Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI akan memberlakukan tarif Rp 1 untuk seluruh relasi dan lintas pelayanan LRT Jabodebek pada H1 dan H2 Lebaran 2026.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, kebijakan ini untuk membuat masyarakat bisa lebih banyak bersilaturahmi, berwisata, dan menikmati waktu bersama keluarga.
Advertisement
“Melalui kebijakan tarif Rp1 untuk LRT Jabodebek pada H1 dan H2 Lebaran 2026, KAI ingin menghadirkan kejutan yang menyenangkan sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat memanfaatkan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terintegrasi,” ujar Bobby dalam keterangan tertulis, Kamis (19/3/2026).
Ia berharap, masyarakat juga lebih banyak menggunakan LRT Jabodebek sebagai pilihan mobilitas di kawasan perkotaan. Khususnya, pada periode libur Lebaran yang identik dengan tingginya aktivitas perjalanan.
Ia juga telah mempersiapkan penyesuaian sistem ticketing secara komprehensif, mulai dari pengaturan tarif, kesiapan gate, hingga channel penjualan.
“KAI terus berupaya menghadirkan layanan transportasi publik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kebijakan tarif khusus ini diharapkan dapat memberi nilai tambah bagi pelanggan LRT Jabodebek pada masa Lebaran sekaligus memperkuat peran transportasi publik sebagai solusi mobilitas perkotaan,” tutup Bobby.
LRT Jabodebek Layani 64,3 Juta Penumpang Sejak Pertama Beroperasi
LRT Jabodebek telah melayani 5,2 juta penumpang, atau rata-rata 88 ribu penumpang per hari di sepanjang periode 1 Januari hingga 28 Februari 2026. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata harian tahun 2025 yang berada di angka 78,9 ribu penumpang per hari.
Pada Februari 2026 saja, jumlah pengguna tercatat sebanyak 2,53 juta penumpang. Aktivitas perjalanan pada hari kerja mendominasi dengan rata-rata 116.714 penumpang per hari, sementara akhir pekan mencapai 42.916 penumpang per hari.
Sejak mulai beroperasi pada 28 Agustus 2023-28 Februari 2026, LRT Jabodebek telah melayani total 64,3 juta penumpang.
Secara tahunan, pertumbuhan terlihat konsisten, dari 4,6 juta penumpang pada 2023 menjadi 21,1 juta pada 2024, dan meningkat lagi menjadi 28,8 juta penumpang pada 2025.
Pelakhar Manager of Public Relations LRT Jabodebek Bramantya Candrika, menyampaikan, pertumbuhan ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan LRT Jabodebek.
"Peningkatan jumlah pengguna pada awal 2026 menunjukkan bahwa LRT Jabodebek semakin menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Kami akan terus menjaga keandalan operasional, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat integrasi dengan moda lain agar masyarakat mendapatkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien," ujarnya, Rabu (4/3/2026).
32% Okupansi Harian
Dari sisi pemanfaatan layanan, rata-rata okupansi harian pada awal 2026 mencapai 32 persen, dengan okupansi hari kerja sebesar 36 persen.
Pergerakan penumpang terbesar tercatat di sejumlah stasiun seperti Dukuh Atas, Harjamukti, Kuningan, Cikoko, dan Pancoran. Konektivitas dengan moda lain seperti KRL, MRT, TransJakarta, Biskita, serta layanan penghubung kawasan turut memperkuat kemudahan perjalanan secara terintegrasi.
Kemudahan akses juga didukung oleh sistem pembayaran non-tunai yang semakin beragam. Selain kartu uang elektronik perbankan dan Kartu Multi Trip (KMT), transaksi digital melalui LinkAja, QRIS, dan Access by KAI terus menunjukkan peningkatan.
Dari aspek pelayanan, LRT Jabodebek menerapkan skema tarif dinamis (dynamic pricing) untuk memberikan fleksibilitas bagi pengguna pada jam sibuk maupun di luar jam sibuk.