Perasaan Risty Tagor Campur Aduk Saat Lebaran, Sedih Ramadan Berakhir hingga Soal Tradisi Hampers

Risty Tagor ungkap perasaan campur aduk tiap kali Hari Raya Idulfitri tiba. Alih-alih merasa gembira secara berlebih, ia sedih berpisah dengan Ramadan.

oleh M Altaf JauharDiterbitkan 24 Maret 2026, 09:00 WIB
Risty Tagor ungkap perasaan campur aduk tiap kali Hari Raya Idulfitri tiba. Alih-alih merasa gembira secara berlebih, ia sedih berpisah dengan Ramadan. (M Altaf Jauhar/ Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Risty Tagor mengungkap perasaan campur aduk tiap kali Hari Raya Idulfitri tiba. Alih-alih gembira secara berlebih, Risty Tagor justru sedih karena menyadari bulan suci Ramadan berakhir.

"Persiapan Lebarannya, kalau aku selalu seperti sedih kalau sudah mau cepat-cepat Lebaran, karena Ramadan-nya sudah mau selesai. Momen penuh ampunan, penuh keberlimpahan kebaikannya sudah mau selesai," ujar Risty Tagor di Kawasan Ampera, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Meski sedih karena bulan puasa berlalu, hari raya tetap memberikan kebahagiaan tersendiri baginya. Berkumpul bersama anggota keluarga besar menjadi agenda utama yang paling dinantikan Risty Tagor tiap tahun.

"Kalau Lebaran yang paling dirindukan adalah sebenarnya ketemu sama banyak saudara yang mungkin ketemunya cuma pas Lebaran saja. Karena banyak saudara kita yang sudah pada sibuk atau merantau, biasanya bisa bertemu setahun sekali di Lebaran," ungkapnya.

Selain itu, tradisi saling kirim bingkisan jelang Hari Raya Idulfitri menjadi rutinitas Risty Tagor tiap tahun. Menurutnya, berbagi kebahagiaan dan memberi hadiah merupakan suatu kebaikan dalam ajaran agama.

"Jadi begini, dalam Islam itu saling memberikan hadiah itu sebuah kebaikan. Itu tanda bahwa kita saling sayang sesama Muslim. Jadi memang saya pribadi dari tahun ke tahun pasti menerima hampers dan itu juga akan mengembalikan hampers," jelas Risty Tagor.

 


Orang-orang Yang Ada di Hati

Dalam menyortir daftar penerima bingkisan Lebaran, Risty Tagor memiliki prioritas tersendiri yang rutin ia terapkan tiap tahun. Terutama kepada orang-orang terkasih. "Dan yang utama biasanya diberikan adalah orang-orang yang ada di hati dan kita sayang," imbuh Risty Tagor.


Tidak Mudik

Terkait tradisi pulang kampung atau mudik, Risty Tagor punya kondisi yang berbeda dari kebanyakan orang. Ia memilih berlebaran di ibu kota lantaran seluruh anggota keluarga ada Jakarta. "Enggak sih, kalau Mama Papa semuanya di Jakarta. Keluarga besar di Jakarta," pungkas Risty Tagor.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya