Liputan6.com, Jakarta - Ngabuburit sembari menunggu waktu berbuka puasa, adalah momen yang paling dikenang selama bulan Ramadan. Terlebih saat anak sudah memasuki libur sekolah, berbagai kegiatan menyenangkan pasti digelar.
Seperti yang terlihat di Tangcity Mall Kota Tangerang, ada pertunjukan wayang bercerita tentang dongeng Indonesia, dipenuhi pengunjung mol. Bertema budaya dan Ramadan melalui acara “Aniwayang Desa Timun - Riang Ria Hari Raya” yang berlangsung mulai tanggal 6 hingga 29 Maret 2026 di kawasan Tangcity Mall.
Advertisement
Wayang yang biasanya dimainkan manual, dengan dalang di belakangnya, kini berganti lebih modern. Tampilan karakter wayang berbentuk animasi di cerita Desa Timun, tampil di dalam layar raksasa, sehingga anak-anak sangat leluasa menontonnya di depan podium.
Di akhir cerita, semua karakter di dalam wayang tersebut, keluar menyapa penonton dalam bentuk maskot. Sehingga anak-anal langsung berlarian ingin sekedar bersalaman.
"Acara ini menghadirkan berbagai pertunjukan seni, hiburan Ramadan, serta aktivitas interaktif yang dapat dinikmati oleh seluruh pengunjung bersama keluarga," ujar Rawanto, Building Manager Tangcity Mall, Sabtu (14/3/2026).
Animasi Wayang
Menurutnya, Aniwayang Desa Timun merupakan karya animasi wayang pertama di Indonesia, yang menggabungkan seni tradisional wayang kulit dan teknik animasi modern.
Misalnya saja, serial Dessa Timun yang mengisahkan kehidupan keluarga kancil yang tinggal di sebuah desa yang asri dan penuh imajinasi. Kisah yang dihadirkan mengangangkat nilai kebersamaan, kreativitas serta kehidupan sederhana yang dekat dengan alam.
"Tidak hanya dikenal di dalam negeri, Desa Timun juga telah mendapat apresiasi di kancah internasional melalui penampilannya dalam Kineko International Children’s Film Festival di Futakotamagawa, Tokyo, Jepang yang bahkan dibawakan dengan dubbing langsung dalam bahasa Jepang bagi penonton anak-anak di sana,"tuturnya.
Sementara, gelaran ini juga mendapat apresiasi dari pemerintah melalui kehadiran Dr. Dadam Mahdar, selaku Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Menurutnya, pertunjukan ini bisa memperlihatkan, bila seni tradisional Indonesia bisa lebih dekat dengan generasi kekinian, melalui teknologi modern.
"Acara Desa Timun menjadi suatu upaya nyata untuk menjaga kelestarian budaya Indonesia, serta menjadi contoh nyata new engine of growth bagi ekonomi kreatif Indonesia dan kami berharap Ani Wayang Desa Timun menjadi contoh awal karya kreatif yang mengangkat kearifan lokal budaya Indonesia,” ujar Dadam Mahdar.