Mensesneg Ungkap Arahan Prabowo ke Kapolri soal Kasus Andrie Yunus

Pemerintah melalui Mensesneg menyatakan keprihatinan atas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 17 Maret 2026, 15:12 WIB
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kantor Pos Indonesia, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (17/10/2025). (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan keprihatinan atas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Prasetyo mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera mengusut kasus tersebut.

"Ya tentu kita sangat prihatin dengan kejadian itu dan sebagaimana sudah disampaikan Bapak Kapolri, Bapak Presiden memerintahkan untuk diusut secara objektif, terbuka, dan secepat-cepatnya gitu," jelas dia kepada wartawan, Selasa (17/3/2026).

Sebelumnya, Polri didesak untuk melakukan investigas cepat kasus ini. Salah satu alasannya karena kasus ini sudah menjadi atensi internasional melalui Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

"Apalagi beberapa anggota Kabinet Merah Putih seperti Menteri HAM Natalius Pigai telah mengecam langsung kejadian tersebut, bahkan Wakil Menteri HAM Mugiyanto mengatakan bahwa aksi teror terhadap aktivis HAM ini dapat mengganggu posisi Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB," kata Direktur Eksekutif Lembaga Riset Ekonomi, Politik dan Teknologi (GREAT Institute) Sudarto dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (17/3/2026).

Sudarno melanjutkan, alasan selanjutnya adalah terkait kepercayaan publik kepada pemerintah. Terlebih dalam sejumlah narasi yang beredar di sosial media, adanya tuduhan keterlibatan pihak-pihak tertentu

"Penyelidikan atas kasus ini tidak hanya bertujuan memenuhi hak korban yang merupakan aktivis HAM untuk dapat menyampaikan aspirasinya secara bebas dan dijamin konstitusi kita, tetapi juga mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah yang mana beredar narasi di media sosial yang menuduh keterlibatan negara dalam kasus teror ini," lanjutnya.

Dia juga mengajak masyarakat, terutama yang berseberangan dengan kebijakan Pemerintahan Prabowo Subianto untuk tetap tenang.

Pelaku Sempat Ganti Baju

Sebelumnya diberitakan, polisi mengungkap perkembangan terbaru dalam penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, mengatakan salah satu pelaku diduga sempat mengganti pakaian setelah melakukan aksi tersebut.

“Dari rekaman CCTV tersebut yang kami padukan dengan pengolahan digital terhadap alat komunikasi, setelah kejadian, salah satu pelaku diduga mengganti pakaian sebelum melanjutkan perjalanan dalam pelariannya,” kata Iman saat konferensi pers, Senin (16/3/2026).

Ia menjelaskan, penyidik masih menelusuri pergerakan para pelaku setelah melarikan diri dari lokasi kejadian. Polisi memadukan rekaman kamera pengawas (CCTV) dengan analisis jaringan komunikasi untuk memetakan rute pelarian pelaku.

Iman mengungkapkan, dua pelaku yang mengendarai satu sepeda motor melarikan diri dengan melawan arus dari Jalan Salemba menuju kawasan Senen. Mereka kemudian bergerak ke Jalan Kramat Raya hingga kawasan Tugu Tani dan selanjutnya menuju Stasiun Gondangdia.

“Nah dari Gondangdia ini menuju wilayah Jakarta Selatan,” ujar Iman.

 

Jejak Pelaku

Sementara itu, dua pelaku lainnya yang menggunakan sepeda motor berbeda langsung melaju dari lokasi kejadian menuju Jalan Pramuka Sari II.

Dari lokasi tersebut, pelaku bergerak menuju kawasan Matraman hingga terekam kamera CCTV menuju wilayah Jatinegara dan Jalan Otto Iskandar Dinata, Jakarta Timur.

Lebih lanjut, hasil analisis jaringan komunikasi menunjukkan para pelaku kemudian berpencar ke sejumlah wilayah.

“Dari rekaman CCTV tersebut yang kami padukan dengan pengolahan digital terhadap alat komunikasi, setelah kejadian, salah satu pelaku diduga mengganti pakaian sebelum melanjutkan perjalanan dalam pelariannya, dan hasil analisa jaringan komunikasi menunjukkan para pelaku selanjutnya berpencar ke wilayah Kalibata, Ragunan, dan wilayah Bogor,” tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya