Roy Keane Tolak Michael Carrick Jadi Manajer Permanen MU, Sebut Dua Nama Besar Ini Lebih Layak

Roy Keane secara tegas menolak Michael Carrick sebagai manajer tetap Manchester United. Ia merekomendasikan dua pelatih elite Eropa sebagai kandidat yang lebih

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 16 Maret 2026, 12:59 WIB
Pelatih Middlesbrough, Michael Carrick memberi instruksi dari pinggir lapangan saat menghadapi Brighton and Hove Albion pada laga putaran ketiga Piala FA 2022/2023 di Riverside Stadium, Middlesbrough (7/1/2023). Michael Carrick saat ini tengah membesut Middlesbrough sejak ditunjuk pada 24 Oktober 2022. Sebelumnya ia sempat menjadi caretaker Manchester United hanya dalam 3 laga, mulai 21 November 2021 hingga 2 Desember 2021. (AFP/Oli Scarff)

Liputan6.com, Jakarta - Legenda Manchester United, Roy Keane, memberikan kritik keras terkait peluang Michael Carrick diangkat menjadi manajer permanen klub.

Meski performa Carrick sebagai pelatih interim tergolong impresif, Keane merasa masih ada sosok lain yang lebih kompeten untuk Old Trafford.

Carrick mulai memimpin tim hingga akhir musim setelah pemecatan Ruben Amorim pada Januari lalu.

Sejak saat itu, mantan gelandang timnas Inggris ini membawa hasil positif dengan tujuh kemenangan dari sembilan laga.

Teranyar, Carrick mengantar United menang 3-1 atas Aston Villa di Premier League pada Minggu (15/3/2026).

Kemenangan tersebut menjaga rekor sempurna United di kandang sekaligus mendekatkan posisi mereka ke zona Liga Champions.

Namun, deretan hasil manis tersebut ternyata belum mampu meluluhkan keraguan yang dimiliki oleh Keane.

Melalui analisisnya di Sky Sports, Keane secara lugas menolak gagasan untuk mematenkan status Carrick sebagai pelatih kepala.

"Tidak," jawab Keane dengan singkat saat ditanya mengenai kelayakan Carrick untuk mendapatkan kontrak permanen.


Keane: Carrick Kerja Bagus, Tapi Bukan yang Terbaik

Tambahan tiga poin membuat Manchester United kembali ke peringkat keempat dengan raihan 48 poin. Tampak dalam foto, pelatih interim Manchester United asal Inggris, Michael Carrick, memberikan tepuk tangan kepada para penggemar setelah pertandingan pekan ke-27 Liga Primer Inggris 2025/2026 melawan Everton di Stadion Hill Dickinson, Liverpool, barat laut Inggris, Senin 23 Februari 2026 waktu setempat atau Selasa 24 Februari 2026 dini hari WIB. (Paul ELLIS/AFP)

Keane tidak memungkiri bahwa Carrick telah menjalankan tugasnya dengan sangat baik selama masa transisi sebagai pelatih sementara.

Akan tetapi, ia berpendapat bahwa situasi yang dialami Carrick saat ini belum sepenuhnya menguji tekanan mental manajer permanen.

Menurut Keane, Carrick masih diuntungkan oleh jadwal persiapan yang memadai serta ekspektasi yang belum setinggi manajer tetap.

"Dia melakukan pekerjaan yang sangat luar biasa dalam memenangkan pertandingan, saya sangat mengapresiasinya," tutur Keane.

Meski begitu, ia meyakini Manchester United harus mencari opsi yang jauh lebih berkualitas untuk posisi manajer berikutnya.

Keane bahkan menyebutkan bahwa nama Carrick sebelumnya sama sekali tidak pernah masuk dalam bursa calon pelatih utama klub.


Pengalaman Jadi Faktor Penentu

Manajer Middlesbrough asal Inggris, Michael Carrick, bereaksi selama pertandingan sepak bola leg pertama semifinal Piala Liga Inggris antara Middlesbrough dan Chelsea di Stadion Riverside di Middlesbrough, timur laut Inggris pada 9 Januari 2024. (Oli SCARFF/AFP)

Keane menegaskan bahwa kursi kepelatihan Manchester United membutuhkan sosok dengan pengalaman besar dalam meraih trofi bergengsi.

Kemampuan bersaing di level tertinggi Eropa menjadi kriteria mutlak yang harus dimiliki oleh nakhoda Setan Merah.

Ia mengingatkan bahwa tanggung jawab manajer permanen jauh lebih kompleks dibandingkan peran pelatih interim dalam jangka pendek.

Manajer utama harus terlibat langsung dalam urusan kontrak pemain, strategi bursa transfer, hingga manajemen departemen medis klub.

"Untuk melatih Manchester United, Anda butuh orang yang berpengalaman memenangkan trofi dan bersaing di Eropa, itu belum dimiliki Carrick," tegas Keane.


Dua Nama Pilihan Keane

Dalam diskusinya, Keane sempat menyinggung Thomas Tuchel sebagai kandidat ideal bagi raksasa Liga Inggris tersebut.

Namun, ia menyadari Tuchel sulit direkrut karena baru saja terikat kontrak dengan Timnas Inggris hingga tahun 2028 mendatang.

Sebagai alternatif, Keane mengajukan dua nama pelatih papan atas Eropa yang dianggap memiliki profil lebih tepat.

Ia menyebut Diego Simeone yang kini melatih Atletico Madrid serta Luis Enrique yang tengah menukangi PSG sebagai pilihan terbaik.

Keane berpendapat bahwa Manchester United wajib mengejar manajer terbaik yang tersedia di pasar sepak bola saat ini.

"Jika klub mencari gelandang, mereka akan mengejar gelandang terbaik, prinsip yang sama harus berlaku untuk posisi manajer," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya