Sejumlah Pasien RS Siloam Manado Dievakuasi ke Markas Korem Saat Gempa Bitung

Gempa bumi magnitudo 7,6 terdeteksi di wilayah Kota Bitung, Sulawesi Utara, Kamis pagi (2/4/2026) dan membuat pasien di RS Siloam Manado dievakuasi.

oleh Yoseph IkanubunDiterbitkan 02 April 2026, 13:30 WIB
Danrem 131 Santiago Manado Brigjen TNI Martin SM Turnip saat memberikan keterangan kepada wartawan di gedung KONI Sulut pada, Kamis pagi (2/4/2026). (Liputan6.com/Yoseph Ikanubun)

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi magnitudo 7,6 terdeteksi di wilayah Kota Bitung, Sulawesi Utara, Kamis pagi (2/4/2026). Guncangannya terasa hingga ke Kota Manado, yang membuat sejumlah pasien di RS Siloam Manado Dievakuasi ke Markas Korem 131 Santiago, Manado.

"Seperti biasa, sekitar pukul 6.30 Wita saya sudah di kantor, melakukan aktivitas olahraga. Saat kejadian (gempa) pukul 06.48 Wita, goyang benar," ujar Komandan Korem (Danrem) 131 Santiago Manado Brigjen TNI Martin SM Turnip kepada wartawan di gedung KONI Sulut pada, Kamis (2/4/2026) pagi.

Dia menuturkan, akibat guncangan gempa itu, puing-puing pecahan kaca dari RS Siloam jatuh di depan Korem 131 Santiago Manado. Diketahui, letak Markas Korem tepat di depan RS Siloam Manado.

"Ada juga coran dinding jatuh ke bawah. Ini membuat warga di rumah sakit itu panik. Beberapa pasien di bawa ke depan Markas Korem," tutur Martin.

Dia mengatakan, proses evakuasi sejumlah pasien itu bejalan lancar dan berlada di Markas Korem sebentar saja. Setelah getaran gempa mereda, pasien dibawa kembali ke rumah sakit.

"Sebentar saja, sekitar 10 - 15 menit dibawa kembali ke rumah sakit," terang Martin.

 

Gempa Bumi di Bitung

Penampakan kerusakan Gedung KONI Manado usai diguncang gempa Bitung Magnitudo 7,6. (Liputan6.com/ Yosep Ikanubun)

Diberitakan sebelumnya, gempa bumi magnitudo 7,6 terdeteksi di wilayah Kota Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026) pagi. Guncangannya terasa hingga ke Kota Manado, yang membuat seorang warga melompat dari gedung berlantai 2.

"Ada satu warga atas nama Riny Parlan, pemilik Studio Pelangi. Dia melompat dari lantai dua gedung itu, saat gempa mengguncang Kota Manado," ungkap Kapolresta Manado Kombes Pol Irhan Halid saat ditemui di kawasan KONI Sulut, Kamis pagi (2/4/2026).

Dia mengatakan, korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Manado untuk mendapatkan penanganan medis. Korban disebut mengalami trauma.

"Tidak ada cedera fisik, hanya saja korban mengalami trauma," ucap Irhan.

Dia menambahkan, korban lainnya adalah Herry Susanto yang juga tertimpa material bangunan runtuh di KONI Sulut. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Bahu Manado.

"Sudah mendapat perawatan, dan kembali ke rumah," tandas Irhan.

Selain dua korban cedera dan trauma, satu korban lainnya meninggal dunia adalah Deice Lahia (70), yang merupakan kakak dari legenda tinju nasional Ilham Lahia. Diketahui, Deice tewas setelah tertimpa material bangunan KONI Sulut.

Infografis Potensi Gempa Bumi Akibat Sesar Lembang Ancam Bandung Raya. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya