Ramadan dan Lebaran Dorong Konsumsi Masyarakat, Ini Buktinya

Konsumsi domestik di Indonesia melonjak selama Ramadan dan Lebaran 2026.

oleh Septian DenyDiterbitkan 30 Maret 2026, 13:00 WIB
Tampak juga ada banyak motor yang terparkir di pinggir jalan. Konsumsi domestik di Indonesia melonjak selama Ramadan dan Lebaran 2026. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Momentum Ramadan dan Lebaran 2026 mendorong peningkatan konsumsi domestik di Indonesia. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026 ditopang oleh permintaan domestik.  Konsumsi rumah pun tangga meningkat seiring momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), didukung pencairan THR, belanja sosial pemerintah, serta berbagai insentif lainnya.

Sejalan dengan tren tersebut, Flip, mencatat peningkatan signifikan dalam aktivitas pengguna selama periode Ramadan, khususnya melalui Flip Deals—fitur cashback yang terintegrasi dengan berbagai platform e-commerce terbesar di Indonesia.

Berdasarkan data internal Flip, selama Ramadan jumlah pengguna harian yang bertransaksi meningkat sekitar 23%, sementara total transaksi harian tumbuh sekitar 31%. Nilai transaksi harian juga naik sekitar 42% dibandingkan periode non-Ramadan, mencerminkan meningkatnya aktivitas belanja pengguna selama periode ini.

“Ramadan selalu menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia untuk berbelanja dan memenuhi kebutuhan harian. Yang menarik, kami melihat pengguna semakin mengandalkan Flip untuk berbelanja secara lebih hemat melalui Flip Deals,” ujar Head of Marketing Flip, Winardi Cristian, Senin (30/3/2026).

Selama periode Ramadan, tiga kategori dengan transaksi tertinggi di Flip Deals adalah produk kecantikan, FMCG, dan elektronik, Hal ini sesuai dengan Indeks Penjualan Riil Februari 2026 yang diperkirakan tumbuh 6,9% secara tahunan dan naik 4,4% secara bulanan, didorong oleh peningkatan penjualan di berbagai kelompok barang seperti perlengkapan rumah tangga, sandang, hingga aksesori.

 

 

Peningkatan Aktivitas

Suasana Masjidil Haram di Mekah, Arab Saudi, Kamis (5/3/2020). Penutupan area Masjidil Haram ini dilakukan setelah pemerintah Arab Saudi menyetop sementara ibadah umrah menanggapi wabah virus corona (COVID-19). (ABDEL GHANI BASHIR/AFP)

Selain kategori ritel, peningkatan aktivitas juga terlihat pada kebutuhan lifestyle lain. Safaraya, platform marketplace perjalanan umrah dalam ekosistem Flip, mencatat peningkatan minat sebesar 21% selama Ramadan dibandingkan periode non-Ramadan. Hal ini menunjukkan bahwa momentum Ramadan mendorong spektrum belanja yang lebih luas—dari kebutuhan harian hingga pengeluaran yang lebih aspiratif.

“Ke depan, kami melihat peran Flip akan semakin luas. Dari awalnya dikenal sebagai layanan transfer antar bank gratis, kini kami terus berkembang untuk menjawab kebutuhan pengguna dalam mengelola keuangan sehari-hari—mulai dari mengirim uang, berbelanja, hingga menabung dan investasi,” tambah Winardi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya