Liputan6.com, Jakarta - PT Newport Marine Services Tbk (BOAT) mencatatkan lonjakan laba bersih sepanjang tahun 2025, didorong oleh peningkatan aktivitas operasional pada lini penyewaan kapal (charter vessel) serta penguatan pengelolaan keuangan Perseroan.
Berdasarkan laporan keuangan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025, Perseroan membukukan laba bersih sebesar USD2,04 juta, meningkat sekitar 73% dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang sebesar USD1,17 juta. Seiring dengan pertumbuhan tersebut, margin laba bersih Perseroan meningkat menjadi sekitar 11,5%, dibandingkan sekitar 10,2% pada tahun sebelumnya, yang mencerminkan peningkatan efisiensi operasional dan pengelolaan biaya.
Advertisement
Dari sisi pendapatan, Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar USD17,71 juta pada 2025, meningkat sekitar 54% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar USD11,46 juta. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan aktivitas pada lini charter vessel, seiring keberhasilan strategi pemasaran Perseroan dalam memperoleh sejumlah proyek baru sehingga tingkat utilisasi armada meningkat sepanjang tahun.
Direktur Utama PT. Newport Marine Services Tbk mengatakan bahwa peningkatan kinerja tersebut menunjukkan efektivitas strategi komersial dan operasional Perseroan dalam memanfaatkan peluang pasar di sektor jasa maritim.
“Pertumbuhan laba bersih pada 2025 terutama didorong oleh peningkatan aktivitas pada lini charter vessel. Hal ini merupakan hasil dari upaya tim pemasaran dalam memperoleh proyek-proyek baru sehingga utilisasi armada dapat meningkat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa ke depan Perseroan akan terus memperkuat aktivitas komersial guna menjaga momentum pertumbuhan.
“Kami melihat peluang yang masih cukup baik di sektor offshore. Namun demikian, Perseroan akan tetap menjalankan strategi ekspansi yang terukur dan disiplin, dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi makroekonomi global serta dinamika industri energi.”
Kinerja Arus Kas
Dari sisi struktur keuangan, Perseroan juga mencatatkan perbaikan melalui penurunan beban bunga seiring berkurangnya kewajiban pinjaman bank, yang turut berkontribusi terhadap peningkatan profitabilitas pada tahun 2025.
Selain itu, indikator profitabilitas operasional seperti margin operasional dan margin EBITDA juga menunjukkan perbaikan, sejalan dengan meningkatnya utilisasi armada dan efisiensi biaya operasional.
Kinerja arus kas Perseroan turut menunjukkan penguatan yang signifikan. Arus kas bersih dari aktivitas operasi tercatat sebesar USD5,03 juta pada 2025, meningkat dibandingkan USD2,32 juta pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini antara lain didorong oleh pengelolaan arus kas (cashflow management) yang lebih optimal, seiring peningkatan aktivitas operasional serta pengelolaan modal kerja yang lebih disiplin.
Direktur Keuangan Perseroan menambahkan bahwa penguatan arus kas operasional serta efisiensi biaya pendanaan memberikan ruang yang lebih sehat bagi Perseroan untuk melanjutkan pengembangan usaha.
“Dengan arus kas operasional yang semakin kuat serta struktur pembiayaan yang lebih efisien, Perseroan memiliki fleksibilitas yang lebih baik untuk melakukan investasi pada armada dan aset operasional. Namun ekspansi akan tetap dilakukan secara selektif dan prudent, khususnya dalam menghadapi dinamika suku bunga global serta volatilitas pasar energi,” katanya.
Eksplorasi dan Produksi Migas
Secara industri, sektor jasa maritim offshore dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pemulihan seiring meningkatnya aktivitas eksplorasi dan produksi minyak dan gas, serta meningkatnya kebutuhan layanan offshore support vessel untuk mendukung operasi energi lepas pantai. Kondisi tersebut membuka peluang bagi perusahaan jasa maritim untuk meningkatkan utilisasi armada serta memperluas portofolio proyek.
Dengan momentum pertumbuhan tersebut, Perseroan menargetkan dapat terus memperkuat kinerja melalui peningkatan aktivitas komersial, optimalisasi pemanfaatan armada, serta pengelolaan keuangan yang disiplin guna menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.