Dedikasi Antonio Rudiger untuk Real Madrid: Perjuangan Melawan Cedera, Pengorbanan Demi Tim

Antonio Rudiger kembali bugar dan siap memperkuat Real Madrid setelah melewati cedera panjang dan penuh pengorbanan.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 24 Maret 2026, 19:38 WIB
Selebrasi kemenangan bek Real Madrid, Antonio Rudiger setelah mengalahkan Manchester City 4-3 melalui adu tendangan penalti pada laga leg kedua perempatfinal Liga Champions 2023/2024 di Etihad Stadium, Manchester, Rabu (18/4/2024). (AP Photo/Dave Shopland)

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid akhirnya mendapat kabar positif dari lini pertahanan setelah Antonio Rudiger memastikan kondisinya kembali prima. Bek asal Jerman itu menutup periode penuh ketidakpastian terkait kebugarannya dalam beberapa bulan terakhir.

Rudiger mengonfirmasi bahwa dirinya kini mampu bermain penuh tanpa gangguan fisik. Pernyataan ini menjadi angin segar bagi tim yang membutuhkan stabilitas di lini belakang.

Dalam wawancara dengan Frankfurter Allgemeine Zeitung, ia mengungkap perjalanan sulit yang dialaminya sepanjang satu tahun terakhir. Ia mengakui sempat bermain dalam kondisi tidak ideal demi menjaga kontribusinya untuk tim.


Perjuangan Melawan Cedera

Ekspresi Antonio Rudiger pada laga Real Madrid vs Osasuna musim 2023/2024 (c) AP Photo/Jose Breton

Rudiger menjelaskan bahwa masalah fisik sudah menghantuinya sejak Agustus hingga September 2024. Kondisi tersebut membuatnya harus berjuang keras hanya untuk tetap tampil di lapangan.

“Saya akhirnya bisa bermain penuh tanpa masalah apa pun,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa musim lalu dirinya hanya bisa berlatih dan bermain dengan bantuan obat pereda nyeri.

Situasi memburuk pada Januari tahun ini sehingga ia memutuskan untuk beristirahat. Keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan ajang Piala Dunia yang semakin dekat.


Pengorbanan Demi Tim

Pemain Real Madrid merayakan gol ke gawang Atletico Madrid pada laga semifinal Supercopa de Espana 2023/2024 yang digelar di Al-Awwal Park, Riyadh, Kamis (11/1/2024). Lima gol Real Madrid masing-masing dicetak Antonio Rudiger dan Ferland Mendy di babak pertama, Dani Carvajal di babak kedua, serta bunuh diri Stefan Savic dan aksi Brahim Diaz di masa extra time. (AP Photo)

Setelah menjalani operasi lutut di akhir musim lalu, Rudiger mengakui telah mengesampingkan kesehatannya. Ia melakukan itu demi memastikan dirinya bisa tampil maksimal untuk tim.

“Saya mengesampingkan kesehatan saya sendiri dan ingin 100% untuk Real Madrid karena tidak ada yang lebih saya benci daripada mengecewakan rekan setim,” ucapnya. Namun, pengalaman operasi pada 2025 memberinya pemahaman baru tentang batas tubuhnya.

Kini, ia lebih bijak dalam menjaga kondisi fisik agar tidak kembali mengalami masalah serupa. Akan tetapi, semangat pengorbanannya tetap menjadi bagian penting dari karakternya.


Identitas Bek Tangguh

Antonio Rudiger berebut bola dengan Unai Gomez dalam laga La Liga antara Athletic Club vs Real Madrid di San Mames, 4 Desember 2025. (AP Photo/Jose Breton)

Rudiger juga menanggapi kritik terkait gaya bermainnya yang keras. Ia menegaskan bahwa intensitas tinggi adalah bagian dari identitasnya sebagai bek.

“Menjadi bek tangguh adalah bagian dari DNA saya,” katanya. Ia percaya bahwa pendekatan agresif diperlukan untuk menghadapi penyerang di level tertinggi.

Menurutnya, dorongan untuk selalu bermain di batas kemampuan justru yang membawanya ke Real Madrid. Tanpa karakter tersebut, ia merasa tidak akan mencapai level prestasi seperti saat ini.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa dedikasi dan komitmen adalah kunci perjalanan kariernya. Kini, dengan kondisi 100%, Rudiger siap kembali menjadi pilar penting di lini belakang Los Blancos.

Sumber: Madrid Universal


Klasemen La Liga/Liga Spanyol

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya