Liputan6.com, Kairo - Lebih dari 100.000 orang berkumpul dalam acara buka puasa bersama berskala besar di Distrik Al-Matariya, Kairo, Mesir. Tradisi tahunan ini mengubah jalan-jalan padat permukiman menjadi ruang perayaan yang dipenuhi semangat kebersamaan dan solidaritas selama bulan suci Ramadan.
Acara yang digelar pada Rabu tersebut merupakan salah satu kegiatan buka puasa terbesar di ibu kota Mesir. Kegiatan ini diselenggarakan oleh warga setempat untuk tahun ke-12 berturut-turut dan secara tradisional digelar pada hari ke-15 Ramadan, seperti dikutip dari Arab News, Senin (9/3/2026).
Advertisement
Buka puasa massal ini tidak hanya diikuti oleh warga sekitar. Sejumlah tokoh masyarakat, pejabat pemerintah, hingga tamu dari luar negeri, termasuk para duta besar, turut hadir dalam acara tersebut. Kehadiran berbagai kalangan itu memperlihatkan kuatnya tradisi berbagi dan kebersamaan yang menjadi ciri khas Ramadan di Mesir.
Perayaan berlangsung di sekitar 20 ruas jalan di kawasan Al-Matariya. Warga menghiasi jalan dengan spanduk besar bertuliskan “Ramadan di Matariya” serta berbagai pesan sambutan bagi para tamu. Salah satu jalan bahkan dikhususkan bagi para sukarelawan yang sejak pagi menyiapkan ribuan porsi makanan untuk dibagikan kepada peserta.
Selain hidangan berbuka puasa, acara tersebut juga dimeriahkan pertunjukan seni dan budaya. Kelompok seni yang berafiliasi dengan Kementerian Kebudayaan Mesir menampilkan berbagai pertunjukan yang menonjolkan warisan budaya negara itu, disaksikan oleh ribuan orang yang memadati lokasi.
Untuk mengantisipasi keadaan darurat, Bulan Sabit Merah Mesir menyiagakan ambulans dan tim medis di sejumlah titik di sekitar area acara.
Antusiasme Warga Kairo Dalam Mengikuti Acara Buka Puasa Bersama
Warga setempat menyambut antusias besarnya partisipasi masyarakat tahun ini. Ahmed, salah satu sukarelawan, mengatakan tradisi buka puasa bersama di kawasan itu bermula dari kegiatan sederhana yang diinisiasi warga sekitar.
“Kisah buka puasa tahunan ini dimulai 12 tahun lalu oleh warga setempat. Namun kemudian berkembang menjadi pertemuan besar yang dihadiri masyarakat Mesir maupun tamu dari luar negeri, bahkan diliput media dari berbagai negara,” kata Ahmed.
Ia menambahkan, lebih dari 2.000 sukarelawan terlibat dalam penyelenggaraan acara tahun ini. Para panitia mengenakan seragam merah bertuliskan “Ramadan di Matariya”, sementara persiapan acara sudah dimulai jauh sebelum Ramadan, termasuk pembuatan mural dan dekorasi di sepanjang jalan.
Relawan lainnya, Saif, mengatakan dirinya selalu menantikan kegiatan tersebut setiap tahun.
“Semua orang terlibat dengan penuh semangat dan dedikasi agar acara ini berjalan sukses,” ujarnya.
Selama acara berlangsung, suasana meriah terasa di seluruh kawasan. Sejumlah keluarga menyaksikan kegiatan dari balkon rumah mereka. Ketika matahari terbenam dan waktu berbuka tiba, balon-balon dilepaskan ke udara, menambah semarak perayaan di jalanan Al-Matariya.