AC Milan: Krisis Performa Pulisic Menular ke Timnas Amerika Serikat

Performa Christian Pulisic di AC Milan dan timnas AS menurun. Tanpa gol dan kehilangan ban kapten, tekanan jelang Piala Dunia makin besar.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 31 Maret 2026, 19:43 WIB
Pemain AC Milan, Christian Pulisic, bereaksi setelah gagal memanfaatkan peluang dalam pertandingan Serie A antara Parma dan AC Milan di Parma, Italia, Sabtu, 8 November 2025. (Massimo Paolone/LaPresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Performa Christian Pulisic bersama AC Milan tengah mengalami penurunan yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini juga terbawa hingga ke Timnas Amerika Serikat yang gagal menunjukkan performa meyakinkan.

Harapan untuk melihat kebangkitan Pulisic bersama timnas tidak terwujud dalam laga melawan Belgia. Bermain di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, ia tampil jauh dari level terbaik sebagai pemain kunci.

Meski bukan satu-satunya penyebab kekalahan, kontribusinya dinilai belum mampu mengangkat tim. Kekalahan telak 2-5 dari Belgia memperpanjang periode negatif yang sedang dialami pemain berusia 27 tahun tersebut.


Minim Gol dan Penurunan Ketajaman

Pemain AC Milan, Christian Pulisic, berebut bola dengan gelandang Parma, Oliver Sorensen Jensen, dalam pertandingan Serie A antara Parma dan AC Milan di Parma, Italia, Minggu, 8 November 2025. (Massimo Paolone/LaPresse via AP)

Sepanjang tahun 2026, Pulisic belum mencatatkan satu gol pun baik di level klub maupun internasional. Padahal, ia sempat tampil impresif pada paruh pertama musim bersama AC Milan.

Salah satu momen yang menggambarkan penurunan performanya terjadi pada menit ke-52 saat menghadapi Belgia. Peluang emas di depan gawang gagal dimaksimalkan setelah tembakan kaki kiri dari dekat titik penalti melenceng.

Kesalahan tersebut berujung fatal karena Belgia langsung membalas lewat skema serangan balik. Gol dari Andre Onana membuka jalan bagi dominasi Kevin De Bruyne dan rekan-rekannya hingga laga berakhir 5-2.


Kehilangan Ban Kapten di Timnas

Penyerang Amerika Serikat Tim Weah membantu penyerang Christian Pulisic berdiri di laga uji coba internasional kontra Australia, Commerce City, Colorado, 14 Oktober 2025. (AP Photo/David Zalubowski)

Situasi Pulisic semakin kompleks setelah ia tidak lagi dipercaya sebagai kapten tim nasional. Ban kapten kini diberikan kepada bek senior Tim Ream yang dinilai memiliki kepemimpinan kuat.

Pelatih Mauricio Pochettino melihat pengalaman dan karakter Ream sebagai faktor penting dalam membangun stabilitas tim. Dengan usia 38 tahun, Ream tetap menjadi figur sentral di ruang ganti.

Perubahan ini memberi sinyal bahwa posisi Pulisic dalam hierarki tim tidak lagi tak tergantikan. Kondisi tersebut berpotensi bertahan hingga Piala Dunia mendatang.


Tekanan Menuju Piala Dunia

Penyerang Amerika Serikat #10 Christian Pulisic merayakan gol pertama timnya yang dicetak ke gawang Bolivia pada aga pembuka Grup C Copa America 2024 di Stadion AT&T, Arlington, Senin pagi (24/6/2024). (Aric Becker / AFP)

Meski kehilangan peran sebagai kapten, tekanan terhadap Pulisic tidak berkurang. Ia tetap menjadi simbol utama Timnas Amerika Serikat yang tengah berada dalam fase penting.

Pulisic menyatakan kesiapan menghadapi tekanan besar menjelang Piala Dunia. Ia mengatakan, “Kami berbicara tentang Piala Dunia, jadi jelas ada tekanan, tetapi itu bukan masalah.”

Ia menambahkan, “Berada di sini adalah sebuah kehormatan bagi saya, dan saya menghadapinya dengan keyakinan bahwa saya mendapat dukungan dari rekan setim, staf pelatih, dan seluruh negara.”

Namun, performa di lapangan tetap menjadi tolok ukur utama bagi pemain seperti Pulisic. Tanpa peningkatan signifikan, target minimal lolos ke babak 16 besar akan sulit dicapai.

Kebangkitan performa bersama AC Milan menjadi kunci bagi Pulisic untuk kembali ke level terbaik. Tanpa kontribusi maksimal dari pemain andalannya, ambisi besar Timnas Amerika Serikat berisiko tidak terwujud.

Sumber: Sempre Milan


Klasemen Serie A/Liga Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya