Liputan6.com, Jakarta - Insiden memprihatinkan terjadi di tengah kemacetan arus balik wisata dan mudik Idulfitri di Jalan Raya Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Selasa (24/3/2026). Seorang sopir angkutan jenis Colt Mini (Kolmini) berinisial Ebi, menjadi korban dugaan penganiayaan oleh pengendara mobil mewah Mercedes-Benz.
Peristiwa bermula saat arus lalu lintas di ruas Jalan Raya Sekarwangi terpantau padat merayap. Mobil colt yang dikemudikan Ebi bersenggolan dengan Mercedes-Benz V220d.
Advertisement
Bukannya menepi untuk bermusyawarah, pengemudi mobil mewah tersebut dilaporkan langsung naik pitam. Ebi mengaku dirinya tidak berniat melarikan diri, namun justru dihujani pukulan hingga bibirnya robek.
"Saya nyalip adu spion. Saya bukan mau kabur, mau ke pinggir, tiba-tiba langsung ditonjok," ungkap Ebi dengan nada menyesal.
Ebi sangat menyayangkan aksi arogan pengemudi Mercedes beserta istrinya tersebut yang dinilai langsung menghakiminya di tempat.
"Jangan maen tengel wae (main pukul saja), kan bisa kekeluargaan (mediasi)," tegasnya.
Wandi Aditya, salah seorang penumpang colt mini yang menyaksikan kejadian tersebut, menyebutkan bahwa sopir angkutan sebenarnya berniat bertanggung jawab atas kerusakan spion dan bemper yang terjadi.
"Awalnya nyenggol spion sampai pecah, paling cuma rusak bemper saja. Sopir sudah berhenti mau tanggung jawab, tapi dari pihak mobil itu sudah teriak-teriak," kata Wandi.
Agresif
Menurut Wandi, meski banyak warga yang mencoba melerai, situasi tetap memanas karena pihak pengemudi mobil mewah tetap bersikap agresif.
"Kejadiannya di luar mobil. Dia nyamperin, terus mukul. Saya juga tidak terlalu lihat persis, tapi sudah kelihatan berdarah," tambah Wandi yang saat itu tengah dalam perjalanan menuju Bogor.
Diproses Polisi
Keributan yang sempat menarik perhatian massa di sekitar Simpang Tiga Cibadak ini akhirnya ditangani oleh pihak berwajib.
Saat ini, kasus dugaan pemukulan tersebut telah diproses oleh Polsek Cibadak, Polres Sukabumi untuk penyelidikan lebih lanjut.