Cara Industri Sawit Hadirkan Kebahagiaan Ramadan untuk Anak Yatim

Anak-anak panti asuhan mendapatkan edukasi tentang manfaat sawit lewat cara yang unik.

oleh Septian DenyDiterbitkan 09 Maret 2026, 06:00 WIB
Ilustrasi bulan Ramadan. Anak-anak panti asuhan mendapatkan edukasi tentang manfaat sawit lewat cara yang unik. (AP)

Liputan6.com, Jakarta - Industri sawit bersama Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) mengedukasi anak-anak panti asuhan tentang manfaat sawit sekaligus menyalurkan santunan berupa sembako melalui melalui program ‘Sawit Berbagi, Ramadhan Penuh Makna’.

Media Relations Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Mochamad Husni, menjelaskan, perusahaan sawit aktif menjalankan kegiatan tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung masyarakat sekitar.

“Kami tidak hanya mengolah sawit untuk dijadikan minyak goreng, sabun, mentega, atau pasta gigi, tetapi juga membagikan sebagian hasilnya melalui kegiatan sosial agar bermanfaat bagi masyarakat luas,” kata Husni, Minggu (8/3/2026).

Ia menambahkan, program CSR perusahaan kelapa sawit mencakup empat sektor utama, yaitu pendidikan, peningkatan ekonomi, kesehatan, dan lingkungan.

Menurut Husni, hasil usaha sawit tidak hanya untuk perusahaan, tetapi dibagikan agar memberikan manfaat bagi banyak orang, sebagai bagian dari keberkahan yang disyukuri.

“Di banyak perusahaan sawit, terutama di kebun-kebun luar Jawa, kegiatan sosial seperti ini rutin dilakukan. Ini bagian dari prinsip kami bahwa rezeki yang didapat tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga harus dibagikan kepada masyarakat,” jelasnya.

Dengan kegiatan ini, perusahaan sawit berupaya membantu sekolah, meningkatkan ekonomi masyarakat, mendukung fasilitas kesehatan, dan menjaga lingkungan, sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara luas.

 

 

 

 

 

Sambutan Positif

Bagi sebagian orang, Ramadan bisa terasa sepi, terutama bagi mereka yang baru memeluk Islam atau tinggal jauh dari keluarga. Orangtua dapat mengajak anak untuk ikut menyapa atau menghubungi kerabat dan teman yang mungkin menjalani Ramadan sendirian. (foto/dok: freepik)

Adapun Pengasuh pondok pesantren dan Panti Asuhan Riyadhush Sholihin Kebayunan Tapos Depok, KH Bahrudin menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan Forwatan dan perusahaan sawit kepada anak-anak yatim.

Ia mengatakan, Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi dan berbagi kebahagiaan dengan sesama.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan bantuan yang diberikan. Mudah-mudahan menjadi keberkahan bagi Bapak dan Ibu semuanya, serta dilancarkan segala urusannya,” ujarnya.

Ia juga berharap doa dan dukungan yang diberikan dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak yatim untuk terus belajar dan meraih cita-cita.

Menurutnya, seperti halnya sawit yang memberi manfaat bagi banyak orang, anak-anak panti pun diharapkan kelak tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya