Liputan6.com, Jakarta - AKSI 2026, kompetisi dakwah yang menjadi program signature INDOSIAR selama bulan Ramadan, kini telah mengerucut ke Top 6. Dibagi ke dalam dua group, yakni Kloter 1 Gua Hira dan Kloter 2 Jabal Uhud, dari Top 6 hanya akan dipilih empat pendakwah terbaik yang melaju ke Top 4.
Pagi tadi (16/03) telah berlangsung penampilan dari Kloter 1 Gua Hira yang terdiri dari Ahdat (Cianjur), Habibi (Aceh), dan Isnida (Boyolali). Ketiganya menyampaikan tausiah terbaik mereka dan dinilai oleh para dewan juri yaitu Gus Aab, Ustaz Wijayanto, Ustazah Mamah Dedeh, Ustaz Subki Al-Bughury, dan Ustaz Solmed.
Advertisement
Tausiah dibuka oleh Isninda (Boyolali) dengan tema “Aku dan Kamu ke KUA”. Dalam Tausiahnya, Isninda menyampaikan bahwa Islam tidak merestui segala hubungan yang tidak masuk ke dalam Syariat Islam.
“Ketika kita sudah merasa klik, rela, dan ridho saling cinta, lebih baik langsung diresmikan hubungannya ke pernikahan. Tidak baik jika ditunda-tunda, karena menunda-nunda hanya akan menambah problematika,” ujarnya.
Ustaz Wijayanto pun sepakat dengan penyampaian Isninda. “Faktanya menunda nikah itu hanya akan mengakumulasi dosa,” tambahnya. Di sisi lain, Mamah Dedeh menyampaikan banyak pujian untuk Isninda. “Dari pertama tampil, memang kamu luar biasa. Persiapannya sudah matang, yang disampaikan juga sangat sempurna. Dalil-dalilnya juga sangat jelas,” puji Mamah.
Penampilan Habibi
Dilanjutkan dengan Habibi (Aceh) sebagai penampil kedua yang menyampaikan tausiah bertemakan “Surga yang Dirindukan”.
Habibi membahas beberapa penggalan lagu “Gala Bunga Matahari” yang liriknya berbunyi ‘Adakah sungai-sungai itu benar-benar dilintasi dengan air susu?’. “Al- Qur’an memberi jawaban lewat Surah Muhammad Ayat 15 yang menjelaskan bahwa, surga itu di sana ada sungai air susu yang rasanya tidak pernah berubah,” ujar Habibi.
Habibi juga menyampaikan jika ingin bertemu dengan Rasulullah SAW di surga, maka sisakanlah ruang di hati untuk mencintai Nabi Muhammad SAW. Jika hari ini mencintai Nabi, kelak nanti InsyaAllah akan berkumpul dengan Nabi Muhammad SAW.
Opening Ahdat
‘Untungnya bumi masih berputar.. Untungnya ku tak pilih menyerah.’ Ahdat (Cianjur) membuka tausiah bertemakan “Bangkit dari Kegagalan” dengan sedikit menyanyikan penggalan lagu Bernadya.