Penuh Keprihatinan, Pengungsi Lebanon Menikmati Momen Berbuka Puasa Bersama Keluarga

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 10 Maret 2026, 12:00 WIB
Penuh Keprihatinan, Pengungsi Lebanon Menikmati Momen Berbuka Puasa Bersama Keluarga
Momen berbuka puasa Ramadan 1447 Hijriah di Beirut, Lebanon, berlangsung dalam situasi penuh keprihatinan. Lebih dari setengah juta warga terpaksa mengungsi setelah serangan Israel menghantam beberapa wilayah di Lebanon. Menteri Urusan Sosial Lebanon, Haneen Sayed, mengatakan pada 7 Maret 2026, terdapat sekitar 517.000 orang telah terdaftar sebagai pengungsi di platform bantuan pemerintah. 117.228 orang pengungsi tinggal di 538 tempat pengungsian resmi di seluruh Lebanon, sementara yang lain mendaftar secara daring di luar tempat penampungan melalui platform moza-relief.com. Lonjakan pengungsian itu terjadi hanya dalam beberapa hari sejak pertempuran kembali pecah di wilayah Lebanon. Banyak pengungsi terpaksa menumpang di rumah kerabat atau tinggal di dalam kendaraan, membuat momen Ramadan 1477 Hijriah dilakukan dalam kondisi penuh keprihatinan.
Seorang perempuan pengungsi yang tinggal bersama keluarganya di ruang kelas sekolah, setelah melarikan diri dari serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, duduk untuk berbuka puasa bersama, pada 7 Maret 2026. Momen berbuka puasa Ramadan 1447 Hijriah di Beirut, Lebanon, berlangsung dalam situasi penuh keprihatinan. (Ibrahim AMRO/AFP)
Lebih dari setengah juta warga terpaksa mengungsi setelah serangan Israel menghantam beberapa wilayah di Lebanon. Tampak dalam foto, seorang perempuan pengungsi yang tinggal bersama keluarganya di ruang kelas sekolah, setelah melarikan diri dari serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, duduk untuk berbuka puasa bersama, pada 7 Maret 2026. (Ibrahim AMRO/AFP)
Menteri Urusan Sosial Lebanon, Haneen Sayed, mengatakan pada 7 Maret 2026, terdapat sekitar 517.000 orang telah terdaftar sebagai pengungsi di platform bantuan pemerintah. Tampak dalam foto, seorang perempuan pengungsi yang tinggal bersama keluarganya di ruang kelas sekolah, setelah melarikan diri dari serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, duduk untuk berbuka puasa bersama, pada 7 Maret 2026. (Ibrahim AMRO/AFP)
117.228 orang pengungsi tinggal di 538 tempat pengungsian resmi di seluruh Lebanon, sementara yang lain mendaftar secara daring di luar tempat penampungan melalui platform moza-relief.com. Tampak dalam foto, anak-anak pengungsi yang tinggal bersama keluarga mereka di ruang kelas sekolah, setelah melarikan diri dari serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, duduk untuk berbuka puasa bersama, pada 7 Maret 2026. (Ibrahim AMRO/AFP)
Lonjakan pengungsian itu terjadi hanya dalam beberapa hari sejak pertempuran kembali pecah di wilayah Lebanon. Tampak dalam foto, seorang wanita pengungsi yang tinggal bersama keluarganya di ruang kelas sekolah, setelah melarikan diri dari serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, duduk untuk berbuka puasa bersama, pada 7 Maret 2026. (Ibrahim AMRO/AFP)
Banyak pengungsi terpaksa menumpang di rumah kerabat atau tinggal di dalam kendaraan, membuat momen Ramadan 1477 Hijriah dilakukan dalam kondisi penuh keprihatinan. Tampak dalam foto, anak-anak pengungsi yang tinggal bersama keluarga mereka di ruang kelas sekolah, setelah melarikan diri dari serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, duduk untuk berbuka puasa bersama, pada 7 Maret 2026. (Ibrahim AMRO/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya