Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang mengira pola makan sehat cukup dengan memilih makanan bergizi atau mengikuti tren superfood. Padahal, kunci nutrisi optimal tidak hanya terletak pada jenis makanan, tapi juga pada bagaimana makanan tersebut dikombinasikan.
Kombinasi makanan tertentu terbukti dapat membantu tubuh menyerap dan memanfaatkan zat gizi secara lebih maksimal. Dengan cara sederhana ini, manfaat nutrisi yang masuk ke dalam tubuh bisa meningkat tanpa harus mengubah pola makan secara drastis.
Advertisement
Senior Director, Worldwide Nutrition Education and Training Herbalife, Susan Bowerman, MS, RD, CSSD, menjelaskan, ilmu gizi modern telah lama mengakui pentingnya kombinasi makanan.
"Salah satu cara paling mudah adalah dengan mengombinasikan berbagai jenis makanan sehat secara beragam dan tidak mengonsumsi jenis makanan yang sama setiap hari," kata Susan.
Lebih lanjut, ahli gizi bersertifikat di bidang nutrisi olahraga, obesitas, dan manajemen berat badan ini menambahkan,"Selain itu, terdapat beberapa kombinasi makanan spesifik yang memberikan manfaat lebih besar dibandingkan jika dikonsumsi secara terpisah."
Berikut lima kombinasi makanan sehat yang bisa membantu penyerapan nutrisi lebih optimal:
1. Sayuran Berwarna + Lemak Sehat
Sayuran berwarna seperti bayam, wortel, paprika, dan tomat mengandung karotenoid, yaitu antioksidan yang baik untuk tubuh. Namun, zat ini bersifat larut lemak, sehingga penyerapannya akan lebih optimal jika dikonsumsi bersama lemak sehat.
Kamu bisa menambahkan minyak zaitun pada salad, mencampurkan alpukat ke dalam smoothie, atau menaburkan kacang dan biji-bijian pada sayuran matang.
Kombinasi ini membantu tubuh menyerap antioksidan secara maksimal, sehingga manfaatnya lebih terasa.
2. Vitamin C + Zat Besi
Zat besi sangat penting untuk membantu distribusi oksigen dan metabolisme energi. Namun, zat besi dari sumber nabati (non-heme) cenderung lebih sulit diserap tubuh.
"Di sinilah peran vitamin C. Nutrisi ini mampu meningkatkan penyerapan zat besi secara signifikan," kata Susan.
Contohnya:
- Tambahkan tomat ke dalam masakan
- Kombinasikan bayam dengan buah jeruk
- Campurkan stroberi dalam sereal atau oatmeal
"Kombinasi ini sangat penting, terutama bagi mereka yang menjalani pola makan berbasis nabati," tambahnya.
3. Teh Hijau + Vitamin C
Teh hijau dikenal kaya akan katekin, yaitu antioksidan yang baik untuk melawan radikal bebas. Namun, kata Susan, penyerapan katekin bisa lebih optimal jika dikombinasikan dengan vitamin C.
Cara mudahnya:
- Tambahkan perasan lemon ke dalam teh hijau
- Konsumsi bersama buah seperti stroberi, kiwi, atau jeruk
"Gerakan kecil seperti menambahkan vitamin C dapat meningkatkan manfaat antioksidan dari makanan atau minuman yang kita konsumsi," ujar Susan.
Kombinasi ini tidak hanya menyehatkan tapi juga membantu menjaga daya tahan tubuh.
4. Vitamin D + Kalsium
Vitamin D berperan penting dalam membantu tubuh menyerap kalsium, yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang dan fungsi otot.
Sumber vitamin D antara lain ikan berlemak seperti salmon dan makarel, serta telur. Sementara kalsium bisa diperoleh dari sayuran hijau, produk susu, atau minuman fortifikasi.
Contoh kombinasi:
- Salad sayuran hijau dengan ikan panggang
- Telur orak-arik dengan bayam
- Dengan menggabungkan keduanya, tubuh dapat memanfaatkan kalsium secara lebih efektif.
5. Protein + Serat
Protein dan serat adalah dua nutrisi penting yang membantu memberikan rasa kenyang lebih lama sekaligus mendukung kesehatan pencernaan.
Namun, banyak orang belum memenuhi kebutuhan keduanya dalam pola makan sehari-hari.
Beberapa kombinasi yang bisa dicoba:
- Smoothie protein dengan buah beri
- Salad sayuran dengan ayam, tahu, atau kacang-kacangan
- Yogurt dengan tambahan buah dan biji-bijian
- Kombinasi ini tidak hanya sehat tapi juga membantu menjaga energi tetap stabil sepanjang hari.
Pada akhirnya, nutrisi yang baik bukan tentang aturan yang rumit atau mengejar satu jenis makanan tertentu. Yang terpenting adalah konsistensi dalam memenuhi kebutuhan tubuh.
"Setiap individu memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda. Tujuannya bukan kesempurnaan, melainkan konsistensi dalam memilih makanan yang seimbang," pungkas Susan.