Liputan6.com, Jakarta - Kondisi disabilitas fisik bawaan lahir seperti Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) atau lebih dikenal dengan kaki pengkor sebetulnya dapat diperbaiki dengan operasi.
Seperti dialami Intan, pasien CTEV yang hidup dengan kaki pengkor selama 21 tahun dan akhirnya memutuskan untuk memperbaiki bentuk kakinya supaya dapat berjalan dengan baik.
Advertisement
“Saya mengalami cacat dari kandungan (bawaan lahir), kaki bengkok kanan kiri, dan saya memutuskan untuk operasi, saya datang ke beberapa rumah sakit dan ke beberapa dokter juga,” kata Intan di Jakarta, Kamis (4/2/2026).
“Tindakan pada 4 Desember 2024, Alhamdulillah saat ini saya sudah bisa jalan seperti orang lain,” tambah perempuan asal Aceh itu.
Upaya perbaikan bentuk kaki Intan tak lepas dari kiprah dokter spesialis ortopedi Alfa Januar Krista. Seorang dokter spesialis tulang yang mendalami bedah kaki dan pergelangan kaki.
“Pasien ini kena suatu kelainan namanya CTEV, kalau nama awamnya kaki pengkor. Memang dari lahir pasien ini mengalami bengkok pada kedua kaki dan pasien ini selama 21 tahun berjalan dengan kedua punggung kakinya,” kata dokter yang bertugas di Primaya Hospital Bekasi Timur dalam kesempatan yang sama.
“Pasien dari Aceh, kemudian dirujuk ke beberapa tempat dan akhirnya ke Bekasi Timur,” tambahnya.
Kaki Pengkor Pengaruhi Psikis Intan
Alfa mengenang saat pertama kali bertemu dengan Intan. Menurutnya, Intan cenderung pendiam karena kaki pengkor membuat psikisnya tak baik-baik saja.
“Pasien datang ke saya, hanya diam saja. Jadi pasien ini indikasinya, karena kesulitan berjalan, kesakitan, sering jatuh, jadi memengaruhi mental dan psikologisnya, diam sendiri di kamar, merenung, tidak percaya diri. Bahkan, dari kecil diolok-olok oleh temannya,” kenang Alfa.
Operasi pun dilakukan secara bertahap, mulai dari kaki kiri. Diperlukan operasi besar dan rekonstruksi pada seluruh urat dan jaringan lunak karena sudah mengalami perubahan bentuk dan memendek.
“Kemudian, tulangnya juga kita lakukan pemotongan, kita rekonstruksi, kita bentuk sehingga pasien bisa menapak, jalan tanpa nyeri dan bisa beraktivitas seperti biasa.”
Sembilan bulan kemudian, operasi dilakukan kembali pada kaki kanan dan kini sudah dalam proses pemulihan.
Alfa menambahkan, sebetulnya, jika kaki pengkor ditangani sejak dini atau sejak usia anak, maka tindakannya kerap tidak memerlukan operasi besar. Bisa dengan pemasangan gips secara bertahap sambil dipantau perkembangannya. Jika pun tidak dapat ditangani dengan gips, maka operasi pun hanya berupa pembedahan minimal.