Aksi Nelayan di Lampung Duel Lawan Buaya saat Perbaiki Jaring, Tangan Luka Serius

Nelayan di Lampung mengalami luka serius setelah diserang buaya saat menjaring ikan di sungai.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 11 Maret 2026, 19:11 WIB
Nelayan di Lampung Duel Lawan Buaya saat Perbaiki Jaring

Liputan6.com, Jakarta - Nelayan di Kabupaten Tulangbawang, Lampung, mengalami luka serius setelah diserang buaya saat menjaring ikan di sungai. Korban selamat setelah berupaya melawan dengan menusuk mata buaya menggunakan pisau yang dibawanya.

Peristiwa itu terjadi di sungai kecil Sekunder SK 07, Kampung Hargomulyo, Kecamatan Rawajitu Selatan, Kabupaten Tulangbawang, pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan anggota Polsek Rawajitu Selatan telah mengecek lokasi kejadian setelah menerima laporan dari warga.

“Anggota Polsek Rawajitu Selatan melakukan pengecekan lokasi setelah adanya informasi warga yang diserang buaya saat menjaring ikan,” kata Yuni dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026).

Korban diketahui bernama Sarwanto (35), warga Kecamatan Rawajitu Utara, Kabupaten Mesuji. Saat kejadian, korban sedang menjaring ikan di sungai tersebut.

"Insiden bermula ketika jaring yang digunakan korban tersangkut di dasar sungai. Korban kemudian turun dari perahu untuk melepaskan jaring tersebut," tuturnya.

Namun saat berada di dalam air, seekor buaya sepanjang sekitar 2,5 meter yang sering terlihat oleh warga tiba-tiba menyergapnya. Buaya itu menggigit tangan kiri korban hingga hampir putus.

Korban Melawan Pakai Pisau

Dalam kondisi panik, korban yang membawa pisau berusaha melawan. Dia kemudian menusukkan pisau tersebut ke mata buaya hingga hewan itu melepaskan gigitannya. Setelah berhasil melepaskan diri, korban segera naik ke daratan dan meminta pertolongan warga sekitar.

“Korban kemudian dibawa warga ke Puskesmas Rawajitu dan selanjutnya dirujuk ke RS Mutiara Bunda untuk mendapatkan penanganan medis,” jelasnya.

Warga yang mengetahui kejadian itu sempat menangkap buaya tersebut dengan cara disetrum. Namun setelah berhasil ditangkap, warga akhirnya sepakat melepaskan kembali buaya itu ke Sungai Tulangbawang jauh dari pemukiman warga.

"Keputusan itu diambil setelah warga bermusyawarah dan mempertimbangkan berbagai kepercayaan atau mitos yang berkembang di masyarakat setempat," tandasnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya