Rilis Single Terbaru Sabana Malu Sabana Rindu, Kadri Hadirkan City Pop Retro Berbahasa Minang untuk Gen Z

Kadri merilis single terbaru "Sabana Malu Sabana Rindu" yang bernuansa City Pop Retro dan berbahasa Minang. (dok)

oleh Tim ShowbizDiterbitkan 01 April 2026, 20:00 WIB
The Singing Laywer Kadri baru saja merilis single terbaru "Sabana Malu Sabana Rindu" yang bernuansa City Pop Retro dan berbahasa Minang. (dok)

Liputan6.com, Jakarta - Kadri merilis single terbarunya. Pria yang dikenal sebagai “singing lawyer” sekaligus vokalis dengan karakter suara unik ini, kembali hadir di industri musik Indonesia dengan karya terbaru: “Sabana Malu Sabana Rindu”, karya Agung Triyana.

Lagu ini, Kadri, yang sempat merilis dua single legendaris, "Karmila" (Farid Hardja, 2024) dan "Bareh Solok" (Nuskan Syarif, 2025), menghadirkan kombinasi city pop retro dengan sentuhan bahasa Minang yang dikemas modern, khususnya untuk menarik perhatian generasi Z.

“Sabana Malu Sabana Rindu” mengangkat tema konflik batin yang akrab bagi banyak orang: kerinduan yang tak tersampaikan, cinta yang belum diungkap, rasa malu yang menahan, dan jarak yang memisahkan. Semua emosi ini dituangkan melalui lirik berbahasa Minang yang puitis dan sarat makna, memberi warna baru di lanskap musik pop Indonesia saat ini.

Secara musikalitas, lagu ini dibalut dengan nuansa city pop era 80-an yang ringan, groovy, dan bernuansa nostalgia. Dominasi synth klasik, ritme hangat, dan produksi yang bersih menciptakan atmosfer retro yang tetap relevan bagi pendengar modern, tanpa mengubahnya menjadi lagu daerah konvensional.

“Sebagai penyanyi, saya merasa lagu ini punya kedalaman emosi yang kuat dan sangat menantang menyanyikannya. Untuk itu saya coba menahan ego dan emosi tidak meledak-ledak saat menyanyikan seperti biasa nya saya menyanyi rock,” ujar Kadri dalam rilis yang diterima Liputan6.com.

Pria bernama lengkap Mohamad Kadri Sutan Bandaro ini menambahkan, “Kali ini cukup dengan lirih, karena bahasa Minang yang puitis memberi rasa yang sangat jujur dan personal dalam menyampaikan perasaan. Harapannya, Gen-Z bisa melihat bahwa bahasa daerah juga bisa terasa keren dan relate dengan kehidupan mereka sekarang.”

Melalui “Sabana Malu Sabana Rindu”, Kadri, yang sempat dikenal sebagai penyanyi rock di era 1980-an bersama Makara Band, tidak hanya menghadirkan karya musik, tapi juga memperluas penggunaan bahasa Minangkabau yang puitis serta menampilkan keindahan alam dan budaya Minangkabau dalam visual modern yang mudah diterima.

Lanjut Baca:

Lagu ini keluar dari pakem lagu Minang tradisional yang biasanya sendu, sekaligus menunjukkan bahwa lagu pop berbahasa daerah bisa bersaing di kancah lebih luas.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya