Taktik Cerdik Mallorca: Bongkar Kelemahan Kylian Mbappe, Real Madrid Tumbang 1-2!

Mallorca kalahkan Real Madrid 2-1 dengan eksploitasi kelemahan Mbappe. Taktik cerdas ini jadi kunci kemenangan di La Liga.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 05 April 2026, 16:14 WIB
Ekspresi Kylian Mbappe di laga Real Mallorca vs Real Madrid. (AP Photo/Jose Breton)

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid mengalami kekalahan mengejutkan di pekan ke-30 La Liga. Mereka tumbang 1-2 dari Mallorca pada Sabtu (5/4) malam WIB di Stadion Mallorca Son Moix.

Hasil ini menjadi pukulan serius bagi tim asuhan Alvaro Arbeloa. Posisi mereka kini semakin tertinggal dalam perburuan gelar.

Madrid terpaut tujuh poin dari Barcelona. Situasi ini membuat tekanan terhadap tim semakin besar.

Sorotan utama tertuju pada Kylian Mbappe. Ia kembali menjadi starter setelah absen selama 42 hari.

Namun, kehadirannya justru membuka celah yang berhasil dimanfaatkan Mallorca. Ini menjadi titik krusial dalam jalannya pertandingan.


Eksploitasi Sisi Mbappe Jadi Kunci Mallorca

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, gagal menghindarkan timnya dari kekalahan 1-2 kontra Mallorca pada laga pekan ke-30 La Liga di Estadi Mallorca Son Moix, Sabtu (04/04/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Jose Breton)

Mallorca tampil dengan pendekatan taktis yang jelas. Mereka menargetkan sisi permainan Mbappe sejak awal.

Menurut laporan Diario SPORT, Mbappe memiliki kontribusi pressing yang rendah. Data Cadena SER memperkuat hal tersebut.

Situasi ini dimanfaatkan Mallorca dengan membangun serangan dari sisi tersebut. Mereka menciptakan keunggulan jumlah pemain secara konsisten.

Gol pembuka menjadi contoh nyata. Minimnya pergerakan dari lini depan Madrid membuat struktur tim rapuh.

Maffeo mendapatkan ruang bebas. Ia mampu mengeksploitasi celah tanpa tekanan berarti dari lini depan Madrid.


Masalah Struktur dan Peran Mbappe di Lini Depan

Kylian Mbappe dari Real Madrid (tengah) mengambil tendangan bebas dalam laga La Liga antara Real Madrid dan Mallorca di Madrid, Sabtu, 30 Agustus 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Selain aspek defensif, Mbappe juga belum maksimal secara ofensif. Ia hanya mencatat xG sebesar 0,55 dari tiga percobaan.

Dua dari tiga tembakannya bahkan berhasil diblok. Ini menunjukkan efektivitas yang belum optimal.

Masalah lain muncul dari kombinasi dengan Vinicius Junior. Keduanya cenderung bergerak ke sisi kiri.

Akibatnya, area tengah sering kosong. Madrid kehilangan ancaman utama di depan gawang lawan.

Kehadiran Jude Bellingham tidak cukup menutup celah tersebut. “Trinitas Suci” Madrid gagal memberikan dampak signifikan.

Kini Arbeloa menghadapi tantangan besar. Ia harus segera menemukan keseimbangan tim jelang laga krusial melawan Bayern Munich.

Sumnber: MadridUniversal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya