Liputan6.com, Jakarta - PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry (LPPI) menyiapkan dana sebesar Rp 201,65 miliar untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok obligasi yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat.
Mengutip Keterbukaan Informasi BEI, Senin (16/3/2026) dana tersebut diperuntukkan bagi pelunasan Obligasi Berkelanjutan III Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry Tahap III Tahun 2025 Seri A yang menawarkan kupon sebesar 7% per tahun kepada para pemegangnya. Berdasarkan rencana perusahaan, pembayaran pokok obligasi tersebut akan dilakukan pada 1 Juni 2026.
Advertisement
Informasi ini disampaikan manajemen melalui keterbukaan informasi BEI. Untuk memastikan pelunasan berjalan lancar, LPPI memanfaatkan sumber pendanaan dari aksi korporasi lain yang telah dilakukan sebelumnya. Perseroan menggunakan dana hasil Penawaran Umum Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry Tahap II Tahun 2026.
"Dapat kami sampaikan bahwa Perusahaan berencana melakukan pelunasan Obligasi pada saat jatuh tempo menggunakan dana hasil Penawaran Umum Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2026," tulis Direktur LPPI Kosim Sutiono bersama Direktur Irsyal Yaman.
Manajemen menyampaikan hal tersebut dalam surat resmi kepada PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Adapun pihaknya menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan investor melalui pemenuhan kewajiban pembayaran obligasi secara tepat waktu.
Penutupan IHSG pada 13 Maret 2026
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan saham Jumat, (13/3/2026). Koreksi IHSG terjadi di tengah seluruh sektor saham memerah dan harga minyak menguat.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini merosot 3,05% ke posisi 7.137,21. Indeks saham LQ45 terpangkas 3,04% ke posisi 728,32. Seluruh indeks saham acuan tertekan.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG bergerak terkoreksi sepanjang Jumat pekan ini. "Di mana hal ini masih sesuai dengan apa yang kami sampaikan pada report teknikal pagi ini. Dari sisi sentimen, diperkirakan dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas minyak mentah yang kembali menguat setelah Selat Hormuz kembali memanas akibat adanya serangan thd kapal tanker,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com lewat pesan singkat.
Ia menambahkan, di sisi lain, investor akan menghadapi waktu perdagangan yang cukup singkat menjelang libur Nyepi dan Lebaran 2026.
Sektor Saham
Jelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.350,28 dan level terendah 7.132,21. Sebanyak 629 saham melemah sehingga bebani IHSG. 104 saham menguat dan 86 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.606.804 kali dengan volume perdagangan saham 28,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 14 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.944.
Seluruh sektor saham kompak tertekan. Sektor saham basic dan transportasi turun 3,87%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi melemah 2,86%, sektor saham industri terpangkas 3,46%, sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 2,18%.
Lalu sektor saham siklikal merosot 3,55%, sektor saham kesehatan melemah 1,19%, sektor saham keuangan terpangkas 1,6%, sektor saham properti tergelincir 1,79%. Lalu sektor saham teknologi melemah 3,41% dan sektor saham infrastruktur merosot 3,64%