Liputan6.com, Jakarta - Kasus pelecehan seksual di olahraga Indonesia sedang jadi pembicaraan hangat dalam beberapa pekan terakhir. Setelah terjadi di panjat tebing, kasus baru bermunculan. Yang terbaru atlet kickboxing nasional mengaku menjadi korban kekerasan seksual.
Atlet kickboxing Viona Amalia Adinda Putri mengaku telah menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual. Viona berani mengungkap kasusnya ke publik pekan ini.
Advertisement
Viona bahkan telah menemui Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir di kantor Kemenpora pada Jumat (13/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Menpora Erick menyampaikan apresiasi atas keberanian Viona mengungkap kasus yang dinilainya sebagai masalah serius dan harus diberantas dari dunia olahraga.
"Saya menerima saudari Viona, atlet kickboxing kita yang sangat berani mengungkap isu permasalahan yang harus kita lawan dan kita bersihkan secara tuntas," kata Menpora Erick.
Tak Boleh Terjadi Lagi
Menpora Erick tegaskan bahwa pemerintah akan berada di garis terdepan bersama seluruh pemangku kepentingan olahraga untuk memastikan kasus serupa tidak terjadi lagi. Menurutnya pelaku kekerasan seksual di lingkungan olahraga harus mendapat sanksi tegas, bahkan dilarang seumur hidup terlibat dalam aktivitas olahraga.
"Kemenpora terdepan bersama seluruh stakeholder olahraga bahwa hal-hal seperti ini tidak boleh ada lagi. Pelakunya, mohon maaf kalau saya mengeluarkan kata-kata kasar, istilahnya jahanam, dan itu memang harus tidak ada lagi keaktifan di dunia olahraga seumur hidup," tegas Menpora Erick.
Bersihkan Olahraga Indonesia dari Pelecehan Seksual
Menpora Erick juga menyatakan dukungan penuh terhadap kasus yang diproses secara hukum oleh pihak Kepolisian.
"Kalau itu menjadi wilayah yang menjadi domain institusi Kepolisian, tentu kita sangat dukung," sebut Menpora Erick.
Pernyataan tegas dari Menpora Erick ini diharapkan menjadi langkah penting guna menciptakan lingkungan olahraga yang aman, bersih, dan melindungi para atlet dari segala bentuk kekerasan. "Olahraga kita harus bersih," pungkas Menpora Erick.