Paris Saint-Germain Jadi Prioritas, Vitinha Tegas Tolak Real Madrid

Tegaskan bersama Paris Saint-Germain meski dikaitkan dengan Real Madrid, Vitinha sebut dirinya nyaman dengan proyek besar yang dibangun klub.

oleh Rindi AntikaDiterbitkan 07 Maret 2026, 12:30 WIB
Pemain PSG, Vitinha, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Atletico Madrid dalam laga pembuka Grup B Piala Dunia Antarklub 2025 di Stadion Rose Bowl, Pasadena, Senin (16/6/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Jae Hong)

Liputan6.com, Jakarta - Gelandang Paris Saint-Germain, Vitinha, mengeluarkan pernyataan mengejutkan, dengan mengakatan “bodoh” jika ia pindah ke Raksasa Spanyol, Real Madrid musim panas ini.

Sejak klub Wolverhampton Wanderers memilih untuk tidak mengaktifkan transfer permanen untuk pemain pinjaman mereka pada 2021, Vitinha telah berkembang menjadi salah satu gelandang terbak di dunia sepak bola.

Selain memenangkan tiga gelar Ligue 1 dan satu trofi Liga Champions bersama PSG, pemain internasional Portugal ini telah menyumbangkan 25 gol dan 24 assist dari 190 penampilan di semua kompetisi.

Baru 13 bulan yang lalu ia memperpanjang kontraknya hingga tahun 2029, diusianya yang ke 26 ini, muncul pembicaraan mengenai kemungkinan Vitinha mengambil tantangan baru.

 


Menampik Spekulasi Pindah Ke Real Madrid

Gelandang berusia 24 tahun, Vitinha didatangkan PSG dari FC Porto pada awal musim 2022/2023 dengan nilai transfer 41,5 juta euro. Hingga kini ia telah bermain dalam 94 laga di semua kompetisi bersama PSG dengan torehan 11 gol dan 9 assist. Bersama Timnas Portugal ia telah mengoleksi 21 caps dengan torehan 1 assist sejak melakukan debut pada 29 Maret 2022. (AFP/Franck Fife)

Di saat Los Blancos perlu melakukan perubahan pada skuad mereka, Vitinha disebut-sebut sebagai salah satu calon pemain yang akan bergabung ke Bernabeu.

Namun, hal itu dibantahnya dalam wawancara dengan Soltinhos pelo mundo, ia menyatakan bahwa tidak berniat untuk meminta transfer dari Pacr des Princes.

“Akan bodoh juka saya pergi. Dan bukan hal yang terbaik untuk saya, saya merasa sangat nyaman di PSG. Grup ini fantastis dan pelatihnya luar biasa,” ungkap Vitinha dalam wawancara.

 

 

 


Proyek Besar PSG

Pelatih PSG, Luis Enrique, tampak kecewa setelah anak asuhnya dipecundangi Nice dengan skor 1-3 pada pekan ke-31 di Stadion Parc des Princes, Paris, Sabtu (26/4) dini hari WIB. (AP Photo/Thibault Camus)

Ada masa ketika banyak bintang top sepak bola Eropa yang akan memprioritaskan transfer ke Real Madrid, Barcelona, atau Liga Primer Inggiris.

Berbeda dengan pelatih PSG, Luis Enrique, yang justru membuat strategi untuk menjauhkan perekrutan pemainnya. PSG dipandang sebagai klub yang sangat menarik untuk bermain sepak bola dalam jangka panjang.

Mengakhiri penantian mereka untuk meraih trofi Liga Champions pada tahun 2025, sangat membantu klub dalam memperbaiki keadaan, dan Luis Enrique memiliki kelompok pemain yang solid di Prancis.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya