Liputan6.com, Jakarta - Memasuki musim mudik Idulfitri 2026, masyarakat diimbau untuk memantau kondisi lalu lintas sebelum melakukan perjalanan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengecek CCTV jalan tol secara real-time guna menghindari kepadatan dan memilih waktu tempuh yang tepat.
Pemerintah melalui situs resmi mudik.pu.go.id telah menyediakan akses CCTV jalan tol dan jalan nasional. Kementerian Pekerjaan Umum melalui platform tersebut menghadirkan dashboard pemantauan terpadu yang memudahkan pemudik melihat kondisi lalu lintas di berbagai titik strategis.
Advertisement
Dengan layanan ini, pengguna dapat mengetahui kepadatan arus kendaraan, kondisi jalan, hingga potensi hambatan selama perjalanan.
Untuk mengaksesnya, masyarakat cukup membuka situs mudik.pu.go.id melalui browser di ponsel maupun komputer. Setelah masuk ke halaman utama, pengguna dapat memilih menu pemantauan lalu lintas atau CCTV yang tersedia di dashboard. Selanjutnya, pilih wilayah atau ruas tol yang ingin dipantau, seperti jalur Trans Jawa atau titik-titik gerbang tol utama.
Setelah memilih lokasi, sistem akan menampilkan tayangan CCTV secara langsung. Dari sini, pemudik bisa melihat kondisi riil di lapangan, mulai dari kelancaran arus, antrean kendaraan, hingga situasi di rest area. Fitur ini sangat membantu dalam menentukan waktu keberangkatan maupun memilih rute alternatif.
Selain CCTV, situs ini juga biasanya dilengkapi dengan informasi tambahan seperti kondisi cuaca, titik rawan kemacetan, serta update rekayasa lalu lintas yang diberlakukan selama periode mudik. Dengan begitu, pemudik tidak hanya mengandalkan satu sumber informasi.
Jasa Marga hingga Travoy
Selain Kementerian Pekerjaan Umum, pengelola jalan tol, Jasa Marga, juga menyediakan layanan CCTV yang dapat diakses publik melalui situs resminya. Pengguna cukup membuka website Jasa Marga, lalu memilih menu informasi lalu lintas atau CCTV untuk melihat kondisi terkini di berbagai ruas tol, mulai dari gerbang tol hingga rest area.
Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan aplikasi Travoy. Aplikasi ini menyediakan fitur lengkap seperti tayangan CCTV secara langsung, informasi kepadatan lalu lintas, hingga notifikasi rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah (one way) dan contraflow yang biasanya diterapkan saat arus mudik dan balik.
Kementerian Perhubungan juga turut menyediakan dashboard pemantauan arus mudik. Layanan ini umumnya dioptimalkan menjelang puncak mudik, sehingga masyarakat bisa memantau kondisi jalan nasional maupun tol secara lebih luas.
Sementara itu, informasi terkini terkait lalu lintas juga rutin diperbarui oleh Korlantas Polri melalui media sosial resminya. Selain kondisi jalan, masyarakat juga dapat mengetahui adanya kecelakaan, penutupan ruas, maupun pengalihan arus yang bersifat situasional.
Sebagai alternatif, pemudik dapat menggunakan aplikasi Google Maps untuk melihat kepadatan lalu lintas secara umum. Fitur traffic pada aplikasi tersebut menampilkan kondisi jalan dengan kode warna, mulai dari hijau (lancar), oranye (padat), hingga merah (macet), meskipun tidak menampilkan visual CCTV secara langsung.
Dengan memanfaatkan berbagai layanan tersebut, pemudik dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik. Pemantauan CCTV secara berkala, terutama pada H-3 hingga H+3 Lebaran, dapat membantu menghindari titik-titik rawan kemacetan dan meningkatkan keselamatan selama perjalanan.