Liputan6.com, Jakarta - PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mencatat kinerja keuangan positif pada 2025. Hal ini ditunjukkan dari pertumbuhan pendapatan dan laba sepanjang 2025.
PT Adi Sarana Armada Tbk meraup pendapatan Rp 5,98 triliun pada 2025. Pendapatan tumbuh 20,85% dari 2024 sebesar Rp 4,95 triliun. Pertumbuhan pendapatan itu mendorong kenaikan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Laba tumbuh 71,3% menjadi Rp 417,74 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 243,74 miliar. Demikian mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (18/3/2026).
Advertisement
Seiring kinerja tersebut, perseroan mencatat laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 113,18 pada 2025 dibandingkan 2024 sebesar Rp 66,04.
Ekuitas perseroan naik 14,77% menjadi Rp 3,19 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 2,78 triliun. Total liabilitas perseroan juga naik 6,8% menjadi Rp 5,27 triliun dari 2024 sebesar Rp 4,94 triliun. Aset perseroan naik 9,6% menjadi Rp 8,47 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 7,72 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 1,08 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 593,11 miliar.
Adapun segmen logistik menjadi motor utama pertumbuhan kinerja perseroan menyumang hingga 44% terhadap total pendapatan. Meningkatnya permintaan layanan distribusi dari pelanggan ASSA, baik melalui Cargoshare maupun Anteraja menjadi alasan utama kinerja positif segmen ini.
Hasilnya, pendapatan dari bisnis ini tumbuh 39% dari tahun sebelumnya hingga mencapai Rp 2,7 triliun dan bisnis logistik memimpin pendapatan di antara berbagai segmen bisnis ASSA
Kemudian di posisi kedua yakni segmen rental dengan perolehan pendapatan Rp 2 triliun atau tumbuh 5% dibandingkan tahun lalu.
Perseroan menyatakan dengan memiliki basis pelanggan yang bervariasi sehingga tidak tergantung pada satu pelanggan menjadi faktor penentu ketangguhan bisnis segmen rental.
Ekosistem Kendaraan Bekas
Selain itu, ekosistem kendaraan bekas perseroan juga menunjukkan penguatan. Segmen pendapatan mobil bekas membukukan pendapatan Rp 1,1 triliun atau tumbuh 23% YoY. Sementara itu, segmen jasa lelang menyumbang Rp 260,8 miliar sepanjang 2025.
“Untuk menjaga supaya momentum pertumbuhan ini bisa terus berkelanjutan, ASSA akan terus melanjutkan ekspansi serta melakukan efisiensi operasional,” ujar Direktur Utama PT Adi Sarana Armada Tbk, Prodjo Sunarjanto dikutip dari keterangan resmi, Rabu (18/3/2026).
Di ekosistem logistik, ASSA terus berupaya menjadi pemain solisi end-to-end logistik terlengkap di Indonesia dengan menghadirkan layanan-layanan yang sesuai kebutuhan pelanggan.
Pengembangan Bisnis
Dalam bisnis ini, perseroan memilih fokus pada pengembangan segmen B2B melalui unit bisnis Cargoshare. Untuk semakin meningkatkan kemampuan layanan bisnis logistik, saat ini ASSA dalam tahap penyelesaian gudang terbesar Coldspace di Pulo Gadung yang akan melayani dan mengoptimalkan cold chain delivery.
Sementara itu, di ekosistem bisnis kendaraan bekas yang dikelola anak usahanya yaitu PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC), ASSA juga terus gencar berekspansi. Di mana Caroline.id terus berekspansi membangun cabang baru ke wilayah-wilayah potensial, sementara JBA terus mengoptimalkan kinerja lelang. Adapun pada bisnis rental armada, ASSA terus melakukan peremajaan armada melalui pembelian unit baru serta menjaga jumlah armada di kisaran 29.000-30.000 unit.
“Dengan berbagai langkah tersebut, kami optimis ASSA akan dapat menjaga momentum pertumbuhan kinerja sehingga dapat berkesinambungan setiap tahunnya. Untuk tahun ini, ASSA secara konservatif menargetkan pertumbuhan kinerja yang solid,” kata dia. Prodjo.