3 Pelajaran Real Madrid 3-2 Atletico Madrid: Dari Tertinggal hingga Menang, Mentalitas Bicara!

Real Madrid menang 3-2 atas Atletico Madrid. Dari performa Valverde hingga mental juara, ini tiga pelajaran penting dari laga derbi La Liga.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 23 Maret 2026, 09:23 WIB
Antoine Griezmann mencoba untuk merebut bola dari kaki Fran Garcia di laga Real Madrid vs Atletico Madrid, Senin (23/3/2026) (AP Photo/Manu Fernandez)

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Atletico Madrid pada pekan ke-29 La Liga. Laga di Santiago Bernabeu, Senin (23/3) dini hari WIB, menjadi salah satu pertandingan paling intens musim ini.

Los Blancos sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Ademola Lookman. Situasi tersebut membuat tekanan meningkat, terutama di hadapan publik sendiri.

Namun, Real Madrid merespons dengan cepat. Dua gol dalam tiga menit di awal babak kedua mengubah arah pertandingan secara drastis.

Meski sempat disamakan dan bermain dengan 10 orang, Fede Valverde dapat kartu merah, Madrid tetap mampu mengamankan kemenangan. Hasil ini memperlihatkan karakter kuat tim asuhan Alvaro Arbeloa.


Fede Valverde: Mesin Serangan yang Jadi Pembeda

Tujuh menit berselang, Federico Valverde kembali mencatatkan namanya di papan skor, setelah umpan terobosan Vinicius Junior dari sisi kiri berhasil ia selesaikan dengan tembakan mendatar. Real Madrid unggul 2-0. Tampak dalam foto, pelatih kepala Real Madrid, Alvaro Arbeloa (kiri), memeluk Federico Valverde pada pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 melawan Manchester City di stadion Santiago Bernabeu, Rabu 11 Maret 2026 waktu setempat atau Kamis 12 Maret 2026 dini hari WIB. (AP Photo/Jose Breton)

Fede Valverde tetap jadi faktor utama kemenangan Real Madrid meski harus mengakhiri laga lebih cepat akibat kartu merah. Perannya sangat dominan sepanjang pertandingan.

Ditempatkan lebih fleksibel di sisi kanan, Valverde bebas masuk ke tengah dan bahkan ke kotak penalti. Peran ini memaksimalkan kekuatan lari dan agresivitasnya.

Ia nyaris mencetak gol spektakuler sejak awal laga. Bahkan saat Atletico bertahan rapat, Valverde tetap jadi sumber utama ancaman Madrid.

Kontribusinya juga terlihat dalam proses penalti yang berujung gol Vinicius. Ia menjadi motor serangan yang konsisten sepanjang laga.


Bek Kanan Jadi Titik Lemah yang Terlihat Jelas

Real Madrid menelan kekalahan 2-5 dari Atletico Madrid pada laga pekan ketujuh La Liga di Riyadh Air Metropolitano, Sabtu (28/9/2025) malam WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Dani Carvajal kesulitan mengikuti tempo tinggi derbi. Ia terlihat lambat dan kurang sigap dalam momen krusial, termasuk pada gol pertama Atletico.

Masuknya Trent Alexander-Arnold langsung memberi dampak. Ia menciptakan assist penting untuk gol kemenangan Madrid.

Selain itu, kualitas umpan dan eksekusi bola matinya memberi dimensi baru dalam serangan. Perbedaannya terlihat jelas dibanding Carvajal.

Jika dalam kondisi fit, Alexander-Arnold layak jadi pilihan utama. Madrid butuh kualitas tersebut di fase penting musim.


Mental Juara Madrid Mulai Kembali Terlihat

Winger Real Madrid, Vinicius Junior merayakan gol pertamanya ke gawang Atletico Madrid, Senin (23/3/2026) (AP Photo/Manu Fernandez)

Real Madrid menunjukkan respons kuat setelah sempat tertinggal. Mereka membalikkan keadaan dengan cepat dan tetap tenang dalam tekanan.

Tren lima kemenangan beruntun menjadi bukti kebangkitan mereka. Ini terjadi meski tim tidak dalam kondisi ideal karena banyak cedera.

Secara permainan, Madrid kini lebih terstruktur dan kolektif. Mereka tampil lebih solid dibanding fase awal musim.

Yang paling menonjol adalah mentalitas. Madrid kembali menunjukkan karakter khas: tenang, percaya diri, dan efektif di momen krusial.

Sumber: SportsIlustrated

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya