Cristian Chivu Tak Khawatir Performa Inter Menurun, Tetap Percaya Jelang Duel Kontra Roma

Cristian Chivu tetap percaya Inter meski performa menurun jelang lawan Roma. Ia menilai timnya punya karakter kuat untuk bangkit.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 04 April 2026, 22:06 WIB
Pelatih Inter Milan Cristian Chivu memberi instruksi kepada para pemainnya saat laga Serie A/Liga Italia antara Inter vs Genoa di Milan, Italia, Sabtu, 28 Februari 2026. (AP Photo/Antonio Calanni)

Liputan6.com, Jakarta - Cristian Chivu menegaskan dirinya tidak khawatir dengan performa Inter Milan yang tengah menurun. Ia tetap percaya timnya mampu bangkit jelang laga penting melawan AS Roma.

Inter mengalami penurunan performa dalam beberapa pertandingan terakhir. Keunggulan mereka di puncak klasemen Serie A kini terpangkas menjadi enam poin.

Dalam tiga laga terakhir, Inter gagal meraih kemenangan setelah kalah dari AC Milan dan bermain imbang melawan Atalanta serta Fiorentina. Hasil tersebut menjadi perhatian menjelang fase akhir musim.

Selain itu, Inter juga bermain imbang tanpa gol di leg pertama semifinal Coppa Italia dan tersingkir dari Liga Champions oleh Bodo Glimt. Meski begitu, Chivu tetap menunjukkan keyakinan penuh terhadap skuadnya.


Chivu Tidak Khawatir dengan Timnya

Pelatih Inter Milan Cristian Chivu bereaksi saat laga play-off Liga Champions antara Inter vs Bodo/Glimt di San Siro, Milan, Italia, Selasa, 24 Februari 2026. (AP Photo/Luca Bruno)

Chivu menilai para pemain Inter memiliki kualitas tidak hanya secara teknis, tetapi juga secara mental. Ia menyebut pengalaman tim menjadi faktor penting dalam menghadapi situasi sulit.

Menurutnya, para pemain sudah terbiasa bangkit dari tekanan dalam beberapa musim terakhir. Hal itu membuatnya tetap optimistis meski hasil belum maksimal.

"Saya bekerja dengan para juara hebat dari sisi manusia," ujar Chivu.

"Mereka telah menunjukkan itu kepada saya musim ini dan musim-musim sebelumnya, di mana mereka selalu bangkit dan terus berjuang," lanjutnya.


Kekecewaan Adalah Bagian dari Permainan

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu bereaksi di laga melawan Liverpool di Liga Champions, 10 Desember 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Chivu menekankan bahwa kegagalan adalah hal yang tidak terpisahkan dari sepak bola. Ia meminta timnya untuk menerima situasi tersebut dan fokus pada respons yang diberikan.

Ia juga menyoroti pentingnya karakter serta rasa hormat terhadap klub dan suporter. Hal itu menjadi fondasi dalam menghadapi tekanan.

"Mereka belajar bahwa menjadi bagian dari tim terkadang berarti Anda jatuh dan tidak mencapai tujuan, tetapi yang penting adalah bagaimana Anda bereaksi dan karakter yang Anda tunjukkan," kata Chivu.

"Kekecewaan adalah bagian dari permainan dan kami harus menerimanya. Saya tidak khawatir. Mereka telah menunjukkan diri mereka sebagai sosok dengan nilai dan kualitas sejak saya datang," tambahnya.


Roma Juga dalam Situasi Tidak Stabil

Hakan Calhanoglu dari Inter Milan berjabat tangan dengan pelatih Cristian Chivu saat meninggalkan lapangan akibat cedera dalam laga Liga Champions, 10 Desember 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Di sisi lain, Roma juga menghadapi periode yang tidak konsisten dalam beberapa laga terakhir. Mereka hanya meraih satu kemenangan dari empat pertandingan terakhir di Serie A.

Selain itu, Roma juga tersingkir dari Liga Europa setelah kalah dari Bologna. Situasi ini membuat persaingan menuju zona Liga Champions semakin ketat.

"Tim sebenarnya bermain baik dalam beberapa pertandingan terakhir, dengan kondisi fisik dan mental yang bagus, tetapi itu tidak selalu menghasilkan kemenangan," ujar Gasperini.

"Dua pertandingan Liga Europa melawan Bologna tidak berjalan beruntung bagi kami. Sekarang kami berada di fase akhir, jadi kami harus bekerja lebih keras karena margin kesalahan semakin kecil," tutupnya.

Sumber: FotMob


Persaingan Sengit di Liga Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya