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya