Timnas Italia Dapat Ancaman tak Terduga dari Bosnia: Stadion Buruk dan Tribune Dekat Lapangan

Analisis kekuatan Bosnia jelang lawan Timnas Italia di play-off Piala Dunia 2026. Lambat dan mudah ditebak, tapi faktor stadion jadi ancaman serius.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 30 Maret 2026, 17:04 WIB
Starting XI Timnas Italia saat melawan Norwegia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Senin 18 November 2025 di San Siro. (AP Photo/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Italia menghadapi ujian krusial di play-off Piala Dunia 2026. Azzurri akan bertandang ke markas Bosnia and Herzegovina di Stadion Bilino Polje, Zenica.

Pertandingan dijadwalkan berlangsung Rabu (1/4) dini hari WIB. Laga ini menentukan satu tiket ke putaran final.

Italia datang dengan modal kemenangan 2-0 atas Irlandia Utara. Namun, performa mereka belum sepenuhnya meyakinkan.

Di sisi lain, Bosnia harus melalui laga lebih panjang. Mereka lolos usai menang adu penalti atas Wales setelah bermain imbang 1-1.

Meski di atas kertas Italia lebih diunggulkan, ada sejumlah faktor yang tidak bisa diabaikan. Salah satunya adalah karakter permainan Bosnia dan kondisi stadion.


Bosnia Dinilai Lambat dan Mudah Ditebak

Sandro Tonali merayakan golnya dalam laga play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Italia vs Irlandia Utara di New Balance Arena, 27 Maret 2026. (AP Photo/Antonio Calanni)

Pelatih San Marino, Roberto Cevoli, memberikan gambaran menarik. Ia pernah menghadapi Bosnia di kualifikasi Piala Dunia.

Dalam laga tersebut, San Marino hanya kalah tipis 0-1. Gol Bosnia dicetak oleh Edin Dzeko pada menit ke-66.

Cevoli menilai Bosnia bukan tim yang sulit dibaca. Pola permainan mereka cenderung monoton dan mudah diantisipasi.

"Bosnia sangat lambat dalam pergerakan mereka, yang merupakan hal positif bagi Italia. Kami menekan mereka tinggi di Zenica dan melakukan penjagaan ganda terhadap siapa pun yang menguasai bola," ucap Cevoli.

"Mereka agak mudah ditebak, dan tidak memiliki pemain yang sangat cepat, tetapi waspadalah, jangan meremehkan faktor lingkungan," tegas Cevoli.


Faktor Stadion dan Atmosfer Jadi Ancaman tak Terduga

Stadion Bilino Polje di Zenica, venue final Playoff Piala Dunia 2026 antara Bosnia and Herzegovina vs Italia. (Dok. BIH)

Meski secara teknis Bosnia dinilai inferior, Italia tidak boleh lengah. Faktor eksternal bisa menjadi pembeda.

“Kami bermain di Bilino Polje pada 7 Juni, suhunya 32 derajat Celcius dan panasnya sangat menyengat,” kata Cevoli kepada La Gazzetta dello Sport.

“Stadionnya kecil, kondisinya sudah sangat buruk. Namun, tribun penonton sangat dekat dengan lapangan dan Anda benar-benar bisa merasakan antusiasme para penggemar.”

Kondisi lapangan yang buruk dapat mengganggu permainan Italia. Terutama bagi tim yang mengandalkan penguasaan bola.

Selain itu, tekanan suporter tuan rumah juga menjadi faktor penting. Atmosfer di Zenica dikenal intim dan intens.

Sumber: Football Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya